TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kabut asap masih menyelimuti wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), yang menyebabkan jarak pandang mendatar kurang dari 5 kilometer (km).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultra memprakirakan kondisi tersebut berpotensi berlangsung pada 27-29 Oktober 2026.

Prakiraan ini berdasarkan hasil observasi dan pemantauan citra satelit Himawari-9 pada 26 Oktober 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari, Heri Purnomo, mengatakan pola angin yang bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 2-15 knot membawa asap dari luar Sultra, terutama Papua Selatan, Maluku, dan sekitarnya. 

Asap tersebut kemudian bercampur dengan sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sultra.

Baca juga: Kabut Asap Sedang Sampai Tidak Sehat Masih Selimuti Sulawesi Tenggara: Kendari, Konawe, Kolaka, Muna

Sementara itu, pemantauan satelit menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada 25 Oktober 2026, terdapat 258 titik panas di Sultra dengan tingkat kepercayaan rendah hingga tinggi.

Hotspot ini terdeteksi di tiga kabupaten, yakni Bombana sebanyak tiga titik, Konawe satu titik, dan Kolaka Utara satu titik.

“Titik panas merupakan anomali suhu yang terdeteksi satelit dan bukan merupakan konfirmasi adanya kebakaran di lokasi tersebut,” jelas Heri, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan prakiraan indeks kualitas udara dari konsentrasi PM2.5, kualitas udara di Sultra pada 27–29 Oktober 2026 berpotensi berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat.

Konsentrasi PM2.5 kategori sedang berkisar 15,5-55,4 mikrogram per meter kubik, sedangkan kategori tidak sehat berada pada rentang 55,5-150,4 mikrogram per meter kubik. 

Baca juga: Nelayan Konawe Tak Kunjung Pulang saat Memancing, Ternyata Menginap di Konut Terjebak Kabut Asap

“Kondisi tersebut diprakirakan dapat berulang selama beberapa hari ke depan,” tuturnya.

BMKG Sultra mengimbau masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, dan menutup jendela ketika asap terasa pekat.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita gangguan pernapasan, disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Adapun pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan diminta tetap waspada terhadap penurunan jarak pandang. 

“Pengguna kendaraan dan operator kapal disarankan menyalakan lampu apabila kondisi tersebut terjadi secara signifikan,” jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.