TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pekerjaan penggalian drainase di Kota Makassar perlu memperhatikan keberadaan jaringan pipa air minum agar tidak mengganggu distribusi air bersih kepada masyarakat.

Persoalan ini menjadi perhatian Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, saat menemui Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, Kamis (22/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas PU Makassar, Jl Urip Sumoharjo, tersebut membahas koordinasi pekerjaan infrastruktur yang berpotensi bersinggungan dengan jaringan perpipaan PDAM.

Keberadaan pipa air minum di area pekerjaan drainase menjadi hal yang perlu diantisipasi sejak awal. 

Sebab, kerusakan jaringan dapat berdampak pada kelancaran pelayanan air bersih bagi pelanggan.

Andi Syahrum mengatakan, koordinasi ant instansi diperlukan agar pekerjaan pembangunan tidak mengabaikan infrastruktur yang sudah ada dan masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Koordinasi ini penting untuk memastikan kelancaran distribusi air bersih tetap menjadi perhatian bersama,” ujar Andi Syahrum.

Menurutnya, informasi mengenai posisi jaringan pipa perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan pekerjaan penggalian drainase. 

Dengan begitu, potensi gangguan terhadap jaringan dapat diantisipasi sebelum pekerjaan berlangsung.

Ia menegaskan, pembahasan tersebut juga menyangkut penyelarasan pekerjaan teknis di lapangan. 

PDAM dan Dinas PU perlu saling berkomunikasi ketika proyek yang dikerjakan beririsan dengan jaringan pelayanan air minum.

“Selain itu, kami juga membahas keberadaan jaringan pipa PDAM yang perlu dikoordinasikan dalam pelaksanaan pekerjaan penggalian drainase,” katanya.

Koordinasi sejak tahap pelaksanaan diharapkan dapat membantu kedua instansi mengidentifikasi potensi persoalan lebih awal. 

Dengan demikian, penanganan teknis dapat dilakukan tanpa menunggu munculnya gangguan pelayanan.

Andi Syahrum menambahkan, komunikasi yang baik menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi risiko kerusakan jaringan perpipaan akibat pekerjaan infrastruktur.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, menyambut baik koordinasi tersebut. 

Ia menilai keterlibatan PDAM diperlukan agar pekerjaan drainase tetap memperhatikan jaringan air minum yang berada di lokasi proyek.

“Intinya, kita saling berkoordinasi supaya pekerjaan di lapangan bisa berjalan baik,” ujar Zuhaelsi.

Menurut Zuhaelsi, pekerjaan drainase dan jaringan pipa air minum sama-sama berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. 

Karena itu, pelaksanaan pembangunan perlu diselaraskan agar tidak menimbulkan persoalan pada pelayanan publik.

Ia mengatakan, komunikasi dengan PDAM menjadi bagian penting dalam memastikan pekerjaan infrastruktur berjalan sesuai kebutuhan teknis di lapangan.

“Apalagi ini menyangkut drainase dan jaringan pipa air minum yang digunakan masyarakat,” katanya.

Zuhaelsi berharap koordinasi kedua instansi dapat membantu menjaga kelancaran pekerjaan sekaligus meminimalkan risiko gangguan terhadap jaringan perpipaan.

Sinergi tersebut menjadi penting di tengah pelaksanaan pembangunan infrastruktur perkotaan yang bersinggungan dengan berbagai utilitas. 

Perencanaan dan komunikasi ant instansi diharapkan dapat menjaga pekerjaan drainase tetap berjalan tanpa mengabaikan keberlangsungan distribusi air bersih kepada warga Makassar. (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.