SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Muhammad Zurian (14), siswa SMP Negeri 48 Palembang, kini tak lagi kesulitan mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) setelah kisahnya mendapat perhatian masyarakat.

Sebelumnya, Zurian tetap datang ke sekolah ketika siswa lainnya mengikuti pembelajaran dari rumah.

Kondisi itu terpaksa dilakukan karena ia tidak memiliki telepon seluler yang dapat digunakan untuk mengikuti pembelajaran daring.

Zurian menceritakan, seorang warga sebelumnya menghubungi ayahnya melalui telepon dan meminta keluarganya datang ke sebuah konter ponsel di kawasan 7 Ulu, Palembang.

Setibanya di lokasi, Zurian mendapatkan sebuah HP baru.

"Kemarin itu ada yang telepon bapak. Kami disuruh ke kawasan 7 Ulu, ke konter HP. Di sana kami diberi HP baru, tapi dia tidak menyebutkan namanya," ujar Zurian.

Bantuan lainnya datang dari seorang pemilik konter sekaligus jasa servis HP di kawasan Sukabangun 2 yang dikenal dengan nama Kevin.

Kevin bahkan datang langsung ke rumah Zurian dan memberikan sebuah HP.

Dengan tambahan bantuan tersebut, kini terdapat dua HP yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar Zurian dan adiknya.

"Alhamdulillah, sudah ada dua HP. Satu untuk saya dan satu lagi untuk adik saya yang sekarang juga belajar daring bersama teman-temannya," kata Zurian.

Mulai Belajar Daring

Jumat (11/9/2026) pagi, Zurian sudah mulai mengikuti pembelajaran daring dari rumah bersama teman-temannya.

Dengan HP yang kini dimilikinya, Zurian dapat mengikuti kegiatan belajar yang sebelumnya sulit dilakukan karena keterbatasan perangkat.

Kebahagiaan keluarga kembali bertambah pada siang harinya.

Tim Telkomsel Palembang mendatangi rumah Zurian di Jalan Aiptu Wahab, Lorong Putak, RT 17, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang.

Kedatangan tersebut untuk memberikan dukungan berupa kuota pendidikan yang dapat digunakan Zurian selama mengikuti PJJ.

Manager Mobile Consumer Branch Palembang Telkomsel Citra Dwi Satyawan, didampingi Gilang Ikhsan Kamil dan Lia P Mulyati, menyerahkan bantuan tersebut kepada Zurian dan ibunya, Ida.

Dalam kesempatan itu, Telkomsel juga membantu proses registrasi kartu yang akan digunakan untuk kebutuhan pembelajaran.

Citra mengatakan, pihaknya mengetahui kisah Zurian yang mendapat perhatian masyarakat karena kesulitan mengikuti pembelajaran daring setelah kebijakan PJJ diterapkan.

"Ini kuotanya untuk satu tahun. Tadi sudah diregistrasi oleh Ibu Ida sebagai orang tua Zurian. Kuotanya 260 giga, nanti dibagi setiap bulan 20 giga," ujar Citra.

Kuota tersebut, lanjutnya, akan terisi secara otomatis setiap bulan selama periode bantuan.

Ia berharap bantuan tersebut dapat mendukung Zurian mengikuti proses pembelajaran dari rumah.

"Semoga dapat membantu Adik Zurian untuk pembelajaran," katanya.

Setelah proses registrasi selesai, tim Telkomsel juga menyerahkan cenderamata kepada Zurian.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir Angga dari Kementerian Sosial.

Rumah Panggung Sederhana

Kedatangan sejumlah pihak ke rumah Zurian juga memperlihatkan kondisi tempat tinggal keluarga tersebut.

Rumah yang ditempati Zurian bersama orangtuanya merupakan rumah panggung milik ayahnya, Safiq.

Saat memasuki rumah, tamu harus menaiki tangga dan langsung berada di area yang menyatu antara dapur dan ruang tamu.

Tidak terlihat kursi maupun meja khusus untuk menerima tamu. Mereka yang datang biasanya duduk lesehan di lantai.

Kondisi lantai rumah juga terlihat sederhana. Beberapa bagian lantai tampak rapuh dan diberi alas spanduk.

Di rumah sederhana tersebut, Zurian bersama keluarganya menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk mengikuti pembelajaran daring sejak kebijakan PJJ diberlakukan.

Saat tim Telkomsel datang, Zurian didampingi ibunya, Ida. Sementara ayahnya, Safiq, sedang bekerja sebagai pengemudi ojek online sehingga tidak berada di rumah.

Bagi Ida, bantuan yang datang setelah kisah anaknya diketahui masyarakat menjadi hal yang sangat berarti bagi keluarganya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian serta kepada Telkomsel yang memberikan dukungan kuota pendidikan selama satu tahun.

"Sebagai orang tua Zurian, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada netizen dan orang-orang baik. Hari ini Zurian mendapat bantuan kuota gratis selama satu tahun dari Telkomsel Palembang," ujar Ida.

"Kami tidak bisa membalas kebaikan mereka. Semoga Allah membalas dan melimpahkan rezeki kepada semua yang sudah membantu," sambungnya.

Kini, dengan dua HP dan dukungan kuota pendidikan, Zurian dapat mengikuti pembelajaran dari rumah bersama teman-temannya.

Bantuan tersebut sekaligus membuat aktivitas PJJ yang sebelumnya menjadi kendala bagi Zurian kini dapat dijalani dengan lebih baik.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.