Laporan Wartawan TribunGayo.com Bustami | Bener Meriah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Fenomena lubang runtuhan (sinkhole) yang terus membesar di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Provinsi Aceh kian mengancam kehidupan warga setempat. 

Tak hanya memicu rasa cemas dan trauma, bencana geologi ini telah menelan sekitar 15 hektare lahan pertanian serta perkebunan milik warga hingga tergerus dan tak lagi dapat difungsikan.

Reje (Kepala Desa) Pondok Balik, Aliono, Senin (12/10/2026) mengungkapkan bahwa runtuhan tanah yang kian meluas membuat puluhan keluarga yang bermukim dan berkebun di sekitar lokasi berada dalam bayang-bayang ketakutan.

"Yang pertama itu kewas-wasan masyarakat. Sebagian kebun, ladang, ataupun rumah warga yang berdekatan merasa takut dan trauma setiap kali mendengar suara guguran atau longsoran dari lokasi sinkhole tersebut," ujar Aliono.

Berdasarkan data pihak desa, sedikitnya 30 Kepala Keluarga (KK) yang menggantungkan hidup dari perkebunan di kawasan itu terdampak langsung akibat tanahnya yang tergerus lubang raksasa.

Harga Cabai Anjlok Akibat Akses Memutar

Menurutnya, Kecamatan Ketol yang dikenal sebagai salah satu sentra utama komoditas hortikultura, khususnya cabai, kini terancam lumpuh dari sisi distribusi ekonomi. 

Amblasnya akses jalan utama memaksa warga memanfaatkan jalan alternatif sepanjang 10 kilometer yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Jarak tempuh yang memutar dan memakan waktu hingga dua kali lipat berdampak langsung pada penurunan harga jual cabai di tingkat petani.

Peningkatan biaya angkut dan lamanya perjalanan menjadi beban berat yang dialihkan kepada hasil panen warga.

"Kawasan Ketol ini merupakan sentra pertanian cabai.

Saat panen tiba, harga yang seharusnya didapatkan petani sebesar Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per kilogram, kini anjlok menjadi Rp 30.000.

Harga terpotong tinggi untuk ongkos angkut karena jalannya mutar dan sangat jauh," jelas Aliono.

Tak hanya itu, jalan alternatif yang menjadi urat nadi perekonomian warga saat ini rentan putus. 

Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut berpotensi mengikis bibir jalan dan melumpuhkan total akses transportasi warga.

Minta Penanganan Permanen dari Pemerintah

Meskipun sejumlah pejabat dan jajaran kementerian telah meninjau langsung titik bencana sinkhole di Pondok Balik.

Warga menilai langkah penanganan yang dilakukan sejauh ini masih sebatas perbaikan darurat dan tidak menyentuh akar masalah.

Mewakili masyarakat terdampak, Aliono meminta keseriusan pemerintah pusat maupun daerah untuk segera melakukan penanganan secara permanen dan menyeluruh.

"Harapan kami masyarakat Ketol, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, berharap sekali terutama kepada Bapak Presiden, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah untuk menangani masalah ini secara maksimal.

Kami ingin mendapatkan pelayanan infrastruktur dan keselamatan yang layak dari pemerintah," tegas Aliono. (*)

Baca juga: Ancaman Sinkhole Raksasa di Aceh Tengah, Kebun Kopi Tergerus, Petani Cabai Tak Berani Menanam

Baca juga: Cegah Sinkhole Caplok Pemukiman, Warga di Ketol Aceh Tengah Gotong Royong Buat Talang Air Darurat

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.