Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Kasus kekerasan terhadap seorang anak yang diduga dilakukan sekelompok remaja di Kabupaten Aceh Barat terus menjadi perhatian.
Di tengah proses hukum yang berjalan, sejumlah orang tua dari remaja yang kini ditetapkan sebagai tersangka menyampaikan klarifikasi.
Mereka yang buka suara menyebut dugaan pencurian sepeda menjadi pemicu terjadinya aksi kekerasan hingga korban dipukul dan digunduli.
Hal ini berdasarkan keterangan dari para remaja yang kini ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan kekerasan tersebut.
RS (41), salah satu orang tua dari remaja yang tersangkut kasus tersebut, mengatakan anaknya dan sejumlah remaja lainnya diduga bereaksi setelah sepeda milik anaknya hilang dengan mencarinya.
“Penyebab terjadi kekerasan karena korban diduga mencuri sepeda anak saya,” kata RS kepada wartawan, didampingi sejumlah orang tua lainnya termasuk beberapa orang remaja, Selasa (4/11/2026).
Baca juga: VIDEO Wamen Komdigi Nezar Patria Lantik Pengurus Kagama Aceh Barat Periode 2025-2030
Menurut penuturan keluarga, peristiwa bermula pada Senin (26/10/2026), ketika sepeda jenis Polygon milik salah satu keluarga remaja dilaporkan hilang dari depan rumah di Jalan Bakti Pemuda, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.
Sepeda yang diperkirakan bernilai Rp3,5 juta tersebut kemudian disebut ditemukan pada Selasa (27/10/2026) di sebuah warung kawasan Suak Ribee.
Sepeda itu diduga ditemukan bersama seorang anak yang kemudian menjadi korban kekerasan.
Sementara itu, anak yang bersangkutan dikabarkan mengaku dalam dua versi memperoleh sepeda tersebut pertama dari hasil uang balap sepeda dan pengakuan lainnya sepeda itu ditemukan di jalan generasi.
Namun, persoalan tersebut justru berujung pada tindakan kekerasan. Korban dibawa oleh sejumlah remaja ke sebuah tempat di Lapang. Di lokasi itu, korban diduga mengalami pemukulan hingga rambutnya digunduli.
Pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa pada malam kejadian, salah seorang remaja sempat menghubungi ibu korban agar menjemput anaknya.
Baca juga: Buka Miconis 2026, Wabup Aceh Barat Dorong Perguruan Tinggi Jawab Tantangan Transformasi Digital
Namun, menurut keterangan mereka, ibu korban meminta agar anak tersebut menghubungi ayahnya.
Upaya menghubungi ayah korban maupun pihak keluarganya disebut tidak mendapat respons, sehingga akhirnya anak tersebut diantarkan ke rumahnya.
Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto melalui Kasat Reskrim AKP Deno Wahyudi membenarkan adanya laporan dugaan pencurian tersebut.
“Benar, pihak keluarga sudah melaporkan kasus pencurian tersebut, yang saat ini sedang ditindaklanjuti dan pemeriksaan saksi-saksi,” kata AKP Deno Wahyudi.
Polisi kini menangani laporan dugaan pencurian tersebut. Sementara itu, kasus kekerasan terhadap anak juga harus diproses secara hukum guna memastikan pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat. (sb)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.