Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendampingi Galeri Disabilitas dan UPT Jawa Timur (Gadisku) memperkuat branding dan komunikasi publik untuk memperluas jangkauan pemberdayaan penyandang disabilitas.

Pendampingan tersebut dikemas melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) bertajuk “Transformasi Digital Galeri Disabilitas dan UPT Jawa Timur (GADISKU) melalui Pengembangan Website dan Pelatihan Penulisan Konten”.

Direktur Rumah Kinasih sekaligus pengelola program Gadisku, Edi Cahyono mengatakan, Gadisku hadir sebagai ruang pendampingan bagi penyandang disabilitas non-UPT untuk melanjutkan proses rehabilitasi menuju kemandirian ekonomi dan sosial.

"Sejak berdiri pada 2024, Gadisku mengembangkan sejumlah program, mulai kewirausahaan inklusif hingga fasilitasi penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas di sektor formal,"tegasnya.

Baca juga: Morula IVF Soroti Tren Pasangan Tunda Punya Anak, Dokter Ingatkan Soal Usia Kesuburan

Namun, menurut Edi, penguatan publikasi menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab.

Potensi, karya, dan perjalanan para penyandang disabilitas yang didampingi Gadisku dinilai belum seluruhnya terdokumentasi dan tersampaikan melalui kanal digital.

Hal itu juga berkaitan dengan upaya Gadisku menghubungkan penyandang disabilitas dengan dunia kerja.

Edi menyebut sejumlah perusahaan bahkan mencari informasi mengenai tenaga kerja disabilitas melalui internet hingga menemukan Gadisku.

“Pengalaman kami dengan pihak mitra menunjukkan bahwa perusahaan mencari tenaga kerja disabilitas melalui pencarian di internet hingga menemukan Gadisku,” jelas Edi.

Karena itu, keberadaan website dan pengelolaan konten digital dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi industri maupun mitra lainnya untuk mengenal program serta potensi yang dimiliki Gadisku.

Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), Eka Prastama Widiyanta mengatakan, transformasi digital dapat berperan dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan penyandang disabilitas.

Digitalisasi, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan keberadaan organisasi di internet, tetapi juga dapat membuka akses pasar, mempertemukan organisasi dengan mitra potensial, serta membangun komunikasi publik yang lebih inklusif.

“Penyandang disabilitas tidak boleh sekadar dijadikan objek program, melainkan subjek dan aktor aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program agar dampaknya nyata bagi individu, keluarga, dan masyarakat,” jelas Eka.

Menurutnya, komunikasi publik mengenai disabilitas juga perlu menggunakan pendekatan berbasis hak dan pemberdayaan. Konten yang dibuat perlu menunjukkan produktivitas, kemandirian, serta kontribusi penyandang disabilitas di berbagai bidang.

Ketua Tim PKM Unesa, Puspita Sari Sukardani mengatakan, pendampingan difokuskan pada pengembangan website, strategi komunikasi publik, dan penguatan storytelling untuk memperkenalkan nilai serta dampak program Gadisku.

“Unesa memfokuskan pendampingan pada pengembangan website, branding naratif, serta penyusunan strategi komunikasi publik tanpa menjual rasa kasihan,” ungkap Puspita yang juga Pakar Komunikasi Krisis Unesa dikonfirmasi SURYA.CO.ID, Minggu (20/9/2026).

Sementara itu, anggota Tim PKM Unesa sekaligus Direktur Humas, Informasi Publik, dan Protokoler Unesa, Vinda Maya Setianingrum menilai Gadisku telah memiliki fondasi program yang kuat.

Pendampingan Unesa, lanjutnya, diarahkan untuk mengemas pengalaman dan karya yang telah berjalan agar dapat menjangkau masyarakat, dunia industri, hingga mitra global.

“Secara existing, karya dan pemberdayaan Gadisku sudah luar biasa. Kami bertugas mengangkat branding tersebut agar menyentuh hati masyarakat luas,” katanya.

Pendampingan tersebut akan berlangsung hingga akhir tahun. Programnya meliputi pembangunan website resmi, pengelolaan media sosial secara berkelanjutan, pengembangan konten berbasis dampak, hingga penguatan jurnalistik disabilitas

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.