TRIBUNPEKANBARU.COM - Nasib empat anak dari Lu’Lu Atunni’mah (38), ibu tunggal di Ponorogo yang viral usai ditemukan meninggal dunia di atas sepeda motor, dipastikan akan tetap diasuh oleh pihak keluarga.
Peristiwa pilu yang terjadi di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, tepat di utara Polsek Slahung pada Sabtu (17/10/2026) lalu tersebut menyita perhatian publik lantaran sang anak bungsu yang masih berusia 3,5 tahun berada di lokasi saat ibunya menghembuskan napas terakhir.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) kini memfokuskan pendampingan psikologis khusus bagi sang balita.
Kabid PPPA Dinsos PPPA Ponorogo, Aida Fitriana, membeberkan bahwa proses trauma pemulihan (trauma healing) akan dilakukan begitu situasi duka di rumah keluarga korban mulai kondusif.
"Iya nanti kita dampingi kalau situasi duka sudah mulai reda. Layanan pemeriksaan psikolog anak sudah kami siapkan di PPPA," terang Aida, Kamis (22/10/2026).
Biaya Diampu Bibi dari Jakarta, Tiga Anak Tetap Nyantri
Keempat anak almarhumah masing-masing berinisial JN (12), FF (11), ZK (5), serta sang bungsu MA (3,5).
Berdasarkan kesepakatan keluarga besar, kakak kandung almarhumah bersedia menjadi pengasuh utama di Ponorogo, sementara seluruh biaya kebutuhan hidup dan pendidikan ditanggung oleh bibi mereka yang berdomisili di Jakarta.
Tiga anak tertua almarhumah diketahui saat ini menimba ilmu di Pondok Pesantren Mambaul Hisan, sedangkan si bungsu tinggal di rumah Desa Jebeng, Kecamatan Slahung.
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, turut menjamin bahwa pemerintah daerah hadir untuk memastikan keberlanjutan pendidikan dan pemenuhan hak-hak keempat anak yatim piatu tersebut.
"Kami hadir untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan perlindungan, perhatian, pendidikan, dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik," ditegaskan Lisdyarita.
Perjuangan Tangguh Dua Tahun Jualan Daun Pisang dan Kain Perca
Wafatnya Lu’Lu Atunni’mah meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Jebeng. Tetangga mengenal almarhumah sebagai sosok pekerja keras yang tak kenal lelah demi menghidupi empat buah hatinya seorang diri.
Sejak dua tahun terakhir pasca-berpisah, Lu'lu' melakoni berbagai pekerjaan halal mulai dari berjualan daun pisang keliling ke pedagang pasar, kain perca, hingga rujak buah dan asinan.
"Pekerja keras sekali. Sampai cari daun pisang untuk dijual ke pedagang-pedagang. Semua dikerjakan demi anak-anaknya," tutur Ahmad Iqdam Muslihuddin, tetangga almarhumah.
Pihak Dinsos PPPA menilai pengasuhan di lingkungan kerabat merupakan opsi terbaik bagi tumbuh kembang anak ketimbang harus dirawat di lembaga kesejahteraan sosial (panti).
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.