Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pemanfaatan energi listrik Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN untuk memperluas infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) turut digemborkan komunitas sebagai upaya mendorong energi hijau di Provinsi Lampung.
Komunitas Sepeda/Motor Listrik (KOSMIK) Lampung yang sudah eksis sejak 2023 mendesak pemerataan infrastruktur SPKLU terutama di jalur wisata atau jalur lintasan yang menjadi tujuan masyarakat.
Ketua KOSMIK Lampung Andrie Panji Indra mengatakan, jumlah kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) harus sejalan dengan infrastruktur pendukungnya yaitu SPKLU.
"Karena akan meningkatkan minat masyarakat untuk membeli motor listrik dan mempermudah perjalanan pengguna motor listrik. Tidak hanya bagi masyarakat Lampung tapi masyarakat luar daerah seperti dari Jakarta, Palembang hingga Surabaya yang berkunjung atau melewati Provinsi Lampung.
Dia menyoroti masih terbatasnya ketersediaan SPKLU di sejumlah destinasi wisata, salah satunya di kawasan Krui, Kabupaten Pesisir Barat.
Menurut Andrie, keterbatasan fasilitas pengisian daya menjadi tantangan bagi pengguna kendaraan listrik terutama motor yang ingin melakukan perjalanan jarak jauh, khususnya dari Bandar Lampung menuju Pesisir Barat maupun sebaliknya.
Ia mencontohkan jalur melalui Tanggamus, termasuk kawasan Tanjakan Sedayu, yang masih membutuhkan dukungan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik. Itu dialaminya saat ia bersama komunitas melakukan touring (perjalanan) akhir Mei lalu.
Kondisi tersebut membuat pengguna kendaraan listrik harus merencanakan perjalanan dengan cermat agar tidak mengalami kesulitan ketika daya baterai menipis di tengah perjalanan.
“Jarak perjalanan sekitar 250 kilometer membutuhkan perencanaan pengisian daya yang matang. Dengan kondisi infrastruktur saat ini, pengguna bisa harus melakukan pengisian daya hingga empat kali, bergantung pada kapasitas baterai dan konsumsi energi kendaraan,” katanya.
Jika menggunakan SPKLU dengan daya 50 kW, durasi pengisian tetap bergantung pada kapasitas baterai, kondisi baterai, serta kemampuan kendaraan menerima daya.
Ketersediaan SPKLU di titik-titik strategis menjadi kebutuhan penting untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik.
Menurutnya, penguatan infrastruktur tersebut perlu diarahkan ke kawasan wisata unggulan Lampung, termasuk Krui, Pesisir Barat (Pesibar) yang dikenal dengan potensi wisata pantainya. Bahkan komunitasnya mendukung dengan adanya kemitraan SPKLU PLN.
"Kami sangat mendukung percepatan penambahan titik SPKLU di Lampung. Tetapi untuk melibatkan dunia usaha, perlu diberikan kemudahan dan biaya yang bersaing. Karena provider SPKLU swasta seperti Voltron, Starvo, Casion dan lainnya telah memberikan kerjasama yang sangat bersaing dan berkembang di Pulau Jawa," paparnya.
Ia kembali menekankan, kehadiran SPKLU di jalur menuju destinasi wisata dapat membantu wisatawan pengguna kendaraan listrik melakukan perjalanan tanpa khawatir terhadap keterbatasan daya baterai.
Pemerataan SPKLU menurut Andrie berpotensi mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Wisatawan akan memiliki lebih banyak pilihan transportasi yang ramah lingkungan, sementara pelaku usaha lokal dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan.
Ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang mudah dijangkau, andal, dan tersebar di jalur utama antarkabupaten akan menjadi bagian penting dari transisi menuju energi yang lebih bersih.
(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia Markhamah)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.