TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lariang disuspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah hewan kaki seribu ditemukan pada menu MBG yang didistribusikan ke salah satu Posyandu.
Kejadian itu heboh setelah seorang ibu mengunggah rekaman video ke media sosial yang memperlihatkan kaki seribu di balik sayur daun ubi dalam menu MBG.
Menanggapi kejadian itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lariang, Nurul Khamelya, menyampaikan permohonan maaf.
Nurul mengakui adanya ketidaksesuaian pada salah satu menu sayur yang didistribusikan pada Kamis (10/9/2026).
Baca juga: Resmob dan Tim URC Polresta Mamuju Ciduk Warga Kalukku Terduga Maling Kotak Amal Masjid Darul Falah
Baca juga: Viral! Kaki Seribu Ditemukan di Menu MBG yang Disalurkan ke Posyandu Lariang Pasangkayu
Pihak SPPG Lariang tidak menutupi kejadian tersebut.
"Benar, pada tanggal 10 September 2026 kami menemukan adanya ketidaksesuaian pada salah satu menu sayur yang didistribusikan," kata Nurul.
"Kami laporkan temuan tersebut kepada koordinator dan pihak terkait," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Sabtu (12/9/2026).
Nurul mengatakan, saat ini seluruh distribusi MBG dari SPPG Lariang untuk sementara dihentikan hingga proses evaluasi dan pembenahan standar operasional prosedur (SOP) selesai dilakukan.
"Distribusi MBG untuk sementara kami hentikan hingga proses evaluasi dan pembenahan SOP selesai 100 persen," ujarnya.
Selain itu, SPPG Lariang juga bekerja sama dengan pihak berwenang untuk melakukan monitoring dan audit terhadap proses pengolahan makanan di dapur.
Menurut Nurul, kejadian tersebut menjadi evaluasi penting bagi seluruh jajaran SPPG untuk memperkuat pengawasan, pelatihan petugas, serta standar kebersihan dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat program MBG.
"Keamanan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kami untuk memperkuat pengawasan, pelatihan, dan standar kebersihan di dapur SPPG Lariang," tuturnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswa, pihak sekolah, serta masyarakat atas insiden tersebut.
"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada orang tua, sekolah, dan masyarakat atas kejadian ini. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang sudah peduli dan mengingatkan kami," ucapnya.
Nurul menegaskan, program MBG akan kembali dijalankan setelah pihaknya memastikan seluruh proses produksi dan distribusi makanan telah memenuhi standar keamanan pangan.
"Kami berkomitmen MBG akan kembali berjalan ketika kami sudah pastikan 100 persen aman dan layak konsumsi," tandasnya.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.