- Tim SAR gabungan memasuki hari keempat pencarian delapan orang yang hilang di Selat Sunda.

Delapan orang tersebut terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal. Mereka hilang saat menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).

Tim SAR memperluas area pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Namun, hingga Jumat (11/9/2026), belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut.

Rekaman di lokasi memperlihatkan kapal SAR Basarnas melakukan penyisiran di perairan Selat Sunda. Kapal kemudian kembali ke Dermaga Carita.

Keluarga korban juga masih berkumpul di posko pencarian. Mereka menunggu kabar terbaru dari tim SAR.

Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan pencarian belum membuahkan hasil.

Ia juga mengaku tidak melihat tanda-tanda keberadaan para korban.

Sementara itu, Diah Nasution, istri jurnalis Yudistiro Pranoto, masih berharap seluruh korban dapat kembali dengan selamat.

"Harapan saya adalah, tentu saja, bahwa suami saya bisa pulang. Saya juga berharap bahwa semua wartawan dapat kembali dengan selamat, dan bahwa awak kapal dapat bersatu kembali dengan istri dan keluarga mereka, aman dan dalam kesehatan yang baik," ujar Diah.

Dalam perkembangan sebelumnya, tim menemukan jaket pelampung berwarna oranye dan pelampung keselamatan berwarna putih.

Namun, polisi memastikan kedua benda tersebut bukan milik kelompok yang hilang.

Barang-barang itu juga dipastikan bukan berasal dari kapal Arupadhantu yang digunakan para korban.

Kepala Kepolisian Banten, Inspektur Jenderal Hengki, mengatakan pencarian dan pemantauan tetap dilakukan pada hari keempat.

“Dengan izin Kepala Basarnas, pada hari keempat, pencarian dan pemantauan langsung di sekitar tempat kejadian masih dilakukan,” kata Hengki dalam konferensi pers.

Menurut Hengki, area pencarian telah dibagi menjadi beberapa sektor. Pembagian tersebut dilakukan oleh Basarnas Banten untuk memaksimalkan penyisiran.

“Area pencarian telah dibagi menjadi beberapa sektor yang ditentukan oleh Basarnas Banten, dan operasinya masih berlangsung,” ujar Hengki.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian melalui jalur laut. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik di Selat Sunda.

Wilayah pencarian mencakup perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, dan Pulau Panjang.

Sementara itu, Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi secara berkala. Otoritas juga masih memberlakukan zona larangan beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan tim SAR selama melakukan operasi pencarian.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.