TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Prof Eko Hadi Sujiono, calon rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) nomor urut 3, memiliki rekam jejak akademik mentereng di tingkat nasional hingga internasional.

Pada pencabutan nomor urut di Menara Pinisi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/102/2026), Prof Eko meraih nomor urut 3. 

Selain terlibat dalam penyusunan kebijakan pendidikan tinggi, ia tercatat menjadi reviewer pada 24 jurnal ilmiah sepanjang 2004–2026.

Di antara jurnal yang tercantum dalam daftar tersebut adalah Physica C dan Thin Solid Films yang diterbitkan Elsevier, Optical and Quantum Electronics dari Springer Nature, serta Royal Society Open Science.

Keterlibatan sebagai reviewer merupakan bagian dari proses penelaahan ilmiah atau peer review, yakni evaluasi naskah penelitian sebelum dipertimbangkan untuk diterbitkan oleh jurnal.

Baca juga: Boyong Pakar Material Dunia ke UNM, Terobosan Prof Eko Hadi Sujiono Panen Pujian Presiden MRS-ID

"Kita ingin membawa kampus UNM bisa melompat jadi bukan lagi berlari. Pemilihan rektor ini adalah kesempatan kita untuk sama-sama maju menuju kampus level dunia," ujarnya dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu ke tribun-timur.com. 

Sehingga, dia pun mengajak civitas akademika untuk sama-sama mewujudkan hal itu, UNM sebagai kampus level dunia. Dalam posisi dunia, UNM, berdasarkan webometrics.org, UNM berada di peringkat 1070 untuk level dunia dan 26 di Indonesia. 

UNM berada di bawah kampus eks IKIP, yakni Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Padang. 
Universitas Negeri Semarang,  Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Negeri Surabaya. 

Reviewer Jurnal Sejak 2004

Rekam jejak Prof Eko sebagai penelaah jurnal tercatat sejak 2004. Pada tahun tersebut, ia menjadi reviewer jurnal Physica C yang diterbitkan Elsevier dan jurnal Sains dan Pendidikan Fisika (JSPF).

Setahun kemudian, pada 2005, ia tercatat sebagai reviewer penelitian dan pengkajian mutu pendidikan dasar dan menengah melalui kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di LPMP Sulawesi Selatan.

Pada 2010, Prof Eko juga menjadi reviewer jurnal IPA dan Pembelajarannya Universitas Negeri Malang.

Kiprahnya berlanjut pada bidang teknologi material. Pada 2014–2019, ia tercatat sebagai reviewer di Konsorsium Sains Teknologi Material (Kosatem), khususnya Material Science and Engineering.

Pada 2019, namanya tercantum sebagai reviewer jurnal Thin Solid Films yang diterbitkan Elsevier.

Menelaah Jurnal Internasional

Daftar tersebut juga mencatat keterlibatan Prof Eko dalam penelaahan sejumlah jurnal internasional pada 2020 hingga 2026.

Pada 2020, ia menjadi reviewer jurnal Heliyon dan Journal of Fuel, yang tercantum dalam dokumen sebagai jurnal terbitan Elsevier.

Pada 2022, Prof Eko juga tercatat sebagai reviewer jurnal EVERGREEN dari Kyushu University. Daftar itu berlanjut pada 2023 melalui Journal of Physical Science, Journal of Solid State Chemistry, dan Optical and Quantum Electronics.

Pada 2024, jurnal yang tercantum dalam rekam jejaknya meliputi EVERGREEN – Joint Journal of Novel Carbon Resource Sciences & Green Asia Strategy, Current Organic Synthesis, Royal Society Open Science, serta ECS Journal of Solid State Science and Technology.

Selanjutnya, pada 2025, ia tercatat sebagai reviewer Makara Journal of Science, Forestry Ideas and Engineering, serta Biomass Conversion and Biorefinery.

Untuk 2026, daftar tersebut mencantumkan Environmental Management dan Journal of Energy Storage.

Keterlibatan dalam jurnal-jurnal tersebut memperlihatkan jangkauan aktivitas penelaahan ilmiah Prof Eko yang melintasi sejumlah bidang penelitian. 

Terlibat dalam Penyusunan Kebijakan Pendidikan Nasional

Selain menjadi reviewer jurnal, Prof Eko memiliki rekam jejak dalam berbagai tim kebijakan pendidikan tinggi di tingkat nasional.

Pada 2012, ia tercatat sebagai anggota Tim Inti Penyusun Kurikulum 2013 (K-13) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebelumnya, pada 2009–2010, ia terlibat dalam tim asesor Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta tim monitoring dan evaluasi program sertifikasi guru dalam jabatan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Ia juga pernah menjadi anggota Tim Penilai Angka Kredit Pusat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2011–2014, Tim Validasi Penilaian Jabatan Fungsional Dosen pada 2013–2019, serta tim layanan banding dan audiensi penilaian angka kredit dosen pada 2014–2019.

Di bidang pengembangan pendidikan tinggi, Prof Eko tercatat sebagai ketua tim penyusun rekomendasi kebijakan pengembangan sumber daya manusia pendidikan tinggi pada 2016–2017.

Ia juga terlibat sebagai reviewer Beasiswa Pendidikan Indonesia pada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada 2015–2019, serta reviewer untuk pembukaan program studi doktoral sejak 2020.

Catatan lainnya mencakup keterlibatan dalam penyusunan naskah akademik penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Kabupaten Gowa pada 2022 dan Tim Pengawas Integritas Akademik pada 2023–2024.(*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.