Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mulai mengembangkan sektor peternakan ayam potong sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan ayam dari luar daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor, Bambang Hayanto mengatakan, program pengembangan ayam potong tersebut menjadi langkah lanjutan setelah pengembangan ayam petelur dinilai berhasil memenuhi kebutuhan telur di daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah kini mulai mengalihkan perhatian pada pengembangan ayam potong dengan harapan Biak Numfor ke depan mampu mencapai kemandirian dalam memenuhi kebutuhan daging ayam.

Untuk tahun ini, pemerintah menyalurkan lebih dari 2.000 ekor anakan ayam potong yang terbagi dalam 20 paket bantuan kepada peternak. Pendistribusian dilakukan secara bertahap dan mulai disalurkan kepada peternak di wilayah Biak Utara.

Baca juga: Panen Perdana Ayam Potong di Mambesak, Bupati Biak Numfor Dorong Keberlanjutan Usaha Peternakan

"Untuk tahun ini kita mendistribusikan sekitar 2.000 lebih ekor. Tahap pertama ada 20 paket yang didistribusikan ke wilayah utara," ujar Bambang di Biak, Senin (2/11/2026)

Ia menjelaskan, wilayah utara menjadi salah satu kawasan yang diproyeksikan sebagai sentra pengembangan ayam potong di Kabupaten Biak Numfor. Pengembangan kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi titik awal pertumbuhan usaha peternakan ayam potong yang dikelola masyarakat.

Bambang menyebut, sebelumnya perhatian pemerintah lebih banyak diarahkan pada pengembangan ayam petelur. Namun, seiring dengan peningkatan produksi yang dinilai telah mampu mencukupi kebutuhan daerah, pemerintah mulai memperluas pengembangan sektor peternakan ke komoditas ayam potong.

"Kita sudah punya pengalaman dalam mengembangkan ayam petelur hingga bisa swasembada. Pengalaman itu yang ingin kita terapkan juga untuk ayam potong. Harapan kita, dalam dua sampai tiga tahun ke depan hasilnya bisa seperti ayam petelur," katanya.

Program tersebut, kata dia, menyasar peternak lokal, khususnya di wilayah utara. 

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa bibit ayam, tetapi juga dilengkapi pakan untuk mendukung keberlangsungan pemeliharaan. Dengan pola bantuan tersebut, peternak diharapkan dapat mengembangkan usaha secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Baca juga: Ikuti Pelatihan dari Pemkab Biak Numfor, 150 Pelaku Usaha Didorong Kembangkan Potensi Pangan Lokal

Untuk memastikan program berjalan baik, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga menyiapkan pendampingan melalui petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL). 

Pendampingan ini diperlukan agar peternak memperoleh arahan selama proses pemeliharaan hingga pengembangan produksi.

Bambang berharap keterlibatan peternak lokal dalam program tersebut dapat memperkuat kapasitas produksi ayam potong di Biak Numfor. 

Selain itu, pengembangan peternakan tidak hanya memberikan peluang usaha bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kemandirian pangan.

Keberhasilan program ayam petelur yang telah berjalan diharapkan menjadi modal pengalaman untuk mengembangkan sektor ayam potong sehingga Biak Numfor dapat memperkuat ketersediaan pangan asal ternak secara mandiri. (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.