TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Rumah tipe kecil menjadi pilihan yang paling banyak dibeli masyarakat Kota Balikpapan, Kalimantan Timur sepanjang triwulan II 2026.

Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia Balikpapan, rumah tipe kecil menguasai 52 persen dari total volume bisnis properti, penjualan rumah baru pada periode tersebut.

Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan rumah tipe menengah yang menyumbang 27 persen penjualan dan tipe besar sebesar 21 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi mengatakan, tingginya porsi rumah tipe kecil menunjukkan konsumen Balikpapan cenderung memilih unit yang lebih terjangkau.

"Masih tingginya persentase volume penjualan rumah baru tipe kecil tersebut mengindikasikan preferensi permintaan konsumen di Balikpapan yang lebih memprioritaskan tipe unit rumah yang kecil, sejalan dengan harga jualnya yang lebih terjangkau," jelasnya, Kamis (10/9/2026).

Baca juga: Jadwal Kas Keliling Bank Indonesia Balikpapan September 2026, Lokasi dan Syarat Tukar Uang

Pilihan terhadap rumah dengan harga lebih terjangkau tersebut berlangsung di tengah kondisi penjualan rumah baru yang secara tahunan masih mengalami tekanan.

Bagaimana tidak, pada triwulan II 2026, sebanyak 75 unit rumah baru terjual. Jumlah itu hanya sedikit meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebanyak 72 unit.

Secara tahunan, volume penjualan rumah baru masih turun 50,66 persen. Meski begitu, penurunan tersebut lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 55,56 persen.

"Khusus rumah tipe kecil, volume penjualannya secara kuartal mulai menunjukkan perbaikan," ungkap lulusan Manajemen dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto ini. 

Robi yang pernah menjabat Kepala Divisi Implementasi SP PUR & MI (Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Monetasi Internal) BI membeberkan, penjualan tipe kecil tumbuh 8,3 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Sebab, sebelumnya penjualan rumah tipe tersebut justru mengalami penurunan 47,1 persen secara kuartalan.

Dari sisi harga, rumah tipe kecil juga mengalami kenaikan. Harga rumah tipe kecil pada triwulan II 2026 tumbuh 1,71 persen secara tahunan.

Namun, pertumbuhan tersebut melandai dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 1,85 persen.

Sementara itu, harga rumah tipe menengah tumbuh 0,46 persen (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya yang sebesar 0,38 persen.

Adapun harga rumah tipe besar tumbuh 2,02 persen (yoy). Angka ini cukup melandai dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 2,93 persen.

"Kami mencatat kenaikan harga rumah baru dipengaruhi oleh meningkatnya harga bahan bangunan dan biaya tenaga kerja.

Pengembang kemudian melakukan penyesuaian harga jual untuk mengompensasi kenaikan biaya tersebut," tambah pria kelahiran Banyumas, Jawa Tengah, 19 Mei 1973 ini. 

Di sisi lain, kemampuan masyarakat dalam mengalokasikan dana untuk pembelian rumah masih menjadi tantangan.

Baca juga: Rekrutmen PCPM Bank Indonesia Angkatan 41 Dibuka hingga 14 Agustus 2026, Cek Syarat dan Cara Daftar!

Terlebih, calon konsumen saat ini lebih memprioritaskan dana untuk memenuhi kebutuhan hidup dan berjaga-jaga sehingga anggaran membeli rumah baru menjadi lebih terbatas.

"Kondisi tersebut turut membuat rumah dengan harga yang lebih terjangkau menjadi pilihan utama masyarakat," pungkasnya.  (*)

 



Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.