Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Dya Ayu/Benni Indo

SURYAMALANG.COM, MALANG RAYA — Penegakan hukum dan langkah inovasi ekonomi menjadi sorotan utama di kawasan Malang Raya hari ini.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu resmi melaporkan aksi vandalisme patung ikon apel di Jalan Sultan Agung ke pihak kepolisian guna memberikan efek jera bagi pelaku coret-coret.

Di saat bersamaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tancap gas menyiapkan empat pasar rakyat baru menjadi destinasi wisata kuliner guna menggairahkan perekonomian masyarakat lokal.

Berikut ulasan selengkapnya:

Pelaku Vandalisme Ikon Apel Dilaporkan

Vandalisme yang menyasar ikon apel terjadi pada Sabtu (17/10/2026) lalu.

Sebelumnya patung buah apel warna hijau yang menjadi salah satu hiasan di taman median jalan itu, dicoret-coret orang tak dikenal bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu.

Pasca-melaporkan kejadian itu pihak kepolisian, DLH Kota Batu melakukan pengecatan ulang patung apel yang sebelumnya memang sudah dalam kondisi retak-retak dan cat yang telah memudar.

“Benar, kami sudah resmi melaporkan kepada pihak berwajib,” kata Dian Fachroni kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (20/10/2026).

Sebelumnya aksi vandalisme atau coret-coret fasilitas umum maupun fasilitas pribadi milik orang oleh oknum tak bertanggung jawab beberapa kali terjadi di Kota Batu.

Vandalisme itu di antaranya menyasar mobil boks milik orang yang terparkir, hingga tembok kantor lantai dua milik notaris Lenny Wibowo yang ada di Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu.

Pasca-kejadian itu, Pemkot Batu berupaya mencegah kejadian serupa agar tak terulang dengan menyediakan ruang kreatif bagi para seniman untuk mengekspresikan diri melalui karya mural.

Sebanyak delapan lokasi disediakan Pemkot Batu sebagai ruang kreatif, yakni Alun-Alun Kota Batu, Pasar Induk Among Tani, Hutan Kota Bondas, Batu Tourism Mall, PLUT, Galeri Raos, LPPL ATV dan Sendratari Arjuna Wiwaha.

“Delapan titik ruang kreatif sudah diterbitkan oleh Pak Wali dan sebenarnya perlu diingat, karya mural itu berbeda dengan vandalisme,” jelasnya.

Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk mengakomodasi kreativitas masyarakat tanpa mengorbankan kebersihan maupun kelestarian fasilitas publik.

4 Pasar Wisata Kuliner Baru

Sementara itu, Pemkot Malang berencana memperluas pengembangan pasar rakyat menjadi destinasi wisata kuliner, Selasa (20/10/2026).

Hal itu dilakukan setelah Pasar Klojen dan Pasar Oro-oro Dowo dinilai berhasil menarik perhatian pengunjung dengan konsep kuliner.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan, ada empat pasar lain yang mulai disiapkan untuk mengikuti konsep serupa.

Keempat pasar tersebut adalah Pasar Sawojajar, Pasar Bunul, Pasar Sukun, dan Pasar Bareng.

Eko mengatakan pengembangan pasar kuliner merupakan salah satu arahan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, untuk meningkatkan daya tarik pasar tradisional sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Di Kota Malang, sesuai arahan Pak Wali Kota, nanti ada beberapa pasar lagi yang akan kami proyeksikan untuk menjadi pasar kunjungan kuliner,” kata Eko.

Baca juga: Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini Rabu 21 Oktober 2026: Cerah, Suhu 16 hingga 33 °C

Menurutnya, Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo telah menjadi contoh pengembangan pasar rakyat yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menarik pengunjung melalui aktivitas kuliner.

Kedua pasar tersebut kini menjadi acuan bagi pemerintah untuk mengembangkan potensi serupa di lokasi lainnya.

Eko menjelaskan, pengembangan pasar kuliner akan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan potensi masing-masing pasar.

Pasar Bunul menjadi salah satu lokasi yang telah mulai menjalani pembenahan.

Sementara itu, Pasar Sawojajar juga masuk dalam rencana pengembangan.

Untuk Pasar Sukun dan Pasar Bareng, Diskopindag berencana menggandeng sejumlah perguruan tinggi di Kota Malang.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memberikan ruang usaha kepada mahasiswa yang memiliki minat berwirausaha.

Eko mengatakan, pihaknya akan mengadakan forum diskusi kelompok terarah bersama perguruan tinggi pada November 2026.

Dalam forum tersebut, pemerintah akan membahas peluang keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas perdagangan di pasar rakyat.

“Kami akan mengadakan FGD. Kami undang beberapa kampus yang mempunyai proyeksi untuk mata kuliah entrepreneur, akan kami arahkan ke pasar tradisional,” katanya.

Eko berharap kolaborasi tersebut dapat menghadirkan pelaku usaha baru sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di pasar.

Meski demikian, Eko belum merinci bentuk kerja sama, jumlah mahasiswa yang akan dilibatkan, maupun target pelaksanaan pengembangan keempat pasar tersebut.

Sebelumnya, Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Kementerian Perdagangan, Sri Sugy Atmanto telah berkunjung ke Pasar Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026).

Baca juga: BPBD Kota Batu Imbau Warga Waspadai Dampak Asap Karhutla Gunung Arjuno-Welirang

Setelah peninjauan tersebut, Sugy mengatakan konsep yang berlangsung di Pasar Klojen akan dilaporkan ke pimpinan untuk dijadikan percontohan terhadap pasar-pasar tradisional lainnya di Indonesia.

Sugy menjelaskan, persaingan pasar tradisional dengan toko ritel modern dan perdagangan daring menjadi tantangan serius saat ini, namun hal tersebut tidak bisa dihindari.

Untuk itu, perlu ada inovasi agar pasar tradisional tetap ramai oleh pengunjung dan pedagang.

Berdasarkan tinjauan Sugy di beberapa tempat, ia mengatakan sejumlah pasar yang telah dibangun bahkan mengalami penurunan aktivitas hingga ditinggalkan pedagang.

Sugy menilai langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam menghidupkan kembali Pasar Klojen dapat menjadi contoh pemanfaatan pasar rakyat setelah pembangunan.

“Di daerah lain justru banyak pasar yang ditinggal para pedagang, akhirnya sepi. Ini salah satu cara Pemerintah Kota Malang mengupayakan bagaimana pasar-pasar yang sudah dibangun tetap berjalan, tetap ramai, tidak ditinggal pedagang,” kata Sugy, Selasa (20/10/2026).

Berkaca pada Pasar Klojen, menurutnya, pembangunan pasar rakyat tidak boleh berhenti pada penyediaan bangunan dan fasilitas perdagangan.

Pemerintah daerah juga harus memastikan pasar tetap dimanfaatkan oleh pedagang dan dikunjungi masyarakat.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.