BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN – Pelaku usaha mikro UkhtyMukti di Kabupaten Tanah Bumbu menetapkan prosedur pengolahan ketat untuk menjaga mutu olahan rempah tetap stabil tanpa bahan kimia. 

Penerapan higienitas dari pemilahan rimpang hingga sterilisasi botol menjadi penentu ketahanan produk minuman herbal instan tersebut.

Pemilik UMKM UkhtyMukti, Tri Mukti, menjelaskan bahwa seluruh varian dibuat menggunakan rimpang tua dan segar, seperti jahe merah, kunyit, temulawak, dan sirih. Proses produksi dimulai dari pembersihan, pengirisan, pemisahan sari dan pati rimpang, dilanjutkan dengan pengkristalan, pendinginan, pengecekan rasa, hingga pengemasan.

Untuk menjamin keamanan konsumsi, varian bubuk siap seduh dirancang memiliki masa simpan hingga delapan bulan setelah produksi. 

Baca juga: UMKM Kalsel: Jangkau Ritel hingga E-Commerce, UkhtyMukti Tanahbumbu Genjot Produksi Minuman Herbal

Sementara itu, varian cair botolan tanpa pengawet mampu bertahan satu minggu di kulkas untuk racikan manjakani komplit dan kunyit asam, serta dua hari untuk jahe rempah cair.

"Tantangan agar varian cair botolan rasanya tetap stabil dan tidak mudah basi yaitu dengan menggunakan rimpang yang benar-benar segar dan diolah secara higienis, direbus sampai mendidih, serta dikemas dalam botol yang disterilisasi," kata Tri Mukti, Minggu (9/8/2026).

Konsistensi takaran dan penggunaan bahan alami seperti gula pasir serta gula merah kemasan menjadi kunci keragaan produk.

 Langkah ini membuktikan bahwa olahan jamu tradisional dapat diproduksi secara bersih dan memiliki daya simpan yang terukur. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin) 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.