WARTAKOTALIVE.COM - Beragam kisah unik dialami pemudik Lebaran 2025 ini, mulai dari membuat tarif bertanya hingga tertinggal di SPBU.
Kisah mudik lebaran dobagikan seorang pengguna TikTok dengan nama akun @deviade.kdr.
Ia tampaknya menjadi salah satu orang yang kerap menerima pertanyaan-pertanyaan 'kapan' saat Lebaran.
Devi pun berhasil mengakali hal tersebut dengan cara yang unik.
Di momen Lebaran, ia memakai outfit yang anti mainstream.
Devi mengenakan kaus warna hitam yang dipadukan dengan rok warna pink dan kerudung warna coklat.
Kaus hitam yang dipakai Devi ternyata bukan kaus biasa.
Di bagian belakang, terdapat tulisan yang nyeleneh. Tulisan tersebut berbunyi 'Tarif Bertanya'.
Untuk setiap pertanyaan akan dikenai tarif khusus. Di antaranya:
Mana Calonnya? = Rp 500.000
Kerja Di Mana? = Rp 750.000
Kapan Nikah? = Rp2.000.000
Kok Gemukan? = Rp5.000.000
Tambah cantik = MasyaAllah
Dalam keterangan video, Devi turut memberi tulisan yang menarik perhatian.
Ditanya kena mental (x) Yang tanya kena mental (v)
Hingga artikel ini ditulis, video yang diunggah Devi telah ditonton sebanyak 2 juta kali.
Netizen pun ramai memberikan komentar terkait video tersebut.
@user2924872515959 - harusnya di depan kak tulisannya
@ridho_0609 - baju lebaran tampil beda dari orang2lain
@dindamey22 - andai klo hari ini aku pake tu kaos, dah dpt 5 juta pasti
@kikis.epoy - boleh juga itu kak..belli dimna baju nya kak.
Perjalanan mudik Cucu Muslikhah tahun ini akan dikenang seumur hidupnya.
Dalam perjalanan dari Tangerang menuju kampung halaman di Boyolali, Jawa Tengah, ia tertinggal di rest area setelah suaminya melanjutkan perjalanan tanpa menyadari keberadaannya.
Kisah ini bermula ketika Cucu, suami, dan dua anaknya berangkat mudik menggunakan mobil pribadi.
Setelah mampir di rumah orangtua Cucu di Purwakarta dan berbuka puasa di Tegal, mereka melanjutkan perjalanan menuju Boyolali pada Jumat (28/3/2025) malam.
Saat memasuki Batang, Jawa Tengah, mereka berhenti di sebuah rest area untuk mengisi bahan bakar.
Cucu, yang biasanya duduk di kursi depan, kali ini berada di kursi belakang karena anak bungsunya lebih dulu menempati kursi depan dan tertidur di kasur yang disiapkan di belakang.
Ketika mobil berhenti di SPBU rest area Batang, suaminya turun lebih dulu untuk ke toilet.
Cucu, yang awalnya tidak ingin ke toilet, akhirnya berubah pikiran dan buru-buru turun lewat pintu kiri tempat suaminya berdiri bersama operator SPBU.
"Aku yakin suami melihat aku keluar, makanya aku santai saja," kenang Cucu saat diwawancarai pada Rabu (2/4/2025).
Tanpa menyadari istrinya masih di toilet, suaminya kembali ke mobil, menyelesaikan pengisian bahan bakar, dan melanjutkan perjalanan.
Dalam kondisi gelap di dalam mobil dan anak-anak yang tertidur di belakang, suaminya tidak merasa ada yang aneh.
Ia bahkan sempat berbincang dengan anaknya sepanjang perjalanan, masih tanpa menyadari bahwa Cucu tidak ada di dalam mobil.
Sementara itu, Cucu yang keluar dari toilet mulai kebingungan mencari mobilnya.
Dalam kondisi hujan, ia mondar-mandir di rest area, berusaha memastikan apakah mobilnya masih ada.
Namun, setelah beberapa saat, ia sadar bahwa mobil mereka benar-benar sudah pergi. “Sadar mobil tidak ada di arah mana pun, aku langsung telpon suami,” ujarnya.
Begitu menerima telepon dari Cucu, suaminya menangis panik dan berniat langsung putar balik.
Namun, Cucu yang berusaha tetap tenang menyarankan agar suaminya tidak kembali terlalu jauh. "Aku bilang, ‘Tidak apa-apa, Bapak. Bapak berhenti saja, kabarin titiknya, aku nyusul’," tuturnya.
Di tengah kebingungannya, Cucu memberanikan diri menghampiri sebuah bus yang sedang mengisi bahan bakar di SPBU rest area.
Ia meminta bantuan kepada kru bus agar bisa menumpang hingga titik pertemuan dengan suaminya.
Para kru bus dengan sukarela membantunya, bahkan salah satu kru memberikan kursinya kepada Cucu, sedangkan ia sendiri memilih jongkok di tengah agar Cucu bisa duduk dengan nyaman.
Akhirnya, mereka bertemu kembali di Km 396.
Suaminya, yang masih diliputi rasa panik dan bersalah, langsung memeluknya. "Suami panik dan menangis, dia sangat menyesal tidak mengecek lebih detail, walau sepenuhnya bukan salahnya," ujar Cucu.
Setelah delapan tahun rutin mudik dengan mobil pribadi, ini adalah kali pertama Cucu mengalami kejadian unik seperti ini.
“Sejauh ini perjalanan mudik kami tidak pernah ada hal nyeleneh seperti ini, ha-ha-ha,” ujarnya sambil tertawa mengenang peristiwa tersebut.
Momen dramatis terjadi di jalur Puncak Bogor saat libur lebaran 2025 ini, Rabu (2/4/2025).
Pasalnya di tengah kepadatan arus lalu lintas karena tingginya volume kendaraan, terdapat wanita hamil di dalam mobil yang hendak melahirkan.
Dalam situasi yang darurat tersebut, lalu lintas di jalur Puncak Bogor sedang diberlakukan one way arah atas.
Sementara itu, ibu hamil tersebut berada di dalam kendaraan Honda Jazz bernomor polisi B 1260 EKZ bergerak ke arah bawah.
Beruntung ketika wanita hamil itu terjebak one way, anggota kepolisian dari satuan Brimob dan Satlantas Polres Bogor sigap membukakan jalan.
Bahkan kendaraan yang ditumpangi oleh wanita hamil tersebut mendapat pengawalan hingga ke klinik dengan cepat.
Pengawalan dilakukan dari Simpang Pasar Cisarua hingga ke klinik yang berada di Jalan Raya Hankam, Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Kasatlantas Polres Bogor, AKP Rizky Guntama Ganda Permana mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.40 WIB, Rabu (2/4/2025).
"Anggota merespon dengan cepat dengan melakukan pengawalan menuju lokasi persalinan. Karena lokasi tersebut berada di jalur bawah dan situasi ibu tersebut sedang darurat, maka pengawalan tetap dilaksanakan dan melakukan kordinasi di setiap titik penjagaan Personel Sat Lantas Polres Bogor agar perjalanan menuju lokasi persalinan berjalan dengan aman dan lancar," ujarnya, Rabu (2/4/2025).
Sumber : TribunnewsMaker/Kompas.com/TribunBogor
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.