TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara membekali 37 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dengan keterampilan teknis di sektor perkebunan sawit.

Pelatihan Plantation Worker Batch 2 Gelombang 1 yang dibuka BP3MI Kaltara ini berlangsung di LPK Roby Perbatasan, Sebatik, Kabupaten Nunukan, sejak Kamis (5/11/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program SMK Go Global, yang bertujuan mempersiapkan tenaga kerja dengan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri.

Peserta tidak hanya berasal dari Kalimantan Utara. Sebanyak 18 orang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), delapan orang dari Kaltara, enam orang dari Jawa Barat, dua orang dari Jawa Timur, dua orang dari Banten, dan satu orang dari Jakarta.

Ketua Tim Kelembagaan dan Kerja Sama BP3MI Kalimantan Utara, Usman Affan, mengatakan pelatihan tersebut merupakan angkatan ketiga yang diselenggarakan setelah dua kelas sebelumnya.

Dari kelas pertama, sebanyak 20 peserta telah menjalani proses penempatan sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) . Sementara kelas kedua diikuti 28 peserta.

"Untuk kelas pertama, 20 orang sudah penempatan. Kemudian kelas kedua ada 28 orang. Sekarang angkatan ketiga ini diikuti sebanyak 37 orang dari berbagai daerah asal," ujar Usman kepada TribunKaltara.com.

07112026 pelatihan sawit untuk CPMI 001
SMK GO GLOBAL - Peserta mengikuti pembukaan Pelatihan Plantation Worker Batch 2 Gelombang 1 Program SMK Go Global di LPK Roby Perbatasan, Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kamis (5/11/2026). Sebanyak 37 calon pekerja migran dari berbagai daerah mengikuti pelatihan keterampilan perkebunan kelapa sawit sebelum dipersiapkan untuk proses penempatan ke Malaysia.

Baca juga: 37 Calon PMI Kantongi Keterampilan Sawit Sebelum Bekerja ke Malaysia, Difasilitasi BP3MI Kaltara

Dibekali 160 Jam Pelatihan

Usman menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan implementasi program peningkatan kapasitas tenaga kerja melalui SMK Go Global yang menjadi bagian dari direktif Presiden Prabowo Subianto.

Pada 2026, BP3MI Kaltara memfokuskan pelatihan pada sektor perkebunan kelapa sawit. Peserta mendapatkan pembekalan keterampilan teknis hingga mengikuti sertifikasi kompetensi.

Total pembelajaran yang harus dijalani peserta mencapai 160 jam. Rinciannya, 140 jam untuk pelatihan teknis selama 14 hari dan 20 jam untuk uji kompetensi selama dua hari.

Materi pelatihan mencakup tiga keterampilan utama, yakni pembibitan kelapa sawit, penanaman dan pemeliharaan pohon, serta teknik pemanenan.

Meski mendapatkan pembekalan dari berbagai tahapan pekerjaan perkebunan, sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menggunakan skema panen kelapa sawit.

"Jadi, selama pelatihan mereka mendapatkan ilmu mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan, hingga teknis pemanenan sawit. Namun, untuk uji kompetensi sertifikasi BNSP menggunakan skema panen sawit," jelasnya.

Setelah menyelesaikan pelatihan dan memenuhi standar kompetensi, para peserta diharapkan memiliki bekal untuk melanjutkan proses penempatan sebagai Pekerja Migran Indonesia di sektor perkebunan Malaysia.

Usman berharap program pelatihan tersebut dapat kembali dilaksanakan menjelang akhir 2026.

BP3MI Kaltara juga berharap kuota berikutnya tetap tersedia agar lebih banyak CPMI mendapat kesempatan meningkatkan keterampilan.

"Harapan kita mudah-mudahan untuk angkatan berikutnya masih ada kuota menjelang akhir tahun ini atau sekitar Desember. Kalau memungkinkan, jumlah pesertanya juga bisa bertambah," pungkasnya.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.