TRIBUNNEWS.COM, Bantul - Warga Dusun Pandes 1 Wonokromo, Pleret, Bantul, dikejutkan dengan penemuan mayat perempuan tanpa identitas yang mengapung di Sungai Code, pada Selasa (1/4/2025), sekitar pukul 10.00 WIB.

Mayat tersebut ditemukan oleh dua warga setempat, Muhammad Muklis (35) dan Fandi Ferdian (35), saat mereka mencari pasir di sekitar lokasi.

Penemuan Mayat

Kapolsek Pleret, AKP Herus Suryadi, menjelaskan bahwa kedua saksi mencium bau menyengat yang kemudian membawa mereka untuk mencari sumber bau tersebut.

"Mereka menemukan sesosok tubuh yang terapung di tepi sungai," ungkap AKP Herus.

Setelah penemuan tersebut, para saksi segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Pleret.

Petugas dari Polsek Pleret dan tim medis dari Puskesmas Pleret serta Tim Inafis Polres Bantul segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Korban ditemukan mengenakan kaus hitam, jaket hijau, dan celana panjang taktis berwarna hitam.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal lebih dari empat hari sebelum ditemukan, dengan kondisi tubuh yang sudah mengalami pembusukan.

Identifikasi Korban

Polres Bantul berhasil mengidentifikasi jenazah yang ditemukan sebagai Ida Kurniawati, seorang perempuan berusia 22 tahun asal Wonogiri, Jawa Tengah.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana, menyatakan bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan.

"Korban sebelumnya telah dilaporkan hilang di Polres Wonogiri pada 28 Maret 2025," ujar Jeffry.

Informasi mengenai kehilangan Ida juga beredar di media sosial melalui akun Facebook bernama Meishella Damayanti.

Keluarga korban mengungkapkan bahwa Ida terakhir berpamitan kepada ibunya untuk pergi bekerja menggunakan sepeda motor Honda Beat warna merah muda, namun tidak pernah kembali.

Penyidikan Lanjutan

Polres Bantul kini berkoordinasi dengan Polres Wonogiri untuk menyelidiki lebih lanjut kasus ini.

Dugaan penyebab kematian korban masih dalam pemeriksaan, termasuk kemungkinan adanya tindak kekerasan sebelum korban ditemukan.

"Kami masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian," pungkas Jeffry.

(Tribun Jogja/Iwan Al Khasni)

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.