TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Transformasi digital di sektor energi tidak hanya berkaitan dengan efisiensi operasional, tetapi juga menyangkut keamanan data, keabsahan dokumen, dan transparansi rantai pasok.
Penguatan aspek tersebut dinilai penting untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan energi, mulai dari distribusi bahan bakar minyak (BBM), penyaluran subsidi, hingga perdagangan mineral dan batubara.
Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko mengatakan, ketahanan energi nasional tidak cukup hanya ditopang ketersediaan sumber daya, kapasitas produksi dan infrastruktur fisik.
Industri energi juga membutuhkan sistem digital yang aman dan terpercaya seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi dalam kegiatan operasional.
"Kedaulatan energi bertumpu pada pasokan, berakar pada kepercayaan digital," ujar Teguh dalam keterangan tertulis dikutip Jumat, 6 November 2026.
Menurut Teguh, digitalisasi membuka peluang bagi industri energi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan risiko yang perlu diantisipasi, seperti kebocoran data rantai pasok, manipulasi dokumen pertambangan, penyimpangan distribusi subsidi energi, hingga serangan siber terhadap infrastruktur strategis.
Baca juga: Industri Kendaraan Listrik Didorong Terapkan Rantai Pasok Ramah Lingkungan
Untuk itu, keamanan data, integritas dokumen, dan ketertelusuran transaksi perlu menjadi bagian dari penguatan tata kelola industri energi.
Dalam konteks tersebut, Peruri mengembangkan peran dari institusi yang berfokus pada pengamanan dokumen negara menjadi penyedia infrastruktur kepercayaan digital.
Pengembangan kapabilitas ini mencakup teknologi identitas digital, autentikasi, sertifikat elektronik, pengamanan transaksi, serta sistem ketertelusuran digital.
Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengawasan distribusi BBM, memverifikasi penerima subsidi, serta meningkatkan keamanan dokumen dan transaksi komoditas mineral maupun batubara.
Baca juga: Ketergantungan Diesel Jadi Tantangan Tambang, Energi Terbarukan Mulai Dilirik
Melalui sistem identitas dan ketertelusuran digital yang terintegrasi, aktivitas dalam rantai pasok energi diharapkan dapat dipantau dan diverifikasi secara lebih akurat. Hal ini juga berpotensi memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan komoditas energi.
"Setiap liter bahan bakar harus dapat ditelusuri, setiap penerima subsidi harus dapat diverifikasi, dan setiap komoditas energi harus memiliki rekam jejak digital yang terpercaya," tegas Teguh.
Kebutuhan kepercayaan digital juga mencakup pengembangan energi hijau. Menurut Teguh, data emisi, sertifikasi, dan transaksi karbon perlu didukung sistem yang dapat menjamin transparansi serta keabsahan informasi.
Melalui partisipasi dalam ELBC 2026, Peruri mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pemanfaatan teknologi keamanan digital di industri energi. Upaya ini diarahkan untuk membangun ekosistem digital yang aman dan terpercaya guna mendukung ketahanan serta kedaulatan energi nasional.
Laporan Reporter: Noverius Laoli | Sumber: Kontan
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.