Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polda Jabar menginstruksikan seluruh jajarannya tetap bersikap santun dan tak arogan saat menggelar penindakan dalam Operasi Patuh Lodaya 2026. Penindakan di lapangan akan mengedepankan tilang elektronik (ETLE) dan teguran.
Wakapolda Jabar, Brigjen Rachmad Iswan Nusi mengingatkan anggota di lapangan supaya tak melakukan tindakan kontraproduktif yang bisa merugikan masyarakat maupun menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
"Hindari perilaku arogan serta tindakan kontraproduktif. Laksanakan setiap tindakan secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya, Senin (26/10/2026).
Dirlantas Polda Jabar, Kombes Raydian Kokrosono menambahkan Operasi Patuh Lodaya 2026 ini dimulai dari Senin (26/10/2026) sampai Minggu (8/11/2026). Dia juga menegaskan bahwa pemberlakuan tilang elektronik (ETLE) sudah sejak lama berjalan dan tak pernah berhenti.
"Ya hari ini dimulai operasi patuh Lodaya 2026," katanya singkat.
Ada lima poin penekanan dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026. Pertama, jadikan keselamatan sebagai prioritas utama.
Kedua, kedepankan edukasi dan pendekatan humanis. Ketiga, laksanakan penegakan hukum secara tegas, adil, dan bertanggung jawab.
Keempat, perkuat koordinasi dan kerja sama lintas instansi. Kelima, laksanakan pengawasan dan pengendalian secara melekat dan berjenjang.
Adapun sasaran khusus dalam operasi ini yang perlu diketahui, antara lain tak menggunakan helm berstandar SNI, tak menggunakan safety belt, menggunakan ponsel saat berkendara, melawan arus lalu lintas, berkendara di bawah umur, menggunakan knalpot tak sesuai spesifikasi teknis, dan berkendara dalam pengaruh alkohol.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.