TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria terkejut setelah mengajak pacar yang ia temui melalui aplikasi kencan bertemu dengan keluarganya di kampung halaman.

Namun, saat pertemuan itu berlangsung, ia mendapati bahwa pacar yang selama ini ia kira seorang wanita, sebenarnya adalah seorang pria.

Dikutip dari Sanook.com pada Kamis (3/4/2025), kejadian bermula ketika seorang pemuda, yang identitasnya tidak disebutkan, bertemu dengan seseorang yang memperkenalkan diri dengan nama Hidayah melalui aplikasi kencan.

Hidayah mengaku sebagai seorang wanita muda yang berasal dari Sabah, sebuah negeri di Malaysia bagian timur.

Hidayah juga mengungkapkan bahwa ia saat ini tinggal di Kuala Lumpur dan merasa kesepian, terutama saat Hari Raya, karena ia tidak memiliki keluarga lagi.

Hidayah bercerita kepada pemuda tersebut bahwa ia adalah seorang yatim piatu, yang telah kehilangan kedua orang tuanya sejak kecil.

Tidak hanya itu, Hidayah juga mengaku tidak memiliki saudara kandung dan tidak bisa merayakan Hari Raya bersama keluarga seperti kebanyakan orang.

Karena merasa iba dan ingin membantu, pemuda itu pun menawarkan untuk mengajaknya merayakan Hari Raya bersama keluarganya di kampung halamannya di Pontian, Johor. Hidayah pun setuju dan mereka sepakat untuk bertemu.

Namun, sejak awal ada beberapa kejanggalan yang dirasakan oleh keluarga pemuda tersebut, terutama saudara perempuan pemuda itu.

Sebelum Hidayah datang, saudara perempuan pemuda itu mulai merasa curiga ketika melihat foto-foto Hidayah yang dikirimkan melalui aplikasi pesan.

Terdapat beberapa hal yang tidak biasa pada penampilan Hidayah, seperti wajah yang tampak kurang seperti wanita pada umumnya, serta sikap dan gaya berkomunikasinya yang agak tomboy.

Meskipun merasa ada yang aneh, keluarga pemuda tersebut tetap memutuskan untuk menyambut Hidayah dengan baik.

Pada hari yang telah disepakati, Hidayah akhirnya datang ke rumah keluarga pemuda itu.

Ia mengenakan jilbab dan cadar yang menutupi seluruh wajahnya, sebuah penampilan yang menurut keluarga sangat mencolok.

Meskipun demikian, mereka tetap berusaha menyambut Hidayah dengan ramah.

Namun, ketika duduk bersama dan berbincang lebih lanjut, saudara perempuan pemuda itu mulai memperhatikan gerak-gerik dan nada suara Hidayah yang semakin terasa aneh.

Sikap Hidayah yang tidak terlalu feminin serta beberapa kebiasaan yang tidak lazim membuat saudara perempuan itu merasa semakin curiga.

Perasaan curiga semakin bertambah saat Hidayah berkomunikasi lebih banyak dengan keluarga pemuda tersebut.

Dalam percakapan tersebut, saudara perempuan pemuda itu mulai bertanya lebih banyak tentang asal-usul Hidayah dan latar belakangnya. Ketika semakin banyak pertanyaan dilontarkan, Hidayah mulai terlihat cemas dan tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Pada titik inilah, kebenaran mulai terungkap.

Setelah lebih banyak penyelidikan, keluarga pemuda akhirnya mengetahui bahwa Hidayah bukanlah seorang wanita, melainkan seorang pria.

Saat melihat KTP Hidayah, mereka terkejut mengetahui bahwa jenis kelaminnya tertera sebagai laki-laki.

Keluarga pun langsung bertanya kepada Hidayah mengenai alasan di balik penampilannya yang selama ini menyamar sebagai wanita.

Dengan berat hati, Hidayah akhirnya mengakui bahwa dirinya adalah seorang hermafrodit, yang berarti ia memiliki alat reproduksi kedua jenis kelamin.

Mengungkapkan hal tersebut tentu bukan hal yang mudah bagi Hidayah.

Namun, ia menjelaskan bahwa selama ini ia merasa kesulitan untuk diterima dalam masyarakat karena kondisinya yang langka tersebut.

Hidayah merasa bahwa dengan menyamar sebagai wanita, ia bisa diterima dan mendapatkan perhatian serta kasih sayang dari orang lain, khususnya pria.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama berhubungan dengan pemuda itu, ia belum pernah menunjukkan wajah aslinya dalam panggilan video, sehingga pemuda tersebut tidak tahu siapa dirinya yang sebenarnya.

Keluarga pemuda tersebut sangat terkejut dan merasa tertipu, namun mereka juga merasa kasihan terhadap kondisi Hidayah.

Mereka pun segera memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib untuk mencari kejelasan lebih lanjut dan memastikan tidak ada pihak lain yang dirugikan.

Dalam hal ini, pemuda tersebut merasa sangat kecewa karena ia merasa telah tertipu oleh seseorang yang ia anggap sebagai pasangan hidup masa depannya.

Tidak hanya keluarga pemuda tersebut, kejadian ini juga menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Saudara perempuan pemuda itu memutuskan untuk membagikan kisah ini di akun media sosialnya untuk memberikan peringatan kepada orang-orang agar lebih berhati-hati saat bertemu dengan seseorang secara daring, terutama melalui aplikasi kencan.

Banyak netizen yang memberikan komentar dan pendapat mereka tentang kejadian ini, menyatakan bahwa ini adalah pelajaran penting untuk selalu memverifikasi identitas seseorang yang kita temui secara online sebelum melanjutkan hubungan lebih lanjut.

(cr31/tribun-medan.com)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.