TRIBUNKALTIM.CO - Lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau ternyata sempat menginap di sebuah hotel di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. 

Mereka diketahui menginap sebelum berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).

Kelima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Rombongan tiba di Hotel Pada Suka pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Penjaga hotel, Maman, mengatakan rombongan meninggalkan hotel pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB setelah dijemput menggunakan mobil.

Baca juga: Inilah Penyebab Enam Gunung Api di Indonesia Erupsi Bersamaan, PVMBG Tegaskan Bukan Saling Memicu

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Dermaga Pagedongan sekitar pukul 11.00 WIB untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dikutip dari Tribun Banten, rombongan jurnalis tersebut tiba dan mulai menginap di hotel pada Minggu (6/9/2026) sekira pukul 22.00 WIB.

Penjaga Hotel Pada Suka, Maman mengatakan, mereka baru meninggalkan hotel pada Senin pagi sekira pukul 09.00 WIB.

Dia mengungkapkan rombongan tersebut pergi setelah ada seseorang yang menjemput dengan mengendarai mobil.

"Jam 09.00 WIB datang lagi mobil satu orang. Mobilnya yang dibawa ke sana Pagedongan, satunya di titip di sini," ujarnya pada Kamis (10/9/2026).

Maman mengatakan bahwa rombongan tersebut langsung berangkat menuju Dermaga Pagedongan sekitar pukul 11.00 WIB.

Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah barang bawaan milik rombongan jurnalis itu masih berada di hotel.

Pasalnya, mereka mau berencana untuk kembali menginap di hotel tersebut.

"Rencana mau ke sini lagi, mau lanjut nginap di sini lagi," ujarnya.

Berdasarkan pantauan Tribun Banten, ada dua tas berwarna kuning dan hitam yang masih berada di dalam sebuah ruangan. Namun, tidak diketahui siapa pemilik tas tersebut.

Tak cuma itu, ditemukan pula sebuah roti yang sebagian sudah dimakan dan berada di atas meja.

Lalu, terlihat pula satu unit mobil Mitsubishi Panther berwarna biru dengan nomor polisi B 1772 WFM terparkir di depan kamar rombongan jurnalis tersebut.

Maman menuturkan rombongan tersebut sempat berpamitan dengannya untuk pergi meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Pas mau berangkat, pamit mau ke Gunung Anak Krakatau," ucapnya.

Baca juga: Sempat Cancel Akibat Erupsi, Jadwal Penerbangan Bandara APT Pranoto ke Jakarta Resmi Dibuka Kembali

Area Pencarian Diperluas, Tim SAR Gabungan Gunakan Kapal hingga Drone Thermal

TIM SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak pada Kamis hari ini.

Area pencarian pun diperluas menjadi enam sektor dengan total luas sekitar 2.483 nautical mile persegi.

Selain itu, sejumlah kapal dan rigid inflatable boat (RIB) turut dikerahkan untuk pencarian.

"Memasuki hari ketiga, kami memperluas area pencarian dan mengerahkan lebih banyak unsur serta sarana. Seluruh kekuatan yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad.

Amrad juga menuturkan peralatan lain seperti drone thermal turut dikerahkan.

Namun, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam proses pencarian.

Berdasarkan laporan di wilayah operasi, cuaca saat pencarian berlangsung cerah berawan tebal. Angin bertiup dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sekitar 15 knot.

Sementara ketinggian gelombang di wilayah pencarian berkisar antara 2,5 hingga 4 meter.

"Kami terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, namun upaya pencarian akan terus kami lakukan secara maksimal," kata Al Amrad.

"Kami berharap seluruh korban segera ditemukan dan dapat kembali kepada keluarga," pungkasnya.

Baca juga: Penerbangan Samarinda-Jakarta Kembali Normal, Sebelumnya Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Polda Banten Kumpulkan DNA Keluarga 

Sementara, Polda Banten melakukan pengumpulan data DNA dari keluarga rombongan jurnalis serta anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan pihaknya telah menyiapkan posko antemortem di Posko SAR Gabungan dan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Banten.

"Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi apabila diperlukan," kata Hengki kepada wartawan di Carita, Pandeglang, Rabu (9/9/2026).

Tak cuma itu, petugas juga akan mendata informasi terkait korban dari ciri-ciri pakaian yang dikenakan hingga adanya tanda khusus yang dapat membantu proses identifikasi.

Istri jurnalis Antara M Bagus Khoirunnas, Desi Purnamasari, mengaku telah diambil sampel air liurnya oleh petugas.

Selain itu, petugas juga memintanya untuk menjelaskan ciri-ciri pakaian Bagus serta ada atau tidaknya tanda-tanda khusus di tubuh suaminya.

"Tadi sudah diambil sampel air liur sama petugas, buat jaga-jaga. Tapi saya masih yakin suami pasti selamat," kata Desi.

Desi mengatakan, orang tua Bagus juga diminta pihak kepolisian untuk diambil sampel darah di RS Bhayangkara Polda Banten. 

"Tadi juga mertua sudah diambil sampel darahnya di Rumah Sakit Bhayangkara," kata dia. (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.