WARTAKOTALIVECOM, Jakarta -- Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan membantah kabar yang menyebut seorang siswi SMK di Berastagi, Sumatera Utara, mengalami hilang ingatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Siswi tersebut diketahui bernama Febi Yona.

Sebelumnya, kondisi Febi menjadi perhatian setelah kisah mengenai dugaan hilang ingatan yang dialaminya beredar di media sosial.

KPPG Medan menyatakan kondisi Febi saat ini bukan hilang ingatan, melainkan masih membutuhkan waktu untuk pemulihan setelah sebelumnya mengalami kondisi kesehatan yang membuatnya lemas.

Kasubag Tata Usaha KPPG Medan, Erdianta Sitepu, mengatakan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap Febi tidak menunjukkan adanya kelainan berdasarkan pemeriksaan yang diketahuinya.

"Jadi dia sebenarnya normal. Artinya sehat, cuma butuh waktu untuk perbaikan saja, pemulihan, karena berdasarkan hasil lab EEG itu normal," ujar Erdianta, Selasa (8/9/2026).

Menurut Erdianta, kondisi Febi saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji juga perlu dilihat dalam konteks bahwa pasien sedang dalam kondisi lemas dan membutuhkan pemulihan.

"Waktu di Rumah Sakit Haji, biasalah di sana kan dia lagi dirawat, lagi lemas kan. Kita juga kalau sakit kan kayak gitu, pengin diperhatikan dan lain-lain gitu," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan KPPG Medan menyusul kabar yang berkembang di media sosial mengenai kondisi Febi setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG.

Sebelumnya, ibu Febi, Elvinus Lusiana, menceritakan bahwa anaknya mengalami sejumlah keluhan setelah menyantap makanan MBG.

Febi disebut mengalami pusing dan gatal-gatal. Sang ibu kemudian memberikan susu steril kepada Febi. Namun, setelah itu kondisi Febi justru memburuk dan ia mengalami muntah-muntah.

Febi kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah menjalani perawatan selama sekitar tiga hari, Febi sempat dibawa pulang oleh keluarganya. Namun, menurut keterangan sang ibu, kondisi Febi kembali menurun.

Febi disebut mengalami kejang. Dalam kondisi tersebut, keluarga mulai melihat perubahan pada perilakunya, termasuk dugaan bahwa Febi tidak lagi mengenali anggota keluarganya.

Kondisi tersebut disebut berlangsung selama hampir satu bulan. Keluarga kemudian membawa Febi ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Dalam prosesnya, Febi akhirnya menjalani perawatan di RSUP Adam Malik, Medan.

Saat ini Febi masih menjalani rawat jalan di RSUP Adam Malik dengan menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

Ia juga telah menjalani sejumlah pemeriksaan oleh dokter spesialis, termasuk pemeriksaan yang ditujukan untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan pada otak.

Pihak rumah sakit juga disebut berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sumatera Utara untuk menangani kondisi kesehatan Febi.

Di tengah proses pemeriksaan tersebut, KPPG Medan menegaskan bahwa pihaknya tidak membenarkan kesimpulan bahwa Febi mengalami hilang ingatan akibat mengonsumsi makanan MBG.

Hasil pemeriksaan medis, termasuk EEG yang disebut Erdianta, menjadi salah satu dasar KPPG dalam memberikan klarifikasi mengenai kondisi Febi.

Meski demikian, kondisi kesehatan Febi masih dalam penanganan tenaga medis.

Karena itu, hubungan antara keluhan kesehatan yang dialami Febi dengan konsumsi makanan MBG juga masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan medis dan penelusuran lebih lanjut.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena menyangkut program MBG yang menyasar pelajar dan melibatkan distribusi makanan dalam jumlah besar.

Setiap dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi makanan program tersebut perlu ditelusuri secara menyeluruh, baik dari sisi kondisi pasien maupun keamanan pangan dan proses distribusi makanan.

Untuk saat ini, Febi masih menjalani pemulihan dan pemeriksaan lanjutan di RSUP Adam Malik dengan koordinasi bersama pihak terkait.



Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.