Laporan wartawan TribunJatim.com, Anggit Puji Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Ternyata masih ada harta karun era Majapahit di Kawasan Jombang.
Niat seorang warga Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur untuk mendirikan hunian justru menyibak tirai peradaban masa lalu.
Rencana pembangunan rumah tersebut mendadak berubah menjadi penemuan sejarah berharga, setelah ditemukannya struktur jobong (dinding sumur) kuno berlapis empat di kedalaman satu meter di bawah tanah.
Menanggapi laporan warga, tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur langsung bergerak mengevakuasi artefak berharga tersebut pada Senin (2/11/2026).
Untuk mengamankan fisiknya dari ancaman kerusakan proyek konstruksi, benda peninggalan masa lalu itu langsung dipindahkan ke kawasan perlindungan Candi Pandegong yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi.
Baca juga: Hapus Perpeloncoan, Sekolah di Surabaya Gelar MPLS Ramah Anak: Tur Harta Karun hingga Antaran Ayah
Penemuan ini menyita perhatian para ahli, karena memuat misteri fungsi kehidupan masyarakat kuno.
Pamong Budaya Ahli Pertama BPK Jatim, Indra Eka Widya Jaya, mengungkapkan bahwa jobong atau perigi secara umum dipahami sebagai dinding pelindung sumur. Namun, teori modern membuka tabir lain yang tak kalah menarik.
"Secara umum, jobong adalah dinding sumur. Namun belakangan, sebagian peneliti menduga struktur ini memiliki fungsi yang mirip dengan sistem sanitasi atau septic tank modern. Tentu hipotesis ini masih membutuhkan kajian historis lebih dalam," ucap Indra kepada Tribunjatim.com.
Di lokasi penemuan, tim mendapati struktur jobong yang tersusun bertumpuk hingga empat tingkatan:
Lapisan 1 & 2 (Teratas): Ditemukan pada kedalaman 1 meter dengan kondisi sudah hancur termakan usia.
Lapisan 3: Memiliki ketinggian 38 sentimeter dan berhasil dievakuasi.
Lapisan 4 (Tergelap/Terdalam): Merupakan bagian yang paling utuh dengan ukuran tinggi mencapai dua kali lipat dari lapisan ketiga.
Karena kendala teknis dan tingkat kesulitan penarikan yang tinggi, lapisan keempat terpaksa ditinggalkan di lokasi asli.
Pihak BPK Jatim memilih membiarkannya terkubur aman dengan memberikan penandaan khusus sebelum lahan diratakan untuk bangunan rumah warga.
Jejak Sezaman dengan Candi Pandegong
Proses penyelamatan ini semakin dramatis ketika tim menemukan pecahan tembikar halus dan potongan bata merah raksasa di dalam rongga jobong.
"Penemuan material ini menjadi pemicu utama ditemukannya benang merah sejarah kawasan Mojowarno," ujarnya melanjutkan.
Hasil pengukuran komparatif menunjukkan bahwa dimensi ketebalan dan panjang bata di lokasi jobong memiliki kemiripan presisi dengan struktur bata di Candi Pandegong.
Temuan ini menguatkan dugaan kuat bahwa permukiman kuno di Desa Menganto berada pada garis era peradaban yang sama dengan candi tersebut.
"Saat ini, tiga lapis jobong yang berhasil diselamatkan tengah menjalani proses pembersihan dan pemugaran di Candi Pandegong," pungkas Indra.
BPK Jatim merencanakan rekonstruksi ulang artefak tersebut agar dapat menjadi media edukasi sejarah yang utuh bagi publik dan generasi mendatang.
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.