SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Mudik lebaran Idul Fitri tidak hanya dihiasi penampilan baru dan suasana hati yang kembali fitri, tetapi juga disibukkan dengan berbagai jajanan atau kue sebagai buah tangan.
Siapa pun di kolong jagat ini pasti pernah mendengar jajanan bernama Wingko Babat. Nah, ini penganan khas Lamongan yang sudah menyebar di mana-mana, bahkan ikut diklaim di beberapa daerah di sepanjang jalur Pantura Jawa.
Padahal Wingko Babat ini memiliki 'leluhur' dari Lamongan, tepatnya Kecamatan Babat. Jadi selain dikenal berkat perjuangan pelaku usaha makanan seperti soto ayam, tahu campur, dan sego boranan, nama Lamongan juga populer karena memiliki Wingko Babat.
Sekarang wingko ini sudah berkembang dan meluas, tidak hanya terpusat di Babat namun di Kota Lamongan juga ada sentra wingko.
Saat Idul Fitri ini, para pemudik bisa dengan mudah mendapatkan jajanan wingko tanpa harus mencarinya di Kota Niaga Babat.
Di Lamongan Kota, jajanan wingko dengan aneka rasa menjadi sasaran para pemudik untuk oleh-oleh. Setidaknya terlihat pada H+3 Lebaran, sejumlah pemudik yang melintas di Lamongan berburu wingko Lamongan sebagai oleh-oleh.
Di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, terlihat antreann pembeli di beberapa toko wingko, sekaligus tempat pembuatan wingko yang menawarkan berbagai varian rasa.
Kamis (3/4/2025), stand-stand wingko di kawasan tersebut dipenuhi pemudik yang ingin membawa pulang camilan khas Lamongan tersebut. Varian rasa yang ditawarkan mulai dari original, ketan hitam, hingga rasa-rasa unik seperti durian dan pandan.
Salah satu produsen wingko, Bambang (60) mengungkapkan bahwa selama arus balik Lebaran ini, omzet penjualannya meningkat lima kali lipat.
"Biasanya, saya hanya bisa menghabiskan 2 KG atau 4 KG adonan wingko dalam sehari. Kini, saya mampu menghabiskan hingga 25 KG," kata Bambang, Kamis (3/4/2025).
Bambang menjelaskan, harga wingko yang dijualnya mulai Rp 28.000 per boks untuk rasa original, sedangkan varian rasa lainnya dijual seharga Rp 30.000 per boks.
Salah satu pemudik, Husnul (50) asal Pekanbaru, mengaku mampir untuk membeli wingko Lamongan. "Wingko Lamongan memiliki rasa yang unik dan lezat. Kebetulan lewat Lamongan, jadi sekalian mampir untuk oleh-oleh," ungkap Husnul.
Pemudik lainnya, Kadek (50) dari Bali, juga menyatakan ketertarikan yang sama. "Saya sengaja mampir untuk membelikan keponakan di Bali. Cita rasa wingko Lamongan pas di lidah saya," tuturnya.
Dengan tingginya permintaan wingko Lamongan selama mudik lebaran tahun ini, para produsen berharap animo tersebut bertahan sampai arus balik. "Bahkan pada hari-hari biasa kami berharap ramai pembeli. Semoga permintaan terus meningkat setiap harinya," kata Bambang.
Menurut Bambang, ada banyak produsen wingko aneka rasa di Jalan Panglima Sudirman. Para produsen menjamin wingko produksi Lamongan bisa bertahan cukup lama saat dibawa sampai rumah tujuan.
Bambang menyebut, wingko Lamongan dengan aneka rasa ini diproduksi dengan bahan-bahan pilihan untuk memenuhi permintaan konsumen. ****
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.