Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM,  TOKYO — Jumlah perusahaan Jepang yang memiliki kegiatan usaha di China turun menjadi 10.118 perusahaan per Juni 2026. 

Angka itu berkurang 2.916 perusahaan, atau 22,4 persen, dibandingkan survei sebelumnya pada 2024.

Data tersebut diumumkan lembaga riset kredit Teikoku Databank pada Senin (28/9/2026). 

"Jumlah terbaru merupakan yang terendah sejak survei dimulai pada 2010. Dibandingkan puncaknya pada 2012, ketika tercatat 14.394 perusahaan, jumlah perusahaan Jepang di China telah turun 29,7 persen," ungkap sumber Tribunnews.com Senin (28/9/2026).

Dalam dua tahun sejak survei sebelumnya, tercatat 1.221 perusahaan baru masuk ke China.

Namun, sebanyak 4.137 perusahaan masuk kategori menarik diri atau tidak diketahui lagi keberadaan usahanya. Selisih kedua angka itulah yang menghasilkan penurunan bersih 2.916 perusahaan.

Baca juga: Semifinal Ideal Asian Games 2026: Duel Juara Grup, Korsel vs China, Jepang Diuji Uzbekistan

Teikoku Databank menyebut kenaikan biaya tenaga kerja, perlambatan ekonomi China, persaingan harga dengan perusahaan lokal, serta beban kepatuhan terhadap regulasi sebagai beberapa faktor yang mendorong penataan ulang bisnis. 

Ketegangan perdagangan Amerika Serikat–China juga membuat perusahaan mempertimbangkan pemindahan atau penyebaran basis produksi ke negara lain, termasuk di Asia Tenggara.

Meski demikian, hasil survei tidak menunjukkan bahwa perusahaan Jepang sepenuhnya meninggalkan China. Di antara perusahaan yang ditanya mengenai lokasi usaha paling penting, 43,7 persen masih menempatkan China sebagai basis produksi utama, sedangkan 31,3 persen memilihnya sebagai basis penjualan utama.

Indonesia termasuk negara yang mendapat perhatian dalam pergeseran tersebut. Sebanyak 3,5 persen responden memilih Indonesia sebagai basis produksi terpenting di luar China. Untuk basis penjualan, porsi Indonesia naik dari 1,8 persen pada 2019 menjadi 3,1 persen.

Menurut Teikoku Databank, arah perubahan saat ini lebih berupa pengurangan ketergantungan pada China melalui penataan rantai pasok, sementara pasar China tetap penting bagi banyak perusahaan Jepang.

Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.