SRIPOKU.COM, PRABUMULIH – Seekor anakan lutung kelabu berusia sekitar tiga bulan ditemukan warga dalam kondisi terpisah dari induk dan kelompoknya di pinggir jalan Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, pada 17 Oktober 2026 malam.
Satwa berjenis kelamin jantan tersebut kemudian diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan dan kini menjalani perawatan di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Punti Kayu, Palembang.
Kepala BKSDA Sumsel, Daniwari Widiyanto, mengatakan anakan lutung kelabu itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Soleh.
Saat ditemukan, satwa tersebut tidak bersama induk maupun kelompoknya. Khawatir dengan kondisinya, Soleh membawa anakan lutung itu ke rumah untuk diamankan sementara sambil mencari tahu jenis satwa yang ditemukannya.
"Karena khawatir dengan kondisi satwa tersebut, Soleh membawanya ke rumah untuk diamankan sementara sembari mencari tahu jenis satwa yang ditemukan," ujar Dani saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2026).
Setelah mencari informasi, Soleh mengetahui bahwa satwa tersebut merupakan lutung kelabu (Trachypithecus cristatus), salah satu satwa yang dilindungi.
Soleh kemudian menghubungi layanan pusat panggilan BKSDA Sumsel pada 17 Oktober 2026 pukul 19.47 WIB untuk melaporkan penemuan tersebut sekaligus menyerahkan satwa kepada petugas.
Petugas BKSDA Sumsel selanjutnya mengevakuasi anakan lutung kelabu itu pada 20 Oktober 2026 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Petugas BKSDA Sumsel selanjutnya melakukan evakuasi terhadap anakan lutung kelabu tersebut pada 20 Oktober 2026. Saat ini, satwa tersebut menjalani perawatan di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Punti Kayu," jelas Dani.
Kondisi Bayi Lutung Kelabu Terpantau Sehat, tetapi Stres
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan observasi fisik dari luar, kondisi anakan lutung kelabu tersebut dinyatakan sehat.
Meski demikian, satwa berusia sekitar tiga bulan itu masih mengalami sedikit stres karena usianya yang sangat muda dan tidak bersama induknya.
Anakan lutung tersebut juga dilaporkan hanya sedikit menyusu dan terpantau kurang aktif.
Petugas BKSDA Sumsel akan terus melakukan observasi serta memberikan perawatan sesuai kondisi dan perkembangan satwa tersebut.
Penanganan ini dilakukan untuk memantau kondisi anakan lutung kelabu selama menjalani perawatan di pusat rehabilitasi satwa.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.