TRIBUNNEWS.COM - Penampilan ciamik ditunjukan kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, saat berhadapan dengan Inter Milan, Rabu (9/9/2026) di Santiago Bernabeu.

Courtois berjibaku menyelamatkan gawang Real Madrid dari gempuran penggawa Inter Milan yang tak kenal lelah mencari gol.

Memang skor akhir pertandingan ini adalah 2-1 untuk kemenangan Real Madrid.

Namun andil Courtois ikut memastikan El Real tak kebobolan lebih banyak gol.

Salah satu penyelamatan paling penting yang dilakukan kiper asal Belgia ini terjadi di pertengahan babak pertama.

Inter sempat mendapatkan hadiah tendangan bebas sedikit di luar kotak penalti Real Madrid.

Sang spesialis bola mati Inter, Hakan Calhanoglu, datang mengambil alih sepakan itu.

Benar saja, ia langsung melakukan tendangan akurat ke gawang El Real.

Baca juga: Debut yang Tertunda bagi Calvin Verdonk di Liga Champions, Langkah Pertama Lille Berakhir Pilu

Untungnya Courtois cekatan terbang menepis bola itu dan membuat Calhanoglu sedikit tak percaya dengan itu semua.

Rupanya Courtois belajar dari pengalaman di masa lalu untuk mengantisipasi sepakan Calhanoglu itu.

Ia menilik lagi performanya saat menghadapi beberapa tendangan bebas dari Marcus Rashford dan Lamine Yamal.

Eks kiper Chelsea ini berkesimpulan dirinya harus menahan diri lebih lama berdiri di tiang jauh untuk memperbesar peluang menepis tendangan bebas lawan.

"Tendangan bebas Calhanoglu? Rashford mencetak gol di arah saya berdiri ketika El Clasico. Itu benar-benar sepakan bebas yang luar biasa, tetapi saya saat itu bergerak sedikit ke tengah," kata Courtoiis selepas laga dikutip dari CBS Sports.

"Ketika di Piala Dunia lalu, ketika Lamine Yamal melakukan tendangan bebas, saya tetap berada di sisi saya dan berhasil menyelamatkan gawang. Saya melakukan hal yang sama kali ini."

"Jika Calhanoglu mencetak gol dan melewati pagar pemain, Anda harus mengapresiasi itu, tetapi saya tidak akan bergerak terlalu ke tengah lagi," paparnya.

Sanjungan tinggi juga diberikan pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, kepada kiper nomor satunya itu.

Performa Courtois diakui menjadi salah satu kunci kemenangan Real Madrid di pertandingan ini.

Beragam penyelamatan yang dilakukannya membuat gawang El Real relatif aman dari gempuran lawan.

Bahkan Mou beranggapan seharusnya pemain yang paling tepat mendapatkan man of the match adalah sang kiper.

Namun ternyata pihak Champions League memiliki Fede Valverde sebagai yang terbaik di atas lapangan.

"Pertandingan ini bisa saja berakhir dengan skor 5-1, 6-1, atau 6-6. Ini adalah pertandingan yang gila," kata Mourinho.

"Saya tidak suka hal-hal kegilaan seperti itu. Saya menyukai untuk tetap memegang kendali atas semuanya sehingga kita tidak memerlukan kiper hebat seperti Courtois."

"Seharusnya Courtois yang menjadi pemain terbaik malam ini. Jika tidak terjadi kali ini, itu akan terjadi di masa depan."

"Saya tidak bermaksud apapun kepada Valverde, tetapi orang yang memberikan status pemain terbaik barangkali mengantuk," paparnya.

(Tribunnews.com/Guruh)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.