BANJARMASINPOST.CO.ID - PSPS Pekanbaru yang kalah 1-2 lawan PSIS Semarang di laga pertama, kini mengharu biru di kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship 2026-2027.

Tim yang bermarkas di Stadion Kaharudin Nasution (atau Stadion Rumbai) Kota Pekanbaru, Riau itu, membukukan enam kemenangan beruntun di Grup A atau Wilayah Barat.

Masing-masing 2-1 atas Persiraja, 1-2 atas Sumsel United, 0-1 atas Semen Padang FC,  2-1 atas PSMS Medan, 4-1 atas Persiku Kudus, dan yang terbaru 2-3 atas Persikad Depok.

Baca juga: Profil Wasit Ginanjar Rahman Latief yang Disebut Ucap Kata Tak Pantas kepada Pemain PSPS Pekanbaru

Rentetan kemenangan itu membawa tim berjulukan Askar Batuah kokoh di puncak klasemen sementara Grup A dengan 18 poin. Unggul enam angka atas Persikad di posisi kedua.

Bila mampu tampil konsisten, PSPS jadi kandidat kuat tim promosi ke Liga 1 atau Super League musim 2027-2028 mendatang. 

Saat ini, sorotan publik bola tertuju pada Akhyar Ilyas (42), pelatih kepala PSPS Pekanbaru.

Akhyar Ilyas merupakan pelatih pemegang lisensi A-AFC. Pria kelahiran 1 Desember 1983 dan putra asli Aceh itu, sudah menangani beberapa klub sepak bola. 

Di antaranya Persiraja Banda Aceh (2018),  Galacticos FC (2022), Borneo FC (asisten pelatih, 2024), Persiraja (September 2024-Januari 2026).

Per 1 Juli, Akhyar Ilyas resmi menukangi PSPS Pekanbaru (sebelumnya dikenal sebagai PSPS Riau).

Lewati Rekor Teco

Catatan enam kemenangan Akhyar Ilyas bersama PSBS, lampaui pencapaian Stefano Cugurra atau Teco bersama Barito Putera. 

Pada Liga 2 musim 2025-2026, Teco bawa Laskar Antasari memenangi lima laga berturut-turut dan tanpa kebobolan.

Yakni lawan Kendal Tornado FC (1-0), Deltras FC (0-1), Persipal FC Palu (5-0), PSIS Semarang (0-1) dan Persiku Kudus (0-2).

Tapi pada laga pekan keenam, Barito Putera kalah 0-1 oleh Persela Lamongan di Stadion Demang Lehman, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel.

Samai Pencapaian Dua Pelatih

Rekor Teco telah terlampaui, kini Akhyar menyamai pencapaian dua pelatih lainnya. Yaitu Hendri Susilo dan Ansyari Lubis.

Hendri Susilo membawa Persiraja Banda Aceh mencatatkan rekor sejarah enam kemenangan beruntun pada kompetisi Liga 2 musim 2019.

Kala itu, Laskar Rencong menang 2-1 atas PSPS, 2-1 atas Perserang Banten, 2-1 atas
Cilegon United, 3-2 atas PSGC Ciamis, 1-0 atas Persita Tangerang dan 2-1 atas Blitar Bandung United.

Rekor fantastis ini terhenti pada akhir Juli 2019 setelah PSPS takluk 0-1 dari Sriwijaya FC.

Tapi  Hendri Susilo sukses membawa Persiraja promosi ke Liga 1 di akhir musim 2019.

Bawa PSS Naik Kasta

Pelatih lain yang mencatatkan reko serupa adalah Ansyari Lubis saat membesut PSS Sleman di Liga 2 musim 2025-2026.

Masing-masing menang 2-1 atas Persiba Balikpapan, 1-3 atas Persiku Kudus, 1-0 atas Deltras FC, 0-3 atas Persipa FC Palu, 3-1 atas Kendal Tornado FC dan 0-5 atas PSIS Semarang.

Rekor kemenangan beruntun tim berjulukan Super Elang Jawa  akhirnya terhenti di pekan ketujuh saat mereka takluk 1-2 di kandang Persela Lamongan.

Meski begitu, Uwak, sapaan Ansyari Lubis, berhasil membawa PSS Sleman kembali ke Liga 1 dengan predikat sebagai runner up Liga 2, usai kalah di final lawan Garudayaksa FC.

Menarik dinanti, apakah Akhyar Ilyas bersama PSPS Pekanbaru mampu torehkan rekor baru kemenangan terpanjang di Liga 2 musim ini.

(Banjarmasinpost.co.id)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.