Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, JATISAMPURNA- Ketua Yayasan Dian Asra, Sagoro Dharmawan, menyinggung fenomena AI Overuse atau penggunaan dan ketergantungan terhadap kecerdasan buatan (AI) secara berlebihan di hadapan 1.529 mahasiswa baru Universitas Dian Nusantara (UNDIRA).

Pesan tersebut disampaikan Sagoro saat memberikan arahan kepada mahasiswa baru dalam acara pembukaan perkuliahan Semester Ganjil 2026-2027 di Kampus Kranggan, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, dan Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Soroti Perubahan Pola Belajar Mahasiswa

Dalam kesempatan tersebut, Sagoro menyoroti perubahan pola belajar mahasiswa di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang semakin pesat.

Menurutnya, kemudahan teknologi dapat mengubah cara mahasiswa dalam menyerap informasi dan memperoleh pengetahuan.

Ia kemudian menggambarkan kondisi ketika mahasiswa yang sebelumnya pulang dengan membawa tanda tanya setelah mengikuti pembelajaran, kini justru dapat pulang dengan tanda titik.

Sagoro menyebut kondisi tersebut sebagai salah satu bagian dari AI Overuse, yakni penggunaan dan ketergantungan terhadap AI secara berlebihan.

Menurutnya, dalam berkarier, IPK saat ini hanya menempati porsi yang relatif kecil dibandingkan dengan era orang tua dahulu.

Pertanyaan saat ini bukan lagi mengacu pada apa yang diinginkan menjadi apa kelak, tetapi lebih pada apa yang ingin diciptakan.

AI OVERUSE- Civitas akademika Universitas Dian Nusantara (Undira). Di hadapan 1.529 mahasiswa baru Ketua Yayasan Dian Asra, Sagoro Dharmawan menyinggung fenomena AI Overuse atau penggunaan dan ketergantungan terhadap kecerdasan buatan (AI) secara berlebihan.
AI OVERUSE- Civitas akademika Universitas Dian Nusantara (Undira). Di hadapan 1.529 mahasiswa baru Ketua Yayasan Dian Asra, Sagoro Dharmawan menyinggung fenomena AI Overuse atau penggunaan dan ketergantungan terhadap kecerdasan buatan (AI) secara berlebihan. (Humas Undira)

"Di UNDIRA, mahasiswa juga dididik untuk tidak hanya mengonsumsi informasi, tetapi juga menguji dan bereksperimen untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis sehingga ke depannya kalian dapat mempertanggungjawabkan hal yang telah dipelajari," kata Sagoro, dikutip Selasa (22/9/2026).

Sagoro kemudian mengajak mahasiswa tetap berdiskusi serta mengokohkan jiwa integritas dan profesionalisme.

Mahasiswa Diminta Tetap Berpikir Kritis

Mahasiswa baru UNDIRA juga didorong tidak hanya memanfaatkan teknologi untuk memperoleh jawaban secara instan.

Mahasiswa diarahkan untuk tetap berdiskusi, menguji informasi, serta melakukan eksperimen selama menjalani proses pembelajaran.

"Karena itu penting agar mahasiswa tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mempertanggungjawabkan ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah," ujarnya.

1.529 Mahasiswa Baru Dikukuhkan

Diketahui sebelumnya, berdasarkan Surat Keputusan Nomor 01/026/A-SKep/IX/2026, UNDIRA secara resmi mengukuhkan sebanyak 1.529 mahasiswa baru Program Sarjana S1 pada Sabtu (19/9/2026).

Selain dihadiri Sagoro Dharmawan, acara tersebut turut dihadiri Rektor UNDIRA, Prof. Dr. H. Suharyadi, M.S., serta Ketua Yayasan Amri Jaya, Fadlun Umar.

Hadir pula jajaran Wakil Rektor I hingga Wakil Rektor IV, para direktur, dekan fakultas, kepala program studi, sekretaris program studi, serta kepala biro dari setiap unit kerja di lingkungan UNDIRA.

Pada hari itu, Suharyadi juga memberikan arahan kepada mahasiswa baru agar tidak menjadikan nilai dan IPK sebagai satu-satunya tujuan selama menjalani perkuliahan.

Ia berharap ke depannya para mahasiswa tidak hanya menjadi pribadi yang bersahaja untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu mengayomi bangsa dan negara melalui pemberian sudut pandang keilmuan yang relevan dan berdampak.

Mahasiswa juga diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu serta menjadi lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Saya berharap kalian semua dapat lulus tepat waktu, mampu mengejar mimpi dan aspirasi serta menjadi lulusan yang adaptif dan bijaksana," singkat Suharyadi. (M37)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.