Laporan wartawan TribunJatim.com, M Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Proses pembangunan jalan di Mojokerto terus dikebut.

Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra memastikan pembangunan infrastruktur ruas jalan di wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur terus dikebut. 

Pembangunan ruas jalan ini untuk memperlancar hubungan ekonomi sosial masyarakat, sekaligus sebagai upaya mengurai kemacetan khususnya di wilayah Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Gus Barra sapaan Bupati Mojokerto bahkan memimpin langsung kegiatan Evaluasi dan Monitoring (Monev) pembangunan infrastruktur rekonstruksi, rehabilitasi dan pelebaran jalan. 

Dalam kegiatan ini, dirinya meninjau rekonstruksi jalan yang sudah rampung 100 persen salah satunya di ruas Panjer- Seduri Mojosari. 

Baca juga: Jalur Sabo Dam Kedawung-Sumberasri Blitar Ditutup Total untuk Kendaraan, Ada Pembangunan Jalan

"Pagi hari ini ditemani Kadis PUPR, Camat, Kades, kami memonitoring pengerjaan ruas jalan Panjer- Seduri Mojosari panjangnya kurang lebih 1,4 kilometer," ujar Bupati Gus Barra, Senin (2/11/2026). 

Menurut Bupati Gus Barra, sebelumnya ruas jalan Panjer- Seduri hanya selebar 4 meter dan diperlebar menjadi sekitar 6-7 meter. 

Adapun anggaran rehabilitasi jalan menggunakan APBD tahun 2026 sekitar Rp 3,3 miliar berupa jalan beton. 

Dirinya berharap pembangunan infrastruktur jalan dapat dimanfaatkan optimal oleh masyarakat, terutama memperlancar akses ke pusat pendidikan atau sekolah dan Pasar Mojosari. 

"Karena (Ruas jalan Panjer-Seduri)  untuk mengurai kemacetan di Mojosari sekaligus jalan akses menuju sekolah, pendidikan maupun ke pasar," kata Gus Bupati. 

Ia mengungkapkan, rehabilitasi ruas jalan Panjer-Seduri masih menyisakan sekitar 700 meter yang nantinya akan dilanjutkan pada tahun 2027 mendatang. 

Keberadaan jalan penghubung ini sangat penting lantara menunjang perekonomian masyarakat.

"Ini juga menunjang perekonomian, sehingga ruas jalan Panjer-Seduri dilebarkan sepanjang 1,4 kilometer dan sisanya nanti sekitar 700 meter dikerjakan pada tahun 2027 awal (Pengadaan) kita selesaikan," pungkas Bupati Mojokerto. 

Bupati Gus Barra menambahkan, perbaikan infrastruktur ruas jalan juga sekaligus persiapan awal pemindahan pusat ibu kota baru Kabupaten Mojokerto di Dusun Kemloko, Desa Jotangan, Mojosari.

"Iya ke arah situ (Penataan), karena memang kita ingin ada jalan alternatif untuk mengurai kemacetan nantinya dijadikan pusat pemerintahan," tandasnya. 

Selain Monev rehabilitasi jalan, Gus Bupati juga menyerap aspirasi dari masyarakat setempat. Warga mengeluhkan terkait drainase (Jalan) dan normalisasi. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto, Yuni Laila Faizah menjelaskan bahwa progres rehabilitasi ruas jalan hingga saat ini telah mencapai kurang lebih 85 persen. 

"Total 29 paket pengerjaan rehabilitasi jalan (APBD 2026), meliputi 13 paket selesai dan 16 paket On Progres," urai Yuni. 

Dikatakan Yuni, sasaran perbaikan jalan berpedoman dari keluhan masyarakat yang diperkuat dengan survei di lapangan. 

Untuk rehabilitasi ruas jalan paling banyak tahun ini adalah di wilayah Kecamatan Mojosari dan Kecamatan Ngoro. 

Proyek pembangunan sesuai data status jalan telah terintegrasi dengan sitem drainase perkotaan. 

"Namun karena keterbatasan anggaran kita ada prioritas jalan yang sudah masuk Rencana Strategis (Restra) dan Rencana Kerja (Renja)," bebernya. 

Yuni menyebut, pengujian dilakukan secara berkala untuk material aspal beton dan besi guna memastikan kualitas pembangunan jalan. 

Pihaknya akan bertindak jika ditemukan indikasi di lapangan dan menjatuhkan sanksi tegas terhadap kontraktor yang menyalahi aturan. 

"Yaitu berupa pengurang pembayaran terkait mutu dan denda keterlambatan (Bila ada)," tutupnya. 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Henri Surya menambahkan pihaknya juga mengantisipasi perubahan cuaca agar tidak mengganggu penyelesaian proyek. 

"Pekerjaan diusahakan diselesaikan sesuai rencana," jelasnya. 

Rekonstruksi jalan yang sudah 100 persen selesai di antaranya ruas jalan Pekukuhan-Ngoro, ruas Medali- Mlaten, ruas Sampang Agung- Windurejo. Kemudian, rehabilitasi ruas jalan Purwojati- Trawas, ruas Baureno- Sumberjati, ruas Kuripansari- Bendungan jatiluhur, ruas Puloniti- Sumberkarang, ruas Kutogirang- Curahmojo.  

Sedangkan, sepuluh rekonstruksi, rehabilitasi dan pelebaran jalan dari anggaran P-APBD tahun 2026 saat ini masih dalam tahap pengadaan yang meliputi;

1. Rekontruksi jalan ruas Gotean- Ngepre
2. Rekonstruksi jalan ruas Pacing-Pacet
3. Rekonstruksi jalan ruas Kedunggede-Kepuharum
4. Pelebaran jalan menuju standar ruas Ngrame- Sukoanyar
5. Pelebaran jalan menuju standar ruas Mlaten- Belahan
6. Rehabilitasi jalan ruas Purwojati- Sedati 
7. Rehabilitasi jalan ruas Tunggal Pager- Watukenongo
8. Rehabilitasi jalan ruas Belahantengah- Singowangi
9. Rehabilitasi jalan ruas Sumbertunggul- Kebondalem
10. Rehabilitasi jalan ruas Kepuhanyar- Bangsal. 

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.