TRIBUNNEWS.COM - Kecelakaan maut yang melibatkan mobil Mitsubishi Pajero di Jalan Mampang Prapatan VI, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Minggu dini hari, (18/10/2026), menyisakan duka bagi keluarga korban dan warga sekitar.

Insiden tersebut menewaskan ATM (14), pelajar kelas IX SMP Negeri 43 Jakarta, serta menyebabkan dua rekannya mengalami luka-luka.

Pantauan tim Warta Kota pada Selasa (20/10/2026) menunjukkan lokasi kecelakaan masih menyisakan bekas garis penanda berwarna putih dari proses olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh kepolisian. 

Sejumlah teman korban dan siswa sekolah juga mendatangi lokasi untuk menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Sadianti (45), warga sekitar yang turut membantu menolong korban, menceritakan detik-detik kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. 

Saat itu sebagian besar warga telah tertidur sebelum terbangun akibat suara benturan keras.

"Awalnya ya kejadiannya malam ya Mas, jam 10 malam. Posisinya memang kita pada tidur semua nih warga. Pas bunyi kayak suara benda jatuh 'buak', terus kayak serpihan guling (kaca pecah). Saya pikirnya tuh emang tawuran," kata Sadianti dalam program Saksi Kata di kanal YouTube Warta Kota Production.

Suami Sadianti kemudian keluar rumah karena mengira suara tersebut berasal dari keributan antarremaja. 

Namun, setelah memeriksa keadaan di luar, ia mendapati seorang korban tergeletak di samping mobil.

"Nah lihat saya bilang gini, 'Heh, lu tawuran ya?' Saya bilang gitu, kan. Katanya, 'Enggak Bu, nih teman gua ditabrak.' Nah suami saya lihat, eh iya benar kan ada korban udah tergeletak itu di samping mobil," ungkapnya.

Korban Sempat Bangun Sebelum Dibawa ke Rumah Sakit

Sadianti mengatakan ATM sempat menunjukkan tanda-tanda kesadaran setelah kecelakaan.

Korban bahkan sempat bangun hingga berada dalam posisi duduk ketika rekan-rekannya hendak mengangkatnya.

"Pas telah kejadian korban ini sempat masih sadar gitu. Posisinya pas mau anak-anak mau gotong, mau angkat, nah dia duduk tuh, bangun. Kita enggak ada yang berani ngangkat nih, posisi sudah duduk," tutur Sadianti.

Baca juga: Simpan Sabu di Saku Celana, Pria di Mampang Jakarta Selatan Ditangkap Polisi

Rekan-rekan korban berusaha memberikan semangat sambil memastikan kondisinya. 

Setelah itu, suami Sadianti membantu membawa korban ke rumah sakit, sementara Sadianti turut mendampingi.

Ia menyebut luka korban terlihat parah pada bagian tubuh bawah, meski mengaku tidak mengetahui kondisi medisnya secara terperinci karena menunggu di luar ruang perawatan.

Korban Sedang Nongkrong dan Bermain Gim

Menurut keterangan Sadianti, terdapat tiga pelajar yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. 

ATM meninggal dunia, sedangkan dua rekannya mengalami luka ringan.

Sebelum kejadian, ketiganya disebut sedang berkumpul dan bermain gim melalui telepon genggam di sekitar lokasi.

"Posisi korban itu lagi nongkrong, duduk main game. Nah si A (ATM) ini dia di belakang banget, samping belakang," jelasnya.

Sadianti menuturkan ATM bukan warga asli gang tersebut dan jarang terlihat berkumpul di titik kejadian. 

Korban diketahui tinggal di kawasan Al-Falah dan kerap berkunjung untuk bermain ke rumah temannya, Rahman.

"Tumben nih dia nongkrong di sini. Karena kan biasanya emang anak-anak nongkrong di belakang. Dia berdua sama temannya doang nongkrong di belakang. Tumben-tumbennya nih nongkrong di sini karena melihat anak-anak pada nongkrong main gim," katanya.

Sadianti menyebut mobil Mitsubishi Pajero yang menabrak para pelajar melaju dengan kecepatan tinggi. Kendaraan itu baru berhenti setelah diadang warga sekitar.

"Dari arah sono. Segitu pos (kencang), kayak orang ngebut aja," ujarnya.

Ia memperkirakan terdapat empat orang di dalam mobil, terdiri atas tiga laki-laki dan satu perempuan.

Setelah kejadian, warga yang berada di lokasi sempat mengamankan pengemudi dan penumpang mobil karena situasi sempat memanas. 

Polisi kemudian datang untuk menangani peristiwa tersebut.

Keterangan mengenai kronologi kecelakaan tersebut berasal dari kesaksian warga yang berada di lokasi. 

Adapun penyebab pasti kecelakaan dan proses penanganan hukumnya menjadi kewenangan pihak kepolisian.

(Tribunnews.com/Falza)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.