TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kabut asap masih menyelimuti hampir seluruh wilayah Kabupaten Bengkalis.

Dari pantauan BPBD Bengkalis kabut asap sejak pagi, Kamis (23/10/2026) ini masih terasa secara kasat mata, namun kondisi kabut tipis.

Jarak padang di jalan juga tidak terganggu, hanya saja pandangan masih kabur karena samar samar asap masih terlihat.

Hal ini diungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bengkalis Rony Afriadi kepada tribunpekanbaru.com, Kamis siang.

Menurut dia, setiap kecamatan pantauan hari ini masih berkabut tipis, kondisi hampir sama seperti kemarin belum ada perubahan signifikan secara kasat mata.

"Merata seperti kemarin di seluruh kecamatan, kondisi dari kemarin belum ada hujan juga yang terjadi di wilayah Bengkalis secara menyeluruh," terangnya.

Kondisi cuaca terpantau beberapa wilayah masih dalam kondisi panas.

Sinar matahari masih bisa di rasakan meskipun dalam keadaan berkabut. 

Rony mengatakan, kabut asap yang terjadi merupakan asap kiriman, sehingga jikapun hujan terjadi tidak serta merta menghapus kabut asap yang menyelimuti di wilayah Bengkalis.

Kecuali hujan terjadi di wilayah yang terjadi Karhutla baru bisa membuat asap hilang sepenuhnya.

"Kalau masih terjadi Karhutla di daerah Sumsel, Jambi, lampung. Sepertinya kita akan dapat terus kiriman asapnya," tambahnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengkalie, Marngatin mengatakan, kondisi kualitas udara Bengkalis berdasarkan data stasiun pemantauan kualitas udara ambien (SPKUA) di kantor DLH Bengkalis kualitas udara kembali menurun dibandingkan hari kemarin.

"Hari ini naik lagi polutan udaranya di angka 212, indikator kualitas udara menjadi sangat tidak sehat. Padahal beberapa hari lalu sudah sempat membaik meskipun masih berada di indikator kuning atau tidak sehat," jelasnya.

Marngatin mengatakan, kualitas udara Bengkalis memang beberapa pekan terakhir naik turun. Kabut asap yang muncul merupakan asap kiriman dari daerah lain.

"Meskipun hujan terjadi, asap tetap akan muncul karena merupakan asap kiriman," jelasnya.

Lebih lanjut Marngatin mengatakan, saat ini angin yang terjadi merupakan angin timur laut.

Pergerakan angin mengarah ke wilayah Bengkalis sehingga asap Karhutla dari daerah lain mengarah ke wilayah Bengkalis.

"Perkiraan angin timur laut ini akan berlangsung hingga Desember mendatang. Ini membuat selagi ada Karhutla wilayah daratan Sumatera,basap yang muncul akan terbawa angin ke wilayah Bengkalis," tambahnya.

Untuk itu pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi kesehatan dengan mengurangi aktifitas di luar rumah serta banyak mengonsumsi air putih.

Keluar rumah harus menggunakan masker agar terhindar dari polutan udara karena asap.

"Kesadaran penggunaan masker ini masih kurang di Bengkalis. Kita minta masyarakat harus lebih peduli lagi dengan penggunaan masker, karena kondisi asap sepertinya akan lebih lama karena arah angin masih ke kita, kecuali Karhutla yang terjadi di wilayah Sumatera ini bisa dipadamkan secara menyeluruh," tambahnya. (Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.