TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - SMKS Stella Maris Labuan Bajo menggelar Festival Literasi dalam rangka menyemarakkan Bulan Bahasa dan memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026, pada 30–31 Oktober 2026.

Mengusung tema "Bahasa Menyatukan, Pemuda Menggerakkan, Indonesia Berdaulat", kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berbahasa, keberanian berekspresi dan daya pikir kritis.

Festival Literasi tersebut menghadirkan berbagai perlombaan di antaranya menulis majalah dinding (mading), English Storytelling, Whispering Chain, English Karaoke serta kampanye bahasa Indonesia, Manggarai, Inggris, Jepang dan Jerman.

Panitia Festival Literasi, Kristianus Marten Sambang, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar perlombaan untuk memeriahkan Bulan Bahasa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang cerdas, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat global.

 

Baca juga: SMKS Stella Maris Labuan Bajo Gandeng Industri Hotel Tingkatkan Kualitas Lulusan

 

 

Menurutnya, peserta didik sekolah vokasi tidak cukup hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga harus dibekali kemampuan komunikasi, berpikir kritis, kreativitas dan wawasan lintas budaya.

Ia menegaskan, penguasaan bahasa asing tidak boleh membuat generasi muda melupakan identitas budaya sendiri.

"Bahasa Manggarai adalah identitas dan kekayaan budaya yang harus kita rawat. Bahasa Indonesia merupakan perekat persatuan bangsa, sedangkan bahasa asing menjadi jendela untuk mengenal dunia dan membuka peluang masa depan," ungkap Marten.

Sementara itu, Plt Kepala SMKS Stella Maris Labuan Bajo, Vinsensius Patno, menjelaskan Festival Literasi merupakan komitmen sekolah dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan vokasional tetapi juga pembentukan karakter, kecakapan komunikasi, dan kemampuan berpikir kritis.

Menurutnya, kemampuan berbahasa asing menjadi kompetensi penting bagi peserta didik, terutama karena Labuan Bajo merupakan destinasi pariwisata internasional yang membutuhkan tenaga kerja profesional dan mampu berkomunikasi lintas negara.

Namun, ia mengingatkan bahwa keterbukaan terhadap bahasa asing harus tetap berjalan seiring dengan kecintaan terhadap bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Vinsensius berharap Festival Literasi tidak berhenti sebagai kegiatan perlombaan selama dua hari, tetapi menjadi awal tumbuhnya budaya membaca, menulis, berdiskusi dan berkarya di lingkungan sekolah.

"Jangan hanya bangga menjadi generasi yang mampu berbicara tetapi jadilah generasi yang mampu berpikir, menulis, berkarya dan menggerakkan perubahan," pesannya.

Literasi sebagai Bekal Generasi Muda

Festival Literasi SMKS Stella Maris Labuan Bajo juga membawa pesan penting bahwa literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, melainkan kecakapan memahami informasi, menyampaikan gagasan, berpikir kritis, serta menghargai perbedaan.

Melalui kampanye multibahasa, peserta didik diajak mengenal bahasa lokal hingga bahasa internasional tanpa kehilangan identitas budaya.

Bagi sekolah vokasi, kemampuan tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, khususnya sektor pariwisata, perhotelan, kuliner dan pelayanan jasa.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga kreatif, produktif, berkarakter, dan mampu menciptakan peluang.

Rangkaian kegiatan Festival Literasi ditutup dengan pengucapan kembali ikrar Sumpah Pemuda oleh seluruh siswa-siswi SMKS Stella Maris Labuan Bajo sebagai bentuk penguatan semangat persatuan cinta tanah air dan komitmen generasi muda dalam membangun bangsa.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.