TRIBUNNEWS.COM - Juventus mulai menghadapi tekanan setelah mengawali kompetisi Serie A 2026-2027 dengan hasil yang belum memuaskan.
Kekalahan telak 0-3 dari Lazio di Allianz Stadium, Minggu (18/10/2026), membuat posisi pelatih Luciano Spalletti menjadi sorotan.
Hasil tersebut memunculkan kembali pembicaraan mengenai kemungkinan pergantian pelatih di tubuh Bianconeri.
Sejumlah nama pun mulai dikaitkan dengan kursi pelatih Juventus, baik sebagai solusi darurat jika situasi memburuk maupun sebagai bagian dari proyek jangka panjang klub.
Nama Antonio Conte dan Stefano Pioli menjadi pilihan yang berpotensi dipertimbangkan jika Juventus membutuhkan pelatih baru dalam waktu dekat.
Sementara itu, Simone Inzaghi dan Francesco Farioli muncul sebagai kandidat untuk membangun proyek yang lebih panjang, terutama jika Spalletti gagal memenuhi target pada akhir musim.
Baca juga: Fabrizio Romano Ikut Bicara tentang Rumor Antonio Conte ke Manchester United
Kekalahan dari Lazio membuat Juventus baru mengoleksi 11 poin dari tujuh pertandingan Serie A musim ini. Mereka mencatatkan tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan.
Catatan tersebut bahkan lebih buruk dibandingkan awal musim 2025-2026 ketika Juventus masih ditangani Igor Tudor.
Pada periode yang sama musim lalu, Bianconeri mengumpulkan 12 poin dari tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan.
Tudor akhirnya dipecat setelah pertandingan kedelapan Serie A musim lalu. Spalletti kemudian ditunjuk sebagai penggantinya pada 30 Oktober 2025.
Perbandingan tersebut membuat situasi Spalletti semakin mendapat perhatian. Terlebih, Juventus kini tertinggal delapan poin dari Inter Milan dan Lazio yang berada di papan atas klasemen.
Suasana di Allianz Stadium juga memanas setelah kekalahan dari Lazio. Sejumlah suporter meluapkan kekecewaan dengan sorakan kepada tim, sekaligus memunculkan tuntutan agar klub mempertimbangkan pergantian pelatih.
Namun, laporan Sky Sport Italia, Corriere dello Sport, dan Tuttosport menyebut manajemen Juventus masih mendukung Spalletti.
Klub belum dikabarkan menggelar pembicaraan serius mengenai penggantinya dan berharap sang pelatih mampu membalikkan keadaan.
Kepercayaan itu tetap memiliki batas. Jika hasil buruk terus berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, Juventus berpeluang mengevaluasi kembali masa depan Spalletti.
Target minimal lolos ke Liga Champions juga menjadi faktor penting. Jika Juventus gagal mencapainya pada akhir musim, klub diperkirakan akan mempertimbangkan pelatih dengan profil berbeda untuk memulai proyek baru.
Jika Juventus memutuskan berpisah dengan Spalletti sebelum musim berakhir, Antonio Conte dan Stefano Pioli menjadi dua nama yang berpotensi masuk pertimbangan.
Conte masih tersedia setelah meninggalkan Napoli pada akhir musim 2025-2026. Pelatih yang pernah menangani Juventus, Inter Milan, Chelsea, dan Tottenham Hotspur itu memiliki pengalaman panjang di sepak bola Italia.
Pengalaman Conte membuatnya menarik sebagai calon pelatih yang bisa langsung menangani situasi sulit. Ia juga memiliki hubungan historis dengan Juventus dan masih mendapat dukungan dari sebagian suporter klub tersebut.
Laporan Calciomercato menyebut Conte berpotensi menjadi pilihan utama jika Juventus benar-benar mengambil keputusan untuk mengganti Spalletti dalam waktu dekat.
Namun, laporan lain menyebut manajemen belum menjadikannya sebagai pilihan utama untuk mengatasi situasi darurat.
Nama berikutnya adalah Stefano Pioli. Pelatih berusia 61 tahun itu saat ini tidak terikat dengan klub mana pun dan memiliki pengalaman menangani sejumlah tim Serie A, termasuk Lazio, Fiorentina, Inter Milan, dan AC Milan.
Prestasi terbesar Pioli datang bersama AC Milan ketika ia membawa Rossoneri menjuarai Serie A musim 2021-2022. Gelar tersebut sekaligus mengakhiri penantian Milan selama 11 tahun untuk kembali menjadi juara liga.
Pioli juga memiliki hubungan profesional dengan direktur olahraga Juventus, Frederic Massara. Keduanya pernah bekerja sama di Milan dalam perjalanan menuju gelar tersebut.
Pengalaman di Serie A, statusnya yang sedang menganggur, serta pemahamannya terhadap kompetisi Italia membuat Pioli berpotensi menjadi pilihan praktis jika Juventus membutuhkan pengganti Spalletti di tengah musim.
Baca juga: Manchester United Ungguli Juventus dalam Perburuan Antonio Conte
Berbeda dengan Conte dan Pioli yang berpotensi menjadi solusi dalam waktu dekat, Simone Inzaghi dikaitkan dengan rencana jangka panjang Juventus.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, mantan pelatih Inter Milan tersebut masuk dalam daftar kandidat untuk menangani Bianconeri pada musim 2027-2028.
Inzaghi membangun reputasi sebagai salah satu pelatih Italia dengan prestasi kuat di level domestik dan Eropa. Bersama Inter, ia menjuarai Serie A musim 2023-2024, meraih dua gelar Coppa Italia, serta tiga trofi Supercoppa Italiana.
Ia juga membawa Inter mencapai final Liga Champions pada 2023 dan 2025. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan namanya dinilai menarik bagi Juventus yang ingin kembali bersaing dalam perebutan gelar besar.
Inzaghi meninggalkan Inter pada 2025 dan melanjutkan kariernya dengan menangani Al-Hilal di Arab Saudi.
Karena itu, Juventus harus mempertimbangkan kemungkinan sulitnya merekrut pelatih tersebut jika ingin menjadikannya bagian dari proyek baru.
Dari sisi taktik, Inzaghi dikenal dengan formasi dasar 3-5-2 yang mengandalkan peran aktif pemain sayap, pergerakan terkoordinasi di lini tengah, serta keseimbangan antara tekanan agresif dan pertahanan yang lebih rapat.
Karakter tersebut bisa menjadi pilihan bagi Juventus jika klub ingin membangun tim dengan identitas permainan yang jelas dan memanfaatkan pengalaman Inzaghi dalam menghadapi pertandingan besar.
Selain Inzaghi, Juventus juga dikaitkan dengan Francesco Farioli, pelatih muda yang tengah membangun reputasinya di Eropa.
Farioli pernah bekerja bersama Roberto De Zerbi pada awal perjalanan kepelatihannya. Ia memulai karier sebagai pelatih penjaga gawang sebelum berkembang menjadi pelatih kepala dan menangani sejumlah klub, termasuk Nice dan Ajax.
Setelah itu, Farioli melanjutkan karier ke Porto. Ia berhasil membawa klub Portugal tersebut menjuarai liga pada musim 2025-2026.
Keberhasilan itu memperkuat reputasinya sebagai pelatih dengan pendekatan taktik yang jelas.
Permainan tim asuhannya menekankan penguasaan bola yang terstruktur, tekanan terkoordinasi, serta pembangunan serangan dari lini belakang.
Farioli umumnya menggunakan empat pemain bertahan, berbeda dengan pendekatan tiga bek yang menjadi ciri khas Inzaghi.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa Juventus berpotensi mempertimbangkan dua arah pembangunan tim yang tidak sama jika keduanya masuk dalam perencanaan klub.
Inzaghi menawarkan pengalaman lebih besar dalam perebutan gelar domestik dan persaingan Eropa.
Sementara itu, Farioli mewakili pilihan pelatih yang lebih muda dengan filosofi permainan yang kuat dan peluang berkembang dalam jangka panjang.
Meski begitu, merekrut Farioli tidak akan mudah. Ia masih terikat kontrak dengan Porto hingga 2028 dan dilaporkan memiliki klausul pelepasan bernilai besar.
Dengan demikian, Juventus harus mempertimbangkan bukan hanya kemampuan taktik calon pelatih, tetapi juga biaya dan kemungkinan merekrut mereka.
(Tribunnews.com/Tio)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.