Oleh:

Tri Buana Sari Dewa

Pemerhati Ekonomi dan Keuangan

 

TRIBUNSUMSEL.COM --  Kesehatan adalah harta yang sangat berharga dalam kehidupan manusia. Raga yang sehat bukan hanya berfungsi sebagai investasi di masa tua, tetapi juga dapat menjadi sumber kebahagiaan bagi setiap manusia.

Olahraga merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kesehatan tersebut. Pascapandemi COVID-19, minat masyarakat Indonesia terhadap aktivitas olahraga menunjukkan tren yang meningkat.

Hal ini dapat dilihat dari survei BPS, yang menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat naik ke angka 37,16 persen pada tahun 2024, setelah sebelumnya berada di angka 27,14 % pada masa pandemi, kemudian pada Susenas September 2025 angka tersebut meningkat menjadi 37,27 % . Peningkatan ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan terus tumbuh.

Seiring dengan peningkatan tersebut, olahraga saat ini dipandang tidak hanya sebagai aktivitas untuk menjaga kesehatan dan investasi di masa tua, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat pada umumnya.

Selain itu, olahraga juga dinilai bermanfaat dalam menjaga kesehatan mental dan mengatur suasana hati atau mood.  

Namun, di tengah meningkatnya tren olahraga ini ada persoalan lain yang tidak boleh diabaikan, yaitu bagaimana mengelola pengeluaran agar gaya hidup sehat ini juga tidak mengganggu kesehatan keuangan pribadi.

Kebutuhan, Keinginan, atau Gaya Hidup?

Salah satu prinsip dasar dalam mengelola keuangan pribadi adalah kemampuan untuk menentukan kebutuhan atau keinginan. Prinsip sederhana ini juga berlaku dalam mengatur keuangan untuk aktivitas olahraga.

Contoh kecilnya, membeli sepatu yang nyaman untuk olahraga tertentu dapat menjadi kebutuhan, tetapi membeli produk terbaru hanya untuk mengikuti tren atau karena tertarik dengan tampilannya bisa jadi hanya merupakan keinginan. 

Pada saat seseorang mengikuti berbagai tren olahraga di media sosial, komunitas, atau lingkungan sekitarnya. Persepsi tentang olahraga sebagai bagian dari kebutuhan dapat bergeser menjadi olahraga sebagai gaya hidup.

Namun, masalah paling penting dari semua itu adalah apakah biaya yang kita keluarkan seimbang dengan kemampuan keuangan pribadi. Sebab, tidak jarang pengeluaran untuk gaya hidup menggerus pengeluaran yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Olahraga dalam Anggaran, Pencatatan, dan Pengeluaran

Pengeluaran atau biaya yang kita keluarkan untuk berolahraga sebaiknya direncanakan dengan baik. Instrumen yang sering digunakan dalam pengelolaan keuangan pribadi adalah budgeting atau penganggaran.

Salah satu metode penganggaran sederhana yang sering digunakan dalam mengelola keuangan pribadi adalah metode 50/30/20, sebuah metode yang dipopulerkan oleh Senator Amerika Serikat Elizabeth Warren dalam bukunya yang berjudul All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan.

Metode ini membagi pendapatan yang diperoleh ke dalam tiga komponen pengeluaran berdasarkan prioritas:
•    50 % untuk kebutuhan pokok, seperti makanan, transportasi, cicilan hutang, sewa, dan utilitas 
•    30 % untuk keinginan, seperti hiburan, gaya hidup, liburan, dan belanja yang tidak begitu penting.
•    20 % untuk tabungan dan investasi, seperti tabungan darurat, dana pensiun, tabungan emas, atau instrumen investasi lainnya.

Beberapa ahli perencana keuangan dan lembaga keuangan, seperti Fidelity melalui panduan Plan Your Pay, menyarankan bahwa untuk menghadapi biaya hidup yang lebih tinggi, pendekatan 60/30/10 dapat digunakan sebagai titik awal, yaitu 60 % untuk kebutuhan pokok, 30 % untuk pengeluaran tambahan, dan 10 % untuk tabungan jangka pendek serta dana darurat.

Metode ini bukanlah metode mutlak karena dapat disesuaikan dengan kondisi riil pendapatan pribadi dan tujuan pengelolaan keuangan. Jika seseorang ingin menyeimbangkan tujuan pribadi, seperti menjaga tubuh agar tetap sehat melalui olahraga, pengeluaran untuk berolahraga dapat dialokasikan dari pos keinginan atau pengeluaran tambahan, dalam metode tersebut yaitu sekitar 30?ri pendapatan yang dimiliki.

Anggaran ini dapat digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan olahraga, misalnya membeli sepatu atau pakaian yang sesuai untuk berolahraga, membayar biaya kunjungan ke pusat kebugaran atau gym, membayar keanggotaan, hingga menanggung biaya transportasi ke tempat olahraga serta kebutuhan pendukung lainnya.

Anggaran tersebut dapat disusun berdasarkan kebutuhan harian, mingguan, atau bulanan.
Setelah melakukan penganggaran langkah yang harus dilakukan adalah pencatatan. Pencatatan diperlukan untuk menyesuaikan dan mengendalikan apakah pengeluaran riil untuk berolahraga sudah sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pencatatan yang dilakukan tidak perlu rumit, seseorang dapat mencatat pengeluarannya di buku catatan kecil, menggunakan aplikasi pencatatan keuangan yang dapat diunduh secara gratis di internet atau sekadar membuat catatan kecil di ponsel, dengan melakukan pencatatan seseorang dapat melihat pola konsumsi pribadinya.

Bisa jadi, pengeluaran terbesar bukan berasal dari aktivitas olahraga itu sendiri, melainkan dari kegiatan pendukung lainnya. Misalnya, pengeluaran untuk membeli makanan dan minuman di luar rumah sebelum atau setelah berolahraga. Jika hal tersebut dilakukan secara rutin, pengeluaran ini dapat menjadi cukup besar dalam satu minggu atau satu bulan.

Hidup Sehat Tidak Harus Mahal

Jika setelah melakukan penganggaran dan pencatatan pribadi ternyata pengeluaran untuk olahraga lebih besar daripada anggaran yang tersedia setelah semua kebutuhan pokok terpenuhi, maka penyesuaian bisa dilakukan pada anggaran berikutnya,  penyesuaian juga bisa dilakukan dengan memilih aktivitas olahraga yang sesuai dengan pendapatan. 

Ada anggapan bahwa gaya hidup sehat membutuhkan biaya yang tinggi. Padahal olahraga bisa dilakukan dengan cara-cara yang sederhana dan murah. Berjalan kaki atau berlari di lingkungan sekitar, bersepeda juga bisa jadi pilihan jika seseorang sudah punya sepeda yang layak digunakan.

Latihan fisik sederhana bisa dilakukan di rumah dengan memanfaatkan ruang yang ada dan peralatan olahraga seadanya yang kita miliki. Hal tersebut, bisa mengurangi biaya keanggotaan gym, pendaftaran, atau biaya lainnya.

Pengeluaran untuk makanan di luar rumah sebelum atau setelah berolahraga bisa dikurangi dengan membawa makanan dari rumah, dengan memilih aktivitas yang sesuai kemampuan finansial seseorang bisa tetap menjaga kesehatan tanpa harus mengikuti semua tren olahraga yang sedang populer.

Membangun Kebiasaan Keuangan Pribadi yang Sehat

Pengelola keuangan bukan hanya tentang menekan pengeluaran saja tapi juga bijaksana menggunakan uang atau pendapatan yang kita miliki. Pendapatan yang tinggi tidak menjamin kondisi keuangan yang sehat apabila pengeluaran tidak dikendalikan.

Sebaliknya, seseorang dengan pendapatan terbatas tetap dapat memiliki kondisi keuangan yang baik melalui perencanaan dan kedisiplinan.

Prinsip ini juga berlaku dalam menjalani gaya hidup sehat, termasuk berolahraga. Kesehatan fisik dan kesehatan finansial dapat dicapai secara bersamaan melalui perencanaan yang tepat dan pengelolaan pengeluaran yang bijaksana.

Mengelola keuangan pribadi di tengah meningkatnya tren olahraga berarti memahami mana yang benar benar menjadi kebutuhan kita untuk berolahraga, dan mana yang hanya sekedar keinginan mengikuti tren saja.

Kesehatan tubuh dan kesehatan keuangan memiliki prinsip yang sama, yaitu membutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Tubuh perlu dijaga dengan olahraga teratur, sedangkan kondisi keuangan perlu dikelola melalui perencanaan dan kedisiplinan. Jangan sampai tubuh menjadi sehat, tetapi kondisi keuangan justru terganggu. 

Menurut opini saya pengeluaran untuk olahraga sebaiknya dibuat dalam anggaran tersendiri, setelah semua kebutuhan dasar terpenuhi. Sehingga nantinya olahraga dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup tanpa menambah beban keuangan.

Kesehatan fisik dan kesehatan finansial sama-sama perlu dijaga agar gaya hidup sehat dapat dipertahankan tanpa mengorbankan kestabilan keuangan di masa depan. (*)

Baca juga: Asap di Atas Palembang: Ketika Satu Batang Api Menghanguskan Doa Jutaan Orang

Baca juga: Pendidikan Anak Usia Dini/PAUD Sebagai Fondasi Utama Pendidikan Nasional

Baca juga: Ironi Kabut Asap dan Keputusasaan Kita: Krisis Akibat Perbuatan Manusia

Baca juga: Arti Allahummaghfirlii Wafuan Madhiyya, Doa Mohon Ampunan untuk Dosa Masa Lalu, Dalil dan Keutamaan

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.