Laporan POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyalurkan air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan air akibat musim kemarau panjang.
Distribusi awal dilakukan di Kecamatan Atambua Selatan dengan menyasar sejumlah titik yang membutuhkan pasokan air bersih. Kamis (29/10/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belu, drg. Ansila Muti, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan setelah pihaknya menghimpun data dari sejumlah kecamatan terkait wilayah yang mengalami kekeringan.
“Setelah melalui beberapa saat musim kemarau panjang dan kami sudah mengumpulkan data terkait daerah-daerah yang memang mengalami kekeringan, terutama yang membutuhkan air, hari ini kami mulai membagikan air bersih,” kata Ansila.
Baca juga: Kadis Perpustakaan Belu Apresiasi Festival Literasi, Seni dan Bahasa Inggris Antarsekolah
Ia menjelaskan, BPBD memanfaatkan mobil tangki yang tersedia untuk membantu masyarakat sesuai kemampuan sarana yang dimiliki. Pada tahap awal, distribusi difokuskan di wilayah perkotaan, khususnya Wilayah Nufuak dan Asuulun Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan.
Menurut Ansila, kekurangan air bersih tidak hanya terjadi di Atambua Selatan, tetapi juga ditemukan di sejumlah kecamatan lainnya. Berdasarkan data sementara yang diterima BPBD, delapan kecamatan telah menyampaikan data awal mengenai wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih.
“Data dari beberapa kecamatan sudah masuk. Selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan camat untuk memperinci titik-titik yang harus kami datangi. Ini nantinya dilakukan bersama OPD lainnya,” ujarnya.
Ansila menambahkan, pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat di seluruh 12 kecamatan di Kabupaten Belu. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar penentuan wilayah prioritas dalam pendistribusian air bersih berikutnya.
Sementara itu, warga Kecamatan Atambua Selatan, Fenancio da Silva, mengungkapkan sulitnya mendapatkan air bersih selama musim kemarau membuat warga harus mencari cara agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.
Salah satunya dengan mengumpulkan uang secara bersama-sama untuk membeli air bersih yang dijual menggunakan mobil tangki.
“Untuk membeli air bersih, kami terpaksa mengumpulkan uang secara bersama-sama untuk membeli air yang dijual menggunakan mobil tangki berkapasitas 5000 liter dengan harga Rp100.000 hingga Rp120.000 per tangki.
Air yang dibeli itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena sumber air yang ada sangat terbatas,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan tempat penampungan air juga menjadi persoalan bagi warga. Bahkan, untuk menampung air, warga harus memanfaatkan terpal sebagai penampung sementara yang digunakan bersama oleh lima kepala keluarga (KK).
"Kondisi ini membuat kami harus mengatur penggunaan air agar persediaan yang ada dapat mencukupi kebutuhan seluruh keluarga," tuturnya.
Menurutnya, bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Belu sangat membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan air akibat musim kemarau.
Ia berharap pendistribusian air bersih dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
“Kami berharap bantuan air bersih ini bisa terus dilakukan selama musim kemarau, karena air sangat penting untuk minum, memasak, dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” harapnya. (gus)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.