TRIBUNBENGKULU.COM - Perjalanan seorang bocah berusia 9 tahun menuju Yogyakarta mendadak menjadi perhatian di media sosial.
Bukan karena ia ditemani orangtua atau keluarga.
Justru sebaliknya, Muhammad Hasbi Hamizan harus naik kereta api seorang diri dari Kroya menuju Yogyakarta.
Yang membuat kisah ini semakin menarik, Hasbi tidak membawa telepon genggam untuk berkomunikasi selama perjalanan.
Ia hanya dibekali selembar surat tulisan tangan dari sang ibu untuk diberikan kepada kondektur kereta.
Surat tersebut ditujukan kepada kondektur KA Argo Wilis (108) yang membawa Hasbi dalam perjalanan rute Kroya-Yogyakarta pada 5 September 2026.
Dalam surat itu, sang ibu, Hasti, meminta bantuan petugas untuk menjaga putranya hingga tiba di Stasiun Yogyakarta.
“Kepada Yth. Bapak Kondektur Kereta Aa Argo Wilis (108) Kroya-Yu 05/09/2026
Mohon Titip anak saya atas nama Muhammad Hasbi Hamizan
0 (Eksekutif 4/1D)
Di stasiun Yogyakarta akan dijemput Omnya
Terimakasih,” tulis Hasti.
Kisah perjalanan bocah tersebut kemudian dibagikan oleh sang om melalui akun Threads @achmaddarojatt.
Sang om mengungkapkan, sebelum berangkat, Hasbi sempat menangis karena takut harus melakukan perjalanan sendirian.
Namun, rasa takut itu rupanya berubah setelah perjalanan dimulai.
Sang om bahkan menceritakan bagaimana kru KA Argo Wilis memberikan perhatian kepada Hasbi selama perjalanan, hingga menemani dan membelikannya jajanan.
“Hari ini ponakanku, umur 9 tahun, naik kereta sendiri ke Jogja. Nggak bawa HP, cuma dibekali selembar surat buat kondektur @kai121_ Kereta Argo Wilis rute Kroya - Yogyakarta.”
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada KAI karena telah bersedia menerima titipan sang keponakan hingga sampai di tujuan dengan aman.
“Mau ucapin Terima kasih banyak buat @kai121_ sudah mau dititipin bocil ini sampai tujuan dengan aman,” tulisnya.
Hal yang membuat sang om semakin terharu, Hasbi yang semula menangis karena takut sendirian justru mendapat pengalaman menyenangkan selama perjalanan.
“Padahal pas mau naik anaknya nangis katanya takut sendirian, eh ternyata pas udah jalan ponakanku ditemenin sampe dibeliin jajan. Josjiss tenan buat seluruh crew @kai121_,” tulisnya.
Cerita Hasbi kemudian ramai mendapat perhatian.
Banyak orang ikut memberikan dukungan, doa, hingga berbagi sudut pandang mengenai pengalaman bocah tersebut.
Sang om pun kembali memberikan kabar setelah perjalanan Hasbi selesai.
Ia mengaku tidak menyangka kisah sederhana tentang keponakannya bisa menjadi seramai itu di media sosial.
“Terima kasih banyak buat teman-teman yang sudah ikut support, mendoakan, maupun berbagi sudut pandangnya. Nggak nyangka cerita si bocil bisa seramai ini wkwk,” tulisnya.
Ia juga memastikan perjalanan Hasbi berjalan lancar dan KAI telah membantu menjaga sang keponakan hingga tiba di Yogyakarta.
“Alhamdulillah perjalanan si bocil berjalan lancar dan KAI sudah membantu menjaga sampai tujuan dengan aman.”
Ucapan terima kasih pun kembali disampaikan kepada KAI dan seluruh pihak yang ikut mendukung perjalanan Hasbi.
“Terima kasih KAI dan semuanya 🙏,” tulisnya.
Setibanya di Yogyakarta, Hasbi pun akhirnya bertemu dengan sang om yang sudah menjemputnya.
Sang om bahkan mengatakan bahwa ia langsung mengajak bocah tersebut bermain di Jogja.
“Bocilnya dah tak ajak main di jogja,” tulisnya.
KAI Ikut Senang Perjalanan Hasbi Berjalan Aman
Unggahan tersebut rupanya mendapat respons dari akun resmi KAI @kai121_.
KAI menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan sekaligus mengaku ikut senang mendengar perjalanan Hasbi berlangsung aman dan nyaman hingga tujuan.
“Selamat malam Kak. Terima kasih atas apresiasi yang disampaikan. Kami ikut senang mendengar perjalanan keponakan Kakak berjalan dengan aman dan nyaman sampai tujuan.”
KAI juga mengapresiasi kepercayaan keluarga Hasbi yang telah mempercayakan perjalanan sang bocah kepada mereka.
“Terima kasih juga sudah mempercayakan perjalanan si kecil kepada KAI.”
Menurut KAI, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi cerita manis bagi Hasbi sekaligus membuatnya semakin berani melakukan perjalanan menggunakan kereta api.
“Semoga pengalaman ini menjadi cerita manis dan membuat si kecil semakin berani bepergian naik kereta api,"
Di akhir balasannya, KAI turut menyampaikan doa untuk Hasbi dan keluarganya.
“Sehat selalu untuk Kakak dan keluarga. Sampai jumpa di perjalanan KAI berikutnya,”
Kisah Hasbi yang berani melakukan perjalanan seorang diri di usia 9 tahun juga mengundang beragam komentar dari netizen.
Sebagian netizen memuji keberanian Hasbi sekaligus mengapresiasi sang ibu dan kru KAI yang membantu selama perjalanan.
“Aku sebut ibu yang pemberani. Beruntung ketemunya orang-orang baik ya bu..” tulis akun @dilla_kova.
Namun, ada pula netizen yang mempertanyakan alasan Hasbi harus melakukan perjalanan seorang diri di usia yang masih sangat muda.
“Sbg seorang ibu yg juga punya anak 9th penasaran bgt, atas alasan apa kok sampe ngelepas anak berangkat sendiri ke jogja.” komentar @hyuma181.
Sementara itu, akun @pisangkrispicoklat justru memberikan pujian kepada KAI sekaligus menyemangati Hasbi.
“Lu terlalu greenflag @kai121_, pls ga usah ikut2an BUMN lain yang kehilangan arah itu Btw adeknya juga kereennn, jadi orang sukses yaa dekk kedepannya,” tulisnya.
Keberanian Hasbi juga membuat netizen lain mengaku kagum. Bahkan, ada yang merasa dirinya yang jauh lebih dewasa belum tentu berani melakukan perjalanan seorang diri menggunakan kereta.
“Omg adek Hasbi, tante yg usianya 9+23 tahun ini aja kayaknya ga bakal berani naik kereta sendirian. You did it! Kereeen. Tim KAI juga kereeen,” tulis @apr.lissa.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.