Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Sejumlah gunung api di Indonesia sedang mengalami erupsi secara bersamaan sejak beberapa hari terakhir.
Gunung yang mengalami erupsi di antaranya Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Anak Krakatau di Lampung, Gunung Merapi di Yogyakarta, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok dan Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Gunung Ibu di Maluku Utara.
Aktivitas gunung-gunung api tersebut meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Namun, kondisi tersebut tidak berdampak pada aktivitas pendakian di kawasan Bukit Kaba, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
Aktivitas Bukit Kaba Masih Normal
Bukit Kaba memiliki ketinggian sekitar 1.952 meter di atas permukaan laut (MDPL) dan merupakan kawasan gunung api aktif yang berada di Kabupaten Rejang Lebong.
Ketua Pokdarwis Bukit Kaba Desa Sumber Urip, Yulian Adi Pratama, mengatakan aktivitas pendakian hingga saat ini masih berjalan seperti biasanya.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas Bukit Kaba masih dalam level I atau kondisi normal.
"Untuk kegiatan pendakian masih seperti biasanya. Masih dibuka untuk umum dan normal," sampai Yulian kepada TribunBengkulu.com pada Selasa (8/9/2026).
Dengan kondisi aktivitas yang masih normal, masyarakat maupun wisatawan masih dapat melakukan pendakian ke kawasan Bukit Kaba.
Meski demikian, para pendaki tetap diminta memperhatikan keselamatan dan memantau informasi terbaru mengenai kondisi aktivitas vulkanik Bukit Kaba.
"Kita juga terus memantau perkembangan informasi dari PVMBG," lanjutnya.
Pendaki Diminta Pantau Informasi Terbaru
Yulian mengimbau seluruh pendaki untuk mengutamakan keselamatan dan kenyamanan selama berada di jalur pendakian Bukit Kaba.
Pendaki juga diminta mempersiapkan manajemen perjalanan dengan baik, terutama memastikan ketersediaan makanan dan air minum yang cukup sesuai kebutuhan selama berada di jalur.
Selain itu, pendaki diharapkan selalu memantau informasi terbaru terkait kondisi Bukit Kaba sebelum maupun selama melakukan pendakian.
"Demi keselamatan dan kenyamanan bersama, kami mengimbau seluruh pendaki untuk selalu mengutamakan keselamatan selama melakukan pendakian," ujarnya.
Pendaki juga diminta menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang atau meninggalkan sampah di kawasan hutan.
Seluruh sampah yang dihasilkan selama pendakian diminta dibawa kembali.
Selain itu, pendaki dilarang membuat api unggun maupun menyalakan api di kawasan hutan karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Jaga diri, jaga sesama, dan jaga kelestarian Bukit Kaba untuk kita dan generasi mendatang," katanya.
Hingga saat ini, pendakian Bukit Kaba masih dibuka untuk umum.
Namun, pendaki tetap diminta mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang dan menyesuaikan aktivitas pendakian apabila terdapat perubahan kondisi atau status aktivitas vulkanik.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.