SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kabar baik bagi masyarakat pengguna transportasi umum di Kota Palembang.

Layanan Feeder Musi Emas dan Teman Bus yang sempat berhenti beroperasi selama tiga hari kini kembali normal.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Palembang, Sariansyah Ismail, memastikan seluruh koridor yang sebelumnya tidak beroperasi sudah kembali melayani penumpang sejak Rabu (5/11/2026) pagi.

"Tidak ada yang stop lagi. Ndak ada lagi yang stop, sudah jalan lagi. Sudah normal. Sudah bisa melayani lagi," ujar Sariansyah, Rabu (5/11/2026).

Ia menjelaskan, penghentian sementara layanan transportasi massal tersebut berlangsung sejak Minggu hingga Selasa (1-3/11/2026).

Adapun koridor yang sempat berhenti beroperasi meliputi Feeder Koridor 1 dan 2 serta Teman Bus Koridor 2 dan 5.

Untuk Feeder, Koridor 1 melayani rute Talang Buruk via Asrama Haji, sedangkan Koridor 2 melayani rute Asrama Haji-Sematang Borang.

Sementara Teman Bus yang sempat berhenti beroperasi yakni Koridor 2 rute Terminal Sako-Palembang Icon dan Koridor 5 rute Tanjungan Barangan-Stasiun LRT Bumi Sriwijaya.

Menurut Sariansyah, layanan Feeder Musi Emas saat ini melayani sekitar 4.000 penumpang setiap hari. Sedangkan Teman Bus mengangkut sekitar 700 penumpang per hari.

"Itu kalau Feeder sekitar empat ribu penumpangnya per hari, kalau Teman Bus sekitar tujuh ratusan per hari," paparnya.

Penyebab Feeder dan Teman Bus Sempat Berhenti

Sariansyah menjelaskan, penghentian sementara operasional tersebut terjadi karena adanya pembaruan kontrak tahunan dan perubahan sistem pengadaan layanan transportasi.

Selama ini, anggaran layanan transportasi dalam sistem hanya terakomodasi untuk 10 bulan. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu kendala dalam proses pembaruan kontrak.

Selain itu, terdapat perubahan sistem pada Online Single Submission (OSS) dan penerapan e-katalog untuk seluruh paket layanan transportasi.

Perubahan tersebut membuat sejumlah perusahaan penyedia jasa belum sepenuhnya memahami mekanisme terbaru sehingga proses administrasi mengalami kendala.

"Upaya kami ke depannya penganggarannya itu setahun penuh, jadi tidak sepuluh bulan lagi. Selama ini kan memang ada, kemarin itu di sistem kan sepuluh bulan baru teranggarkan," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah kota akan melakukan pembenahan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

"Tapi intinya InsyaAllah tahun 2027 kita siap untuk dianggarkan langsung 12 bulan. Tidak ada kendala lagi," tegasnya.

Target Tambah Koridor, Layanan Tetap Gratis

Lebih lanjut, Sariansyah mengungkapkan bahwa dari total 17 koridor yang idealnya dilayani angkutan umum massal di Palembang, saat ini baru delapan koridor yang terpenuhi.

Dishub Palembang berharap ke depan dapat menambah jangkauan rute sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati layanan transportasi umum.

"Harapan kita bisa nambah rute. Karena kalau normalnya kan ada 17 koridor, ini baru terpenuhi 8 koridor," ujarnya.

Ia menjelaskan, pembiayaan layanan Feeder dan Teman Bus bersumber dari APBD serta sebagian dukungan anggaran dari LRT.

Pemerintah Kota Palembang juga memberikan subsidi agar masyarakat bisa menikmati layanan tersebut secara gratis.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan kemudahan transportasi bagi masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan pinggiran kota.

"Itu kan sebagian ada dari LRT, sebagian dari kita. Karena ada usulan masyarakat untuk bisa dilalui oleh feeder dan Teman Bus, maka Pak Wali programnya kan memang untuk masyarakat sejahtera. Jadi beliau ada inisiasi untuk penambahan rute atau koridor. Dan karena ini gratis, tadinya kan berbayar sempat. Makanya kita tambah subsidi namanya," jelasnya.

Sariansyah memastikan masyarakat masih bisa menggunakan layanan Feeder Musi Emas dan Teman Bus tanpa dipungut biaya.

"Masih gratis Insya Allah," tegasnya.

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.