TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Cek update harga sembilan bahan pokok (sembako) di Kalimantan Barat (Kalbar) besok, Kamis 24 September 2026 disini.

Harga sembako Kalbar besok diprediksi relatif stabil dengan sorotan utama tetap pada komoditas hortikultura.

Cabai rawit merah masih menjadi komoditas paling mahal dengan harga mencapai Rp104.774/kg.

Sementara beras medium, premium, dan SPHP Bulog bertahan di harga sebelumnya.

Stabilitas harga beras menjadi kabar baik bagi masyarakat, meski fluktuasi pada komoditas hortikultura tetap menjadi perhatian utama.

Selain cabai, harga bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, dan daging sapi impor beku juga diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan.

Namun, gula pasir curah dan ikan laut berpotensi mengalami kenaikan tipis.

• Update Harga Sembako Kalbar Terbaru Besok 23 September 2026, Beras Stabil dan Cabai Rawit Naik Lagi

Kondisi ini menandakan masyarakat tetap perlu waspada terhadap fluktuasi harga pangan, terutama komoditas hortikultura yang sering menjadi beban rumah tangga.

Dengan tren stabilitas beras dan protein hewani, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika pasar.

Berikut prediksi harga sembako Kalbar Rabu 23 September 2026 berdasarkan data Selasa 22 September dilansir dari SP2KP Kemendag:

Prediksi Harga Sembako Kalbar Rabu 23 September 2026

Beras Medium = Rp15.036/kg (stabil)

Beras Premium = Rp17.492/kg (stabil)

Beras SPHP Bulog = Rp12.779/kg (stabil)

Cabai Rawit Merah = Rp104.774/kg (tetap tinggi)

Cabai Merah Besar = Rp66.987/kg (stabil)

Cabai Merah Keriting = Rp68.536/kg (stabil)

Bawang Merah = Rp42.905/kg (stabil)

Bawang Putih = Rp38.929–40.000/kg (stabil)

Telur Ayam Ras = Rp28.000–30.000/kg (stabil)

Daging Sapi Impor Beku = Rp120.000–125.000/kg (stabil)

Gula Pasir Curah = Rp16.000–16.500/kg (naik tipis)

Ikan Laut Segar = Berpotensi naik tipis sesuai pasokan harian

• Pengamat Ekonomi Sebut Kemarau Panjang Picu Kenaikan Harga Cabai dan Sayur di Pasar Flamboyan

Cara Cek Harga Sembako Online

Warga Kalbar dapat memantau harga sembako setiap hari melalui situs Sibapokting.

Berikut caranya:

1. Buka laman resmi Sibapokting Kalbar

2. Pilih komoditas

3. Tentukan periode

4. Pilih wilayah

5. Tampilkan data

Kemarau Panjang Picu Kenaikan Harga Cabai dan Sayur di Pasar Flamboyan

Kenaikan harga cabai dan sayur-mayur di Pasar Flamboyan Pontianak dinilai dipicu oleh musim kemarau panjang yang berdampak pada menurunnya hasil panen di daerah penghasil. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi pasokan pangan, tetapi juga meningkatkan tekanan inflasi di Kalbar.

Pengamat ekonomi Kalimantan Barat sekaligus Dosen Senior Universitas Tanjungpura dan Wakil Ketua Umum Koordinator Pulau Kalimantan Pengurus Pusat Ikatan Cendekia Tionghoa Indonesia, DR Andy Kurniawan Bong, mengatakan faktor cuaca menjadi penyebab utama melonjaknya harga sejumlah komoditas pangan strategis.

"Harga cabai melonjak tinggi hingga kisaran Rp130 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Sayur-mayur seperti pakcoy dan komoditas hijau lainnya mengalami lonjakan harga hingga 50 persen. Faktor cuaca berupa musim kemarau panjang menjadi penyebab utama berkurangnya pasokan dari daerah penghasil," ujarnya saat dikonfirmasi TribunPontianak.co.id, Senin 21 September 2026.

Menurut Andy, lonjakan harga tersebut berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Banyak konsumen terpaksa mengurangi jumlah belanjaan harian mereka akibat harga kebutuhan pokok yang terus meningkat.

"Daya beli masyarakat menurun karena pembeli terpaksa mengurangi jumlah belanjaan harian mereka. Pendapatan pedagang ikut merosot akibat sepinya pembeli dan berkurangnya volume transaksi," katanya.

Ia menambahkan, kondisi ini juga memberikan tekanan besar terhadap pelaku usaha kuliner, rumah makan, UMKM, hingga pedagang makanan skala kecil yang sangat bergantung pada pasokan cabai dan sayuran sebagai bahan baku utama.

"Lonjakan harga bahan pokok dan sayuran di Pasar Flamboyan Pontianak berdampak sangat signifikan terhadap pedagang makanan, rumah makan, UMKM kuliner, serta pelaku usaha kecil. Kenaikan komoditas esensial seperti cabai rawit merah yang menembus kisaran Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram serta sayuran hijau seperti pakcoy menghadirkan tekanan besar pada biaya operasional usaha mereka," ungkapnya.

Andy menjelaskan, sebagian besar pelaku usaha kecil memilih tidak langsung menaikkan harga jual kepada konsumen. Akibatnya, mereka harus mengorbankan margin keuntungan untuk mempertahankan usaha.

"Beban biaya produksi membengkak karena sayuran dan bumbu dapur, terutama cabai dan bawang, merupakan bahan baku utama yang tidak bisa digantikan dalam kuliner khas lokal. Ketika modal belanja di Pasar Flamboyan melonjak, biaya produksi otomatis naik drastis. Keuntungan menipis karena sebagian besar pelaku usaha kecil tidak berani langsung menaikkan harga jual ke konsumen," jelasnya.

(*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.