TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – SMP Negeri 1 Pontianak, Jl. Jendral Urip Sumoharjo, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) menyatakan kesiapannya untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin 28 September 2026.
Kesiapan itu menyusul membaiknya kondisi kualitas udara di Kota Pontianak.
Kepala SMPN 1 Pontianak, Kiswanti mengatakan pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan dan koordinasi guna memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
"Alhamdulillah, sekolah siap kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka pada hari Senin tanggal 28 September. Kami telah melakukan koordinasi dan persiapan, tentunya pembelajaran tatap muka dengan berbagai penyesuaian ini tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan seluruh murid dan warga sekolah," ujarnya kepada TribunPontianak.co.id, Minggu 27 September 2026.
Meski PTM kembali dilaksanakan, sekolah tetap melakukan sejumlah penyesuaian, terutama untuk kegiatan yang biasanya berlangsung di luar ruangan.
Seluruh aktivitas outdoor untuk sementara ditunda dan dialihkan ke dalam ruangan sambil menunggu kondisi kualitas udara benar-benar membaik.
"Untuk kegiatan di luar ruangan sementara kami tunda, sambil terus memantau kondisi kualitas udara. Kegiatan outdoor kami alihkan di dalam ruangan," kata Kiswanti.
• Orang Tua Nilai PTM Lebih Efektif, Siswa Tak Lagi Jenuh Belajar di Rumah
Ia menjelaskan, beberapa kegiatan seperti pelajaran olahraga, olahraga bersama, dan kerja bakti yang biasanya dilakukan di lapangan akan disesuaikan dengan kondisi saat ini.
"Ada kegiatan di luar ruangan seperti pelajaran olahraga untuk sementara dilaksanakan di dalam kelas atau aula, pembiasaan yang dilaksanakan di luar ruangan seperti olahraga bersama dan kerja bakti sementara kami tunda dulu," jelasnya.
Menurut Kiswanti, penyesuaian tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kesehatan siswa tetap terjaga selama kualitas udara belum sepenuhnya pulih.
"Kami sesuaikan dengan kondisi udara di Kota Pontianak, jadi prinsipnya bukan menghentikan kegiatan, tetapi menyesuaikan dengan kondisi kualitas udara agar murid tetap aman," tuturnya.
Untuk mata pelajaran olahraga, siswa akan lebih banyak menerima materi teori di dalam kelas.
Sementara praktik ringan dapat dilakukan di aula sekolah.
"Untuk mata pelajaran olahraga kami alihkan dalam kelas dan aula sementara bisa teori dulu dalam kelas, atau kalau praktik ringan bisa di aula, sedangkan untuk ekstrakurikuler sementara kami tunda dulu pelaksanaannya sampai kondisi udara benar-benar sehat," ungkap Kiswanti.
Selain itu, pihak sekolah juga mengimbau para orang tua agar turut menjaga kesehatan anak-anak selama masa transisi kembali ke pembelajaran tatap muka.
"Kami mengajak orang tua untuk bersama-sama menjaga kesehatan anak. Pastikan anak cukup istirahat, cukup minum air mineral, vitamin dan makanan bergizi agar daya tahan tubuh meningkat, menggunakan masker saat beraktivitas di luar," katanya.
Ia juga meminta orang tua segera berkomunikasi dengan sekolah apabila anak mengalami gangguan kesehatan.
"Jika anak merasa kurang sehat, segera komunikasikan dengan pihak sekolah, dan yang tidak kalah penting selalu memberikan motivasi dan penguatan pada anak dalam menghadapi situasi pembelajaran di luar kondisi normal ini," pungkasnya.
• Kualitas Udara Membaik, Disdikbud Kalbar Tetapkan PTM Terbatas Mulai 28 September 2026
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat resmi menetapkan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) atau luring secara terbatas kembali dilaksanakan mulai Senin 28 September 2026.
Kebijakan ini diberlakukan setelah mempertimbangkan kondisi kualitas udara di wilayah Kalimantan Barat yang mulai menunjukkan tren membaik dari paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meski demikian, pemerintah provinsi tetap mengedepankan prinsip utama, yakni menjaga kesehatan serta keselamatan seluruh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Berdasarkan surat edaran resmi yang diterbitkan Disdikbud Kalbar, pelaksanaan PTM atau luring terbatas wajib menerapkan sejumlah protokol kesehatan dan teknis keselamatan yang ketat.
Salah satu poin penting dalam edaran tersebut adalah pemangkasan durasi jam pelajaran.
Durasi pembelajaran ditetapkan maksimal selama 35 menit untuk setiap satu jam pelajaran.
Langkah ini diambil guna meminimalisir durasi paparan udara luar terhadap para siswa di lingkungan sekolah.
Selain itu, seluruh satuan pendidikan dengan tegas tidak diperkenankan menggelar aktivitas di luar ruangan (outdoor activity), seperti kegiatan olahraga, upacara, maupun ekstrakurikuler lapangan.
Seluruh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan juga diwajibkan untuk selalu menjaga kesehatan serta mengenakan masker selama berada di lingkungan sekolah.
Sebagai informasi, SMPN 1 Pontianak terletak di Jl. Jendral Urip Sumoharjo, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Akses ke SMPN 1 1 Pontianak jika dari Bundaran Digulis Untan cukup mudah karena lokasinya berada di jalur utama kota.
Ambil arah lurus ke Jalan Ahmad Yani menuju pusat kota.
Setelah melewati kawasan Ayani Megamall, teruskan hingga simpang menuju Jl. Urip Sumoharjo.
Belok kiri ke Jl. Urip Sumoharjo, sekolah berada di sisi jalan utama.
Nama Lengkap: Kiswanti, S.Pd., M.Pd
Jabatan: Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pontianak
Sekolah: SMP Negeri 1 Pontianak, Jl. Jendral Urip Sumoharjo, Kecamatan Pontianak Kota, Kalimantan Barat
Akreditasi Sekolah: A
Jumlah Siswa: ±854 siswa (412 laki-laki, 442 perempuan)
Jumlah Guru & Tendik: 43 orang (31 guru, 12 tenaga kependidikan)
Kurikulum: Kurikulum Merdeka (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.