SURYA.CO.ID, SURABAYA - Permainan tradisional seperti petak umpet dan engklek kini semakin jarang dimainkan anak-anak akibat gempuran teknologi gawai.

Kondisi itu mendorong Karina Aliya Afandi mendirikan Dolanan Foundation guna mengenalkan kembali warisan budaya Nusantara kepada generasi muda.

Komunitas itu dibentuk agar anak-anak kembali merasakan keseruan bermain secara langsung dengan penuh keceriaan.

Baca juga: Klarifikasi Pemkot Surabaya Soal Dugaan Penertiban Komunitas Kampoeng Dolanan di CFD Tunjungan

Gerakan Selamatkan Permainan Tradisional

Pendiri Dolanan Foundation, Karina Aliya Afandi, menyampaikan keprihatinannya saat dikonfirmasi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (2/11/2026).

Karina Aliya Afandi menilai permainan masa lalu menyimpan banyak nilai kehidupan yang sangat penting bagi pembentukan karakter anak.

"Berangkat dari rasa cinta saya melihat permainan tradisional Indonesia yang semakin jarang dimainkan oleh anak-anak, padahal permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya yang menyimpan banyak nilai kehidupan," ungkap Founder Dolanan Foundation, Karina Aliya Afandi.

Keseimbangan Antara Gadget dan Aktivitas Nyata

Komunitas itu tidak melarang anak-anak menggunakan gawai, melainkan menekankan pentingnya keseimbangan dalam keseharian.

Aktivitas interaktif dirancang agar anak-anak tetap aktif bergerak, bersosialisasi, serta belajar memecahkan masalah bersama teman sebaya.

"Menurut kami, teknologi bukanlah sesuatu yang harus dijauhi karena gadget juga memiliki manfaat jika digunakan dengan bijak, namun anak-anak tetap membutuhkan keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas nyata," tutur Founder Dolanan Foundation, Karina Aliya Afandi.

Baca juga: Sosok Puteri Batik Jatim Erinne Graciana Kenalkan Permainan Tradisional Jember Lewat AkarMain

Pembentukan Karakter Melalui Permainan

Proses bermain bersama melatih anak-anak untuk saling berbagi, menghargai aturan, dan berjiwa besar dalam menerima kekalahan.

Nilai-nilai luhur tersebut dikemas secara kreatif agar mudah diterima oleh anak-anak usia sekolah dasar di wilayah setempat.

"Hal-hal sederhana ini merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter," kata model sekaligus jebolan Puteri Anak Indonesia, Karina Aliya Afandi.

Harapan Masa Depan Budaya Bangsa

Pengurus komunitas berharap gerakan sosial itu dapat menjangkau lebih banyak sekolah serta ruang publik di berbagai daerah.

Kolaborasi lintas pihak terus dibuka lebar agar nilai budaya nusantara tetap abadi di tengah perkembangan zaman.

"Melestarikan permainan tradisional bukan hanya tentang menjaga permainan dari masa lalu, tetapi juga tentang mewariskan kebahagiaan, nilai kehidupan, dan identitas budaya kepada generasi masa depan," pungkas Founder Dolanan Foundation, Karina Aliya Afandi.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.