Tribunlampung.co.id, Pesawaran - UPT Puskesmas Maja, Kabupaten Pesawaran, melakukan pemantauan kualitas udara menyusul paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang mulai mencapai kawasan pesisir Bumi Andan Jejama, Kamis (10/9/2026).
Baca juga: Siswa Kembali ke Sekolah Jumat, PJJ Imbas Erupsi Anak Krakatau Resmi Berakhir
Pemantauan dilakukan petugas kesehatan dengan mengukur kecepatan angin dan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di udara.
Petugas UPT Puskesmas Maja, Wayan Warso, mengatakan pengukuran dilakukan untuk memantau kondisi kualitas udara sekaligus sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi dampak kesehatan masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kondisi kualitas udara sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi dampak kesehatan masyarakat,” kata Wayan.
Menurutnya, pemantauan penting dilakukan terutama untuk melindungi kelompok masyarakat yang rentan terhadap paparan abu vulkanik.
Kelompok rentan tersebut antara lain balita, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit atau gangguan pernapasan.
“Hasil pemantauan akan terus dievaluasi dan dikoordinasikan dengan instansi terkait sebagai dasar penentuan langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Seiring adanya paparan abu vulkanik, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila paparan abu meningkat.
Warga juga diminta menutup sumber air untuk mencegah abu vulkanik masuk dan mencemari air.
Sementara itu, abu vulkanik yang menempel di lingkungan disarankan dibersihkan dengan cara dibasahi terlebih dahulu untuk mencegah abu beterbangan.
Warga yang mengalami keluhan kesehatan seperti sesak napas, batuk berat, atau iritasi mata diimbau segera mendatangi Puskesmas untuk mendapatkan penanganan.
(Tribunlampung.co.id/Okyindrajaya)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.