TRIBUNNEWS.COM - Dua orang pria bernama Rendi Saputra (27) dan Andika alias Dika (25) diringkus polisi setelah melakukan aksi pembunuhan terhadap kakak beradik, Rani (18) dan Ayuhana (13).
Kedua korban diketahui ditemukan tinggal kerangka di sebuah rumah kosong di Perumahan Amanah, Jalan Kebun Jeruk, Kelurahan Keramat Raya, kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (6/9/2026).
Sebelum ditemukan, kedua korban sempat dilaporkan hilang sejak 27 Oktober 2021 lalu.
Ketua RT Keramat Jaya, Heri Fauzi pun menceritakan bahwa lokasi penemuan kerangka korban merupakan perumahan yang sudah mangkrak.
Lokasi penemuan kerangka tersebut berada di permukiman yang terasing dari aktivitas warga sekitar.
Perumahan tersebut sejak tahun 2014 tak pernah dihuni.
"Sudah puluhan tahun, sudah 2014 kalau gak salah perumahan ini memang tidak pernah dihuni," ujar Heri saat ditemui wartawan TribunSumsel.com pada Senin (7/9/2026).
Selain jalurnya terjal, sudah nyaris lima tahun perumahan tersebut tertutup rapat oleh semak-semak.
Ia menuturkan, kerangka tersebut bisa ditemukan setelah terjadi kebakaran.
"Memang sulit. Setelah kebakaran lahan kita bisa menemukan kerangka itu. Ada jalan untuk membuka,"
"Kalau enggak ada kebakaran lahan ini, mungkin juga semakin sulit untuk ditempuh," ungkap Heri.
Baca juga: Kesaksian Otong, Sosok Penemu Kerangka Kakak Beradik di Banyuasin, Berawal dari Temukan Motor Korban
Setelah terjadi kebakaran, jalan setapak mulai terbuka dan membuat seorang warga bernama Otong masuk ke lingkungan perumahan untuk mencari kayu.
Otong yang sedang mencari kayu pun menemukan sebuah motor yang telah hangus terbakar.
"Kerangka motornya ditemukan di dalam parit itu. Dia itu lagi motong kayu gelam ini, lalu dia lapor ke kita, setelah lapor kita temui dan benar motor yang hilang 5 tahun silam," ujarnya.
Heri pun curiga dengan posisi motor dan akhirnya melakukan penyisiran hingga akhirnya menemukan kerangka kakak beradik.
"Aku langsung punya inisiatif, 'Nah ini motor ini asli yang hilang'. Setelah itu di situ di rumah kosong itu kita geledah, kita periksa. Itulah rumah yang paling dekat dengan kejadian motor itu," tambahnya.
Terpisah, Rohani alias Otong awalnya hanya berniat mencari kayu di lahan kosong.
Di tengah mencari kayu tersebut, ia tak sengaja melihat ada rangka motor yang tergeletak di lahan kosong di area Perumahan Amanah.
"Setelah ngambil kayu, ada kelihatan rangka motor itu," ujar Otong dalam tayangan Saksi Kata di Youtube Tribun Sumsel.
Setelah melihat kerangka motor tersebut, ia teringat ada kasus kehilangan pada tahun 2021.
"Jangan-jangan, ini motornya (korban yang hilang tahun 2021 lalu)," lanjut Otong.
Ia berpikir, pasti jasad kedua korban berada tak jauh dari motor.
"Kalau benar motornya ini motor dia, pasti kan mayatnya itu pasti di perumahan situ. Pasti kan otomatis," lanjutnya.
Ia pun langsung melapor ke RT setempat setelah melihat motor tersebut.
Pak RT pun akhirnya datang dan melihat bersama dengan Otong ke dalam rumah yang lokasinya berada tepat di samping ditemukannya motor.
"Nah, itu kita lihatlah di rumah itu ternyata benar memang ada kerangka manusia itu," lanjutnya.
Baca juga: Detik-detik Kakak Beradik Dibunuh di Banyuasin, Dua Pelaku Sempat Menginap di TKP
Ia mengatakan, kerangka korban berada di dalam kamar rumah kosong yang terletak di area perumahan.
Otong mengatakan, selama lima tahun hilang, ia juga sempat ikut mencari keberadaan korban.
Dan ternyata, korban ditemukan sekitar satu kilometer dari rumahnya sendiri.
"Kalau rumah korban itu sekitar satu kilometer," ujarnya.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunSumsel.com, Aggi Suzatri)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.