Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Longsor terjadi pada sebuah perumahan di Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat. Akibatnya, satu keluarga terpaksa mengungsi dengan enam rumah dalam status terancam.
Longsor terjadi pada tebing setinggi 20 meter dengan lebar 22 meter yang berbatasan langsung dengan perumahan.
"Pas kejadian ada satu rumah yang terisi, alhamdulillah selamat dan langsung dipindahkan dulu ke rumah ready stock, ada tiga rumah lain yang rusak, tapi memang kosong,” kata perwakilan Perumahan Flamingo, Jalu, saat ditemui, Jumat (30/10/2026).
Baca juga: BPBD Jabar Minta Warga Kembali Aktifkan Ronda Malam, Waspadai Ancaman Longsor saat Musim Hujan
Jalu mengungkapkan, longsor terjadi sebanyak dua kali, yaitu pada Sabtu (3/10/2026) dan Kamis (29/10/2026). Longsor kedua mengakibatkan halaman depan salah satu rumah rusak hingga berongga.
"Kejadian ini awalnya hujan malam terdengar suara gemuruh ternyata ada longsor, ada warga melapor. Kita langsung perkuatan dulu di bawah, setelah perkuatan di bawah hujan lagi tanggal 29 kemarin dan akhirnya mengikis juga bagian atas,” ungkapnya.
Longsor diduga akibat adanya aliran air di dalam tanah di bawah perumahan. Saat hujan lebat turun, tanah tersebut menjadi labil hingga berujung pada terjadinya longsor.
"Manajemen menganalisis ternyata memang ada beberapa titik air yang muncul di dalam tanah. Sekarang kita sedang lakukan pengerasan di area atas karena ditakutkan kalau hujan besar bakal mengikis lagi," tandasnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengonfirmasi ada enam rumah yang terancam longsor di Perumahan Flamingo.
Baca juga: Longsor Terjang Cisarua Bandung Barat, Dua Keluarga Mengungsi Hindari Longsor Susulan
"Kami sudah sampaikan kepada penghuni enam rumah yang berpotensi terdampak untuk siap evakuasi mandiri jika terjadi hujan atau ada retakan baru," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan.
Dari asesmen petugas BPBD, longsor rayapan di Perumahan Flamingo terjadi akibat lereng curam, tanah vulkanik lapuk, jenuh air, dan beban bangunan di atas lereng.
"Ini menyebabkan beberapa bagian rumah seperti dinding bagian belakang atau sudut bangunan terbelah vertikal dan horizontal, bukaan retak lebar lebih dari 5 cm, beton dan besi tulangan sudah terbuka putus. Tapi penyebab pasti dan kelayakan lokasi tentu saja harus melalui ahli," tandasnya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.