TRIBUNNEWS.COM – Proyek ambisius Como 1907 terus menunjukkan perkembangan, baik dari sisi performa tim maupun peningkatan nilai pasar pemain.
Di bawah kepemimpinan Presiden Mirwan Suwarso dan arahan pelatih Cesc Fabregas, klub milik pengusaha Indonesia tersebut berupaya membangun kekuatan sepak bola yang mampu bersaing dengan tim-tim papan atas Italia dan Eropa.
Pertumbuhan nilai skuad menjadi salah satu indikator perkembangan Como.
Berdasarkan data dari Gazzetta dello Sport, Como mencatatkan peningkatan nilai total pemain terbesar di antara tujuh tim teratas liga sejak musim 2025/2026
Dalam periode September 2025 hingga Februari 2026, nilai estimasi skuad Como meningkat dari 268 juta euro menjadi 328 juta euro (sekitar Rp6,6 triliun). Artinya, terdapat kenaikan sebesar 60 juta euro.
Peningkatan itu tidak terlepas dari strategi pengembangan pemain muda yang menjadi bagian penting dalam proyek klub.
Nama Nico Paz menjadi salah satu contoh, bersama Ramon yang juga direkrut dari Real Madrid.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa proyek Como tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga pada peningkatan kualitas pemain dan nilai aset klub dalam jangka panjang.
Nilai Skuad Como Tembus Rp9,8 Triliun
Pertumbuhan Como juga terlihat dari besarnya nilai pasar skuad mereka.
Berdasarkan data Transfermarkt, nilai keseluruhan pemain Como mencapai sekitar Rp9,8 triliun per November 2026.
Angka tersebut menempatkan Como dalam jajaran klub dengan nilai skuad terbesar di Italia, tepat di bawah Inter Milan dan Juventus.
Inter Milan menempati posisi teratas dengan nilai skuad sekitar Rp12,8 triliun. Sementara itu, Juventus berada di urutan berikutnya dengan estimasi nilai sekitar Rp10,6 triliun.
Padahal awal mula Como mentas di Serie A musim 2024/2025, mereka hanya memiliki nilai skuad Rp3,5 triliun.
Baca juga: Mengenal Como 1907, Klub Italia Milik Orang Indonesia yang Jadi Sensasi di Liga Champions
Besarnya nilai skuad Como menjadi gambaran perkembangan klub yang relatif pesat.
Dalam proyek yang didukung keluarga Hartono, investasi tidak hanya diarahkan untuk memperkuat tim utama, tetapi juga membangun fondasi klub agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Total investasi awalnya mencapai sekitar 390 juta euro.
Ambisi Como pun melampaui sepak bola semata, dengan mengintegrasikan olahraga, pariwisata, mode, media, dan gaya hidup untuk membangun ekosistem bisnis di wilayah tersebut.
Cesc Fabregas Apresiasi Visi Mirwan Suwarso
Pelatih Como, Cesc Fabregas, turut menyoroti pentingnya kesamaan visi dan kepercayaan dalam membangun proyek klub.
Mantan pemain tim nasional Spanyol itu mengungkapkan bahwa keputusannya bergabung dengan Como tidak terlepas dari proyek jangka panjang yang ditawarkan manajemen.
Fabregas awalnya datang ke Como untuk mengakhiri karier sebagai pemain.
Setelah itu, ia dipercaya menangani tim Primavera sebelum memperoleh kesempatan melatih tim utama.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari prosesnya dalam membangun karier kepelatihan sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan Como.
"Saya datang ke sini demi proyek klub dan untuk mengakhiri karier sebagai pemain. Saya kemudian dipercaya memegang tim Primavera. Dalam dunia pelatih, tidak ada yang diberikan secara cuma-cuma, apa pun visi Anda," kata Fabregas seusai pertandingan melawan Manchester United, dikutip dari Sky Sport.
Fabregas juga menyampaikan apresiasi kepada Mirwan Suwarso dan Mirwan Ludi.
Menurutnya, kesamaan filosofi sepak bola serta kepercayaan antara pelatih dan manajemen menjadi faktor penting dalam menjalankan proyek Como.
"Saya sangat beruntung bekerja bersama Pak Suwarso dan Mirwan Ludi. Mereka adalah sosok luar biasa yang memahami filosofi saya. Kami memiliki visi sepak bola yang sama, saling percaya, dan siap melangkah bersama dalam suka maupun duka," tambahnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan pentingnya hubungan antara tim pelatih dan manajemen dalam membangun klub.
Bagi Fabregas, keselarasan visi menjadi fondasi untuk menjalankan rencana jangka panjang, terutama ketika tim menghadapi tantangan dan hasil yang tidak selalu sesuai harapan.
Fabregas Tetap Realistis soal Ambisi Como
Meski perkembangan Como menunjukkan tren positif, Fabregas tidak ingin timnya terburu-buru menetapkan target yang terlalu tinggi.
Ia menyadari bahwa bersaing dengan klub-klub besar Eropa membutuhkan proses, konsistensi, dan kesiapan seluruh elemen tim.
Ketika ditanya mengenai kemampuan Como bersaing dengan tim-tim papan atas Eropa, Fabregas memilih menekankan pentingnya kerendahan hati dan kerja keras.
"Saya tidak tahu apakah kami bisa bersaing dengan semua tim. Yang terpenting adalah menjaga kerendahan hati. Kami selalu bersiap dan bertarung sekuat tenaga, seperti yang kami tunjukkan saat melawan Inter di Coppa Italia musim lalu," tutur Fabregas.
Menurutnya, organisasi permainan merupakan salah satu aspek utama yang harus dijaga Como.
Namun, keyakinan para pemain juga tidak kalah penting, terutama ketika mereka menghadapi lawan dengan reputasi besar.
"Bagi saya, organisasi tim adalah kunci. Namun yang paling krusial adalah keyakinan para pemain. Menghadapi nama besar seperti Manchester United, ditambah fakta bahwa banyak pemain kami yang baru merasakan atmosfer Liga Champions, tekanan itu tentu ada. Namun, kepercayaan diri mereka membuat pertandingan berjalan sempurna," jelasnya.
Bagi Como, perkembangan nilai skuad dan kepercayaan terhadap proyek klub merupakan bagian dari perjalanan panjang untuk membangun daya saing.
Dukungan pemilik, kepemimpinan Mirwan Suwarso, serta filosofi Fabregas menjadi unsur penting dalam arah pengembangan tersebut.
(Tribunnews.com/Ali)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.