Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, JEPANG — Penyelenggaraan Asian Games 2026 Aichi–Nagoya menghadapi sejumlah persoalan operasional, mulai dari transportasi atlet, akomodasi, hingga layanan di arena pertandingan.

Sejumlah atlet dan wartawan asing menyampaikan keluhan. Di sisi lain, relawan mengaku menghadapi kesulitan karena arahan yang diterima di lapangan dinilai belum selalu jelas.

Menurut laporan Tokai TV, persoalan transportasi beberapa kali mengganggu perjalanan atlet menuju tempat latihan maupun arena pertandingan.

Pada 28 September 2026, misalnya, tim voli putra Pakistan dan Korea Selatan yang menginap di hotel yang sama sempat menaiki bus dengan tujuan yang tertukar.

Tim Pakistan seharusnya menuju arena pertandingan di Okazaki, sementara Korea Selatan dijadwalkan menuju tempat latihan di Inuyama.

Kesalahan tersebut baru diketahui ketika bus sudah dalam perjalanan. Bus Pakistan kemudian diarahkan ke arena yang benar, tetapi pertandingan dimulai 30 menit lebih lambat.

Baca juga: Bulu Tangkis Lampaui Target, Menpora Erick Tunggu Cabor Lain yang Janjikan Emas Asian Games 2026

Sementara itu, tim Korea Selatan tidak dapat menjalani latihan sesuai jadwal. Panitia penyelenggara kemudian meminta maaf dan menyebut kejadian tersebut terjadi akibat kurangnya pemeriksaan sebelum keberangkatan.

Panitia berjanji memperjelas penanda kendaraan, tujuan perjalanan, serta tim yang menjadi penumpang masing-masing bus.

Persoalan Transportasi dan Akomodasi

Masalah transportasi juga dilaporkan dialami tim basket putra Korea Selatan.

Tim tersebut disebut tidak dapat menjalani latihan pada hari pertandingan final melawan Jepang akibat persoalan bus.

Kerumitan transportasi tidak terlepas dari sistem akomodasi atlet yang tersebar di sejumlah lokasi.

Selain hotel, atlet ditempatkan di kapal pesiar dan rumah kontainer setelah rencana pembangunan wisma atlet dibatalkan dengan alasan penghematan biaya.

Penyebaran lokasi penginapan tersebut membuat sistem rute antar-jemput menjadi lebih kompleks.

Akomodasi berupa rumah kontainer juga mendapat keluhan dari sejumlah atlet. Salah satu persoalan yang disoroti adalah ukuran tempat tidur yang dinilai sempit.

Panitia menjelaskan tempat tidur tersebut memiliki panjang 197 sentimeter dan telah dilengkapi bangku tambahan sehingga atlet dapat meluruskan kaki.

Namun, informasi mengenai cara menggunakan fasilitas tambahan tersebut disebut belum tersampaikan dengan baik kepada para atlet.

Kesalahan Lagu Kebangsaan hingga Arahan Relawan

Persoalan layanan juga terjadi di arena pertandingan.

Pada 18 September 2026, lagu kebangsaan Korea Utara sempat diputar sebelum pertandingan hoki putra antara Korea Selatan dan Bangladesh.

Panitia menjelaskan kesalahan tersebut terjadi karena petugas keliru memilih berkas audio. Lagu kebangsaan seluruh negara peserta disimpan dalam satu perangkat.

Sebagai tindak lanjut, panitia menyatakan akan menerapkan pemeriksaan ganda untuk mencegah kesalahan serupa.

Keluhan juga datang dari kalangan wartawan. Seorang wartawan Indonesia yang diwawancarai Tokai TV meminta petunjuk arah keluar serta jalur perpindahan di arena dibuat lebih jelas.

Wartawan Korea Selatan juga menilai sebagian relawan belum sepenuhnya memahami tugas masing-masing.

Dari sisi relawan, seorang petugas mengatakan arahan yang tidak tepat membuat mereka kesulitan mengambil keputusan dengan cepat.

Pertanyaan dari lapangan bahkan terkadang membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mendapatkan jawaban.

Profesor Hisashi Sanada dari International Pacific University menilai penyebaran lokasi penginapan dan besarnya skala penyelenggaraan Asian Games turut menambah kompleksitas operasional.

Menurut dia, koordinasi yang lebih erat dengan masing-masing kontingen diperlukan agar persoalan yang muncul di lapangan dapat segera ditangani.

Rangkaian persoalan tersebut menunjukkan bahwa selain kesiapan arena pertandingan, koordinasi transportasi, akomodasi, informasi, dan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ajang olahraga multievent berskala besar.

Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.