Laporan Indah
TRIBUNLOMBOK.COM – SD-TK Al Iqro’ Mataram menerapkan sistem prasmanan dalam pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) secara bertahap.
Selain memudahkan proses pembagian makanan, sistem ini dinilai dapat melatih siswa untuk mengantre, mandiri, dan bertanggung jawab.
Guru sekaligus penanggung jawab keberlangsungan program MBG di SD-TK Al Iqro’ Mataram, Farizal Hadiansyah (43), menjelaskan bahwa pembagian makanan dilakukan berdasarkan kelas. Setiap kelas mendapatkan paket tersendiri dengan sejumlah siswa yang membantu mengawasi proses pembagian.
Hal tersebut disampaikan Farizal saat diwawancarai pada Rabu (28/10/2026).
“Jadi, teknis pembagian prasmanannya per kelas dia,” kata Farizal.
Dalam pelaksanaannya, siswa yang bertugas membantu pembagian terlebih dahulu mendapatkan pengarahan dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setelah itu, siswa mengambil makanan dengan mengantre sebelum kembali ke kelas masing-masing untuk makan.
Sekolah juga menyediakan tempat untuk mengembalikan ompreng serta tempat sampah untuk membuang sisa makanan. Sisa makanan tersebut dipilah sebelum dibuang ke tempat yang telah disediakan.
Farizal mengatakan, persiapan pembagian MBG dengan sistem prasmanan membutuhkan waktu, terutama dalam proses pendistribusian hingga makanan siap disajikan. Meski demikian, pelaksanaannya memanfaatkan waktu istirahat siswa sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar.
“Alhamdulillah selama ini mulai dari awal sampai dengan hari ini, mereka juga belajar mengantre,” ujarnya.
Menurut Farizal, sistem tersebut memberikan nilai edukasi karena siswa tidak hanya menerima makanan, tetapi juga belajar bertanggung jawab terhadap peralatan makan masing-masing. Setelah selesai makan, siswa membuang sisa makanan dan mengembalikan ompreng ke tempat yang telah disediakan.
Uji coba awal sistem prasmanan dilakukan selama tiga hari, yakni Senin hingga Rabu. Setelah itu, pihak sekolah melakukan evaluasi sebelum melanjutkan penerapannya secara bertahap.
Pada tahap awal, sistem tersebut hanya diterapkan di kelas VI. Setelah mendapatkan respons positif dari sejumlah orang tua dan siswa, penerapannya diperluas ke kelas V dan VI.
“Karena responsnya positif, maka di yang kedua ini dilanjutkan di kelas lain juga. Sekarang kita mulai di kelas 5 juga dan kelas 6,” jelasnya.
Farizal menyebut penerapan sistem prasmanan direncanakan berlanjut ke kelas IV hingga seluruh rombongan belajar. Namun, pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap.
Ia menambahkan, melalui sistem tersebut, siswa juga belajar bersosialisasi dan saling membantu selama proses pembagian makanan berlangsung.
Farizal berharap sistem prasmanan dapat terus diterapkan karena dinilai memberikan manfaat bagi pembentukan kebiasaan positif siswa.
“Harapan kami ke depan, semoga teknis prasmanan ini bisa berlanjut,” katanya.
Baca juga: Terinspirasi Jepang, SD Al-Iqra Mataram Bagikan MBG Secara Prasmanan
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.