TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Deretan boneka dengan wajah dan busana klasik menyambut pengunjung yang memasuki Gatto Cat & Antique Doll Cafe Medan. 

Sebagian di antaranya bahkan telah berusia hampir seabad, tetapi masih terawat dan menjadi bagian dari koleksi yang dipajang di kafe tersebut.

Kafe yang ada di Jalan Gn Seulawah No. 22 Medan ini menjadi tempat bagi pengunjung yang ingin menikmati kuliner sekaligus melihat koleksi boneka vintage berusia puluhan tahun.

Owner Gatto Cat & Antique Doll Cafe Medan, Elka, mengatakan konsep tersebut berangkat dari hobinya mengoleksi boneka antik yang telah dijalani sejak berusia 18 tahun.

Koleksi yang awalnya menjadi hobi pribadi itu kemudian dikembangkan menjadi sebuah kafe dengan konsep seni dan barang-barang vintage.

“Karena kita memang sudah mengumpulkan boneka puluhan tahun, akhirnya terpikir mau diapakan. Jadi, kita buat konsep memadukan boneka vintage dengan kucing,” ujar Elka.

Gatto Cat & Antique Doll Cafe Medan memiliki tiga area, yakni area koleksi boneka, area kafe kucing, dan area outdoor.

Pembagian ini memberikan pilihan bagi pengunjung sesuai minat masing-masing.

Pengunjung yang menyukai kucing dapat menghabiskan waktu di area cat cafe. Sementara itu, mereka yang ingin menikmati suasana tanpa kucing bisa memilih area boneka atau outdoor.

Saat ini, terdapat hampir 200 boneka yang dipajang di kafe tersebut. Koleksinya terdiri dari berbagai ukuran, bahan, dan karakter, dengan sebagian besar berasal dari Jerman dan negara-negara Eropa lainnya, termasuk Belanda dan Amerika Serikat.

Beberapa boneka bahkan diproduksi pada era 1920-an hingga 1940-an. Salah satu koleksi tertuanya berasal dari 1925.

Elka mengaku tertarik mengoleksi boneka berdasarkan bentuk, usia, dan keunikan masing-masing, bukan karena makna tertentu.

“Saya suka boneka yang sudah tua. Kalau melihat boneka yang bagus, unik, dan masih terawat meskipun sudah berusia puluhan tahun, saya tertarik untuk membelinya,” katanya.

Ia juga menyukai boneka dengan karakter dan warna kulit yang eksotis. Menurutnya, keunikan tersebut menjadi daya tarik tersendiri di antara koleksi yang dimilikinya.

Selain boneka, kafe ini turut memajang lukisan dan berbagai barang antik yang dikumpulkan Elka saat bepergian ke sejumlah daerah dan negara.

Ia mengaku lebih senang mengunjungi pasar barang antik dibandingkan pusat perbelanjaan ketika sedang berlibur. Dari tempat-tempat tersebut, ia kerap menemukan lukisan, piring hias, dan benda vintage lainnya untuk menambah koleksi pribadi.

Memiliki koleksi boneka berusia puluhan tahun membuat Elka harus memberikan perhatian khusus dalam perawatannya.

Ia mengatakan, boneka-boneka tersebut dibersihkan secara rutin menggunakan kemoceng agar debu tidak menempel terlalu lama. Jika terdapat bagian yang kotor, boneka cukup dibersihkan menggunakan kain sedikit basah.

Perawatan dilakukan dengan hati-hati, terutama untuk boneka berbahan porselen dan material lama yang rentan rusak.

“Setiap hari harus rajin dibersihkan supaya debunya tidak lengket. Kalau sudah menempel, akan lebih sulit dibersihkan,” jelasnya.

Pengunjung juga diperbolehkan melihat koleksi dari dekat. Namun, untuk menyentuh atau memegang boneka, sebaiknya didampingi staf agar koleksi tetap aman, terutama ketika anak-anak berkunjung.

Elka menyebutkan, penataan boneka dilakukan sendiri olehnya. Posisi koleksi terkadang diubah agar suasana kafe tidak monoton, termasuk menyesuaikan dekorasi dengan perayaan tertentu seperti Natal dan Halloween.

Ia mengaku pernah menghadirkan dekorasi boneka bertema horor saat Halloween. Namun, karena sebagian pengunjung merasa takut, konsep tersebut disesuaikan kembali.

Elka juga menegaskan bahwa koleksi boneka di kafenya merupakan barang koleksi pribadi yang dipelihara dengan baik.

Menurutnya, anggapan sebagian orang bahwa boneka antik memiliki unsur mistis merupakan pandangan masing-masing. Selama kafe beroperasi, ia mengaku tidak pernah mengalami kejadian aneh yang berkaitan dengan koleksi tersebut.

Bisa Bermain dengan Kucing yang Lucu

Tidak hanya menawarkan koleksi boneka antik, Gatto Cat & Antique Doll Cafe Medan juga memiliki 10 kucing peliharaan yang dapat ditemui pengunjung di area khusus.

Kucing-kucing tersebut merupakan peliharaan Elka yang dipilih berdasarkan ketertarikannya terhadap karakter dan penampilan kucing.

Jenis yang mendominasi koleksi di antaranya Maine Coon dan Persia, serta beberapa jenis kucing lainnya.

Elka mengatakan, Maine Coon menjadi salah satu jenis yang disukainya karena memiliki tubuh besar dan karakter yang manja.

Untuk menu makanan, kafe ini menawarkan beragam pilihan, termasuk nasi goreng, nasi bakar, dan nasi goreng tom yam yang cukup diminati pengunjung.

Sementara untuk minuman, tersedia aneka kopi, jus, dan matcha dengan harga yang relatif terjangkau.

“Pilihan menunya cukup banyak. Untuk harga makanan dan minuman, kisarannya sekitar Rp 20.000 sampai Rp 45.000,” ujarnya.

Kafe yang mulai beroperasi pada 3 September tahun lalu itu juga menghadirkan pilihan kostum bertema Eropa untuk pengunjung yang ingin berfoto.

Dalam program yang sedang ditawarkan, pengunjung cukup berbelanja minimal Rp 100.000 per orang untuk mendapatkan kesempatan berfoto menggunakan kostum yang disediakan. Saat ini tersedia tiga pilihan kostum perempuan, sementara riasan dilakukan sendiri oleh pengunjung.

Melalui perpaduan koleksi boneka antik, barang vintage, dan kucing peliharaan, Elka berharap Gatto Cat & Antique Doll Cafe Medan dapat menjadi ruang bagi pengunjung untuk menikmati kuliner sekaligus mengenal beragam benda koleksi yang memiliki nilai sejarah dan keunikan tersendiri.

(cr26/tribun-medan.com)

 

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.